
Dewi tak tau harus menjawab apa, karena ia memang tak tau menau dan cukup lama terdiam tiba-tiba HP milik Sisil berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk, segera Sisil melihat di layar HP-nya itu dan ternyata yang di inginkannya sudah dapat.
"Ya sudah, Dew. Silahkan kamu kembali ke ruanganmu" ujar Sisil sembari mengelus senyuman
"Baik, bu. Saya permisi" kata Dewi kemudian beranjak dari duduknya dan pamit undur diri
Setelah kepergian Dewi, Sisil pun segera membuka pesan yang masuk ke dalam HP-nya itu yang berisi sebuah rekaman CCTV di ruangan suaminya yang terhapus itu, yang masih jadi tanda tanya besar di benak Sisil siapa yang menghapusnya.
Saat rekaman CCTV itu mulai berputar, Sisil begitu antusias memperhatikannya dari awal karyawan baru bagian admin yang di kenal oleh Sisil bernama Sri itu membantu bagian OB yang kebelet lalu Sri membawa nampan berisi segelas kopi itu ke ruangan Rangga.
Sampai kejadian yang tak di sengaja, namun saat di adegan Rangga terjatuh dan Sri menimpah tubuh kekar milik Rangga hingga Sri dengan sengaja memepet tubuh Rangga sampai gunung kembar milik Sri mengenai dada bidang Rangga.
"Astagfirullah" ucap Sisil dalam hati saat melihat kelakuan karyawan baru itu
Dan adegan berikutnya Rangga langsung mendorong tubuh Sri sampai terjatuh dari tubuh Rangga, bahkan di rekaman CCTV itu terlihat Rangga mulai marah-marah dengan Sri dan akhirnya Rangga menghubungi seseorang yang ternyata Dewi.
"Sepertinya ini video asli yang di sebarkan di berita dan sosi4l medi4 itu, hanya saja di berita dan sosi4l medi4 sudah di edit. Apa ini kerjaan karyawan baru itu, karena tak terima di pecat tanpa gaji dan pesangon" gumam Sisil setelah selesai menonton rekaman CCTV itu
Cukup lama Sisil berpikir, kemudian Sisil kembali melakukan transaksi lagi dengan kenalannya itu karena telah berhasil mendapatkan rekaman CCTV yang telah di hapus oleh seseorang dengan sengaja.
Sisil jadi yakin yang menghapus rekaman CCTV itu mungkin si Sri itu melalui hacker handal, karena telah mengantongi bukti kini waktunya Sisil bergerak mencari keberadaan Sri saat ini agar masalah ini cepat clear.
Sisil akan meminta Sri mengakui perbuatannya dan Sisil juga akan membayar gaji bersama pesangon Sri yang tak di dapatnya dari Rangga, karena walaupun Sri telah membuat kesalahan tenaganya yang di gunakan selama dua minggu tentu harus di hargai.
__ADS_1
Tak terasa waktu menunjukan pukul 12.15 yang artinya kini waktunya makan siang, karena tak memiliki pekerjaan lagi dan semua berkas yang di serahkan Dewi tadi sudah di periksa serta di bumbuhi Sisil tanda tangan ia memutuskan segera pulang.
Lalu Sisil beranjak dari kursi kebesaran milik suaminya itu, merapikan meja kerja itu dahulu sebelum pulang kemudian mengambil tas dan HP-nya setelah itu baru Sisil melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut.
"Siang bu Sisil" sapa Dewi bersamaan keluar dari ruangan masing-masing
"Siang, Dew aku titip perusahaan ya. Aku mau pulang soalnya pekerjaan juga gak ada lagi, tolong kontrol seluruh karyawan dengan baik ya" kata Sisil kemudian mengelus pundak Dewi
"Baik bu" jawab Dewi sembari menyunggingkan senyuman
Dewi menatap kepergian pemilik perusahaan SR GLOW, Dewi merasa kasihan dengan Sisil harus kembali turun tangan mengurus perusahaan sendiri padahal saat ini Sisil tengah berbadan dua yang seharusnya lebih banyak istirahat di rumah.
Dewi sudah tau tentang Rangga yang kini berada di balik jeruji besi karena Sisil yang menceritakan, namun hanya Dewi yang tau sedangkan seluruh karyawan yang lain masih mikir bahwa atasan mereka mengontrol pekerjaan bagian pabrik yang ada di luar kota.
.
.
"Walaikumsalam" jawab Ibunya Rangga dan Raya secara bersamaan
"Bik Mirna siapin lah makan siangnya, Sisil ke kamat dulu bentar bu mau ganti baju" kata Sisil langsung menuju kamar utama yang di tempati
Hanya berapa menit Sisil telah selesai mengganti baju dan kini telah bergabung dengan ibu mertuanya serta putrinya yang sudah menunggunya di ruang makan, lalu mereka bertiga pun mulai menyantap masakan Bik Mirna dengan nikmat.
__ADS_1
Selesai makan Sisil tak bisa membantu Bik Mirna karena ada urusan sedikit, jadi Sisil memilih pergi ke halaman belakang ingin menghubungi seseorang untuk melacak keberadaan Sri saat ini agar Sisil bisa menemuinya.
Setelah itu Sisil kembali masuk ke dalam rumah, namun terlihat rumah sangat sepi sepertinya ibu mertuanya dan putrinya tidur siang karena memang jadi kebiasaan putrinya selama ini dalam sehari wajib tidur siang karena bagus juga untuk kesehatan.
Sisil yang tak ada kerjaan lagi juga memilih masuk ke dalam kamar hendak istirahat juga, tiba di kamar Sisil langsung berbaring sembari menatap langit-langit kamar tersebut ia mengingat sudah tiga hari tak tidur bersama suaminya.
Ada rasa rindu yang di rasakan Sisil saat ini, apalagi perlakuan Rangga yang selalu mengistimewakannya membuat Sisil rindu semuanya apalagi kebersamaan mereka akhir-akhir ini sebelum mereka terkena musibah.
"Nak, kamu pasti kangen juga dengan papamu kan" kata Sisil berbicara dengan janin dalam kandungannya
Sisil baru ingat bahwa besok suaminya sudah boleh keluar untuk sementara waktu sebelum akan melakukan persidangan, artinya Sisil memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu untuk bersama suaminya selama sidang belum di putuskan nanti.
Besok Sisil akan memasak makanan favorit suaminya untuk menyambut kepulangan suaminya, ia juga besok harus menjemput suaminya dengan penampilan yang terbaik agar suaminya merasa senang kembali.
Terlalu banyak iming-iming dan rencana, Sisil pun akhirnya terlelap juga karena kedua kelopak matanya memang sudah sangat berat dari tadi hingga ia sudah masuk ke alam mimpi yang sangat di sukai semua orang.
Ting
Menjelang sore Sisil terbangun bertepatan ada sebuah pesan masuk dari HP-nya, Sisil beranjak duduk sembari menggapai HP-nya yang ada di atas meja samping tempat tidur lalu ia membuka layar HP-nya.
Ternyata sebuah pesan dari seseorang yang telah berhasil melacak keberadaan Sri saat ini, namun Sisil tak bisa besok atau beberpa hari ke depan menemui Sri karena besok ia harus menjemput serta menyambut kepulangan suaminya.
Karena sudah sore Sisil pun turun dari tempat tidur dan memutuskan segera mandi, lalu Sisil melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya dan masuk ke dalam bathtub ingin berendam hal yang sudah jarang ia lakukan akhir-akhir ini.
__ADS_1
Padahal berendam sangat baik untuk tubuh selain merilekskan bisa juga untuk menenangkan pikiran, hampir setengah jam akhirnya Sisil menyelesaikan ritual mandinya dan segera keluar dari kamar mandi dengan kimono yang membalut seluruh tubuhnya.