Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 60


__ADS_3

Rangga baru teringat bahwa sebentar lagi putrinya pulang sekolah, namun melihat Sisil tertidur sangat pulas dan tak tega untuk membangunkannya Rangga pun menghubungi sang ibu meminta sang ibu menjemput putrinya dengan Mang Ujang.


"Iya bu, nanti minta Mang Ujang antar ke perusahaan. Biar ibu dengan Raya pulang bareng kita" kata Mas Rangga setelah panjang lebar berbicara dengan sang ibu melalui sambungan telepon


"Baiklah, ya sudah ibu siap-siap mau jemput Raya" jawab Ibunya Rangga di seberang telepon hingga akhirnya sambungan telepon pun terputus


Setelah itu Rangga memesan beberapa menu makanan melalui aplikasi online agar bisa di antar ke perusahaan milik Sisil selagi menunggu kedatangan sang ibu dan putrinya, lalu Rangga kembali melanjutkan pekerjaannya yang masih lumayan banyak.


Waktu begulir begitu cepat, Sisil merasa sudah lama tertidur akhirnya bangun dan beranjak duduk lalu kedua bola mata Sisil yang telah terbuka sempurna melihat ke arah jam dinding yang kini waktu menunjukan pukul 12.05 siang.


"Ya ampun, Mas. Raya belum kita jemput, pasti dia merajuk kalau kita terlambat menjemputnya" kata Sisil sembari berdiri dan menghampiri suaminya yang masih sibuk dengan tumpukan berkas di atas meja


Rangga tak menjawab hanya mendongakan kepalanya menatap Sisil sekilas, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya dan Sisil yang tak mendapat jawaban tentu jadi kesal sehingga memukul pundak suaminya sedikit keras.


"Apaan sih, sayang? gak lihat apa aku lagi banyak pekerjaan" kata Mas Rangga sedikit menaikan nada bicaranya agar Sisil menjadi semakin kesal


"Mas, aku tu dari tadi ngajak kamu ngomong. Tapi kamu malah mengabaikan aku, aku ngomong kalau Raya belum kita jemput. Kalah memang Mas Rangga sibuk, coba bangunin aku dari tadi biar aku yang jemput Raya" kata Sisil yang akhirnya terpancing emosi kesal dengan suaminya itu


Kriekk


Belum sempat Rangga menjawab semua omongan Sisil, pintu ruangan Rangga ada yang membukanya dari luar membuat Rangga dan Sisil langsung menoleh ke arah pintu dan memunculkan putri mereka bersama sang ibu dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


"Mama papa" teriak Raya berlari menghampiri kedua orang tuanya itu


"Ya ampun, jadi ibu yang jemput Raya. Maaf jadi merepotkan" kata Sisil tak enak hati dengan ibu mertuanya itu


"Gak apa-apa, Rangga yang meminta. Ibu juga bosan di rumah gak ada kerjaan, Raya sekolah sedangkan kamu dengan Rangga ke perusahaan jadi rumah sepi" kata Ibunya Rangga kemudian mendaratkan bokongnya di sofa yang ada disitu


Selang berapa menit terdengar bunyi ketukan pintu ruangan Rangga, lali Rangga segera mempersilahkan seseorang yang ada di depan pintu untuk masuk dan ternyata Dewi yang datang membawakan pesanan Rangga dari kurir.


"Ini pak, pesanan bapak" kata Dewi meletakkan beberapa plastik yang berisi makanan di atas meja yang berhadapan dengan sofa


"Ohh iya, terima kasih. Ini uangnya" kata Mas Rangga sembari menyodorkan empat lembar uang berwarna merah


Dewi menganggukkan kepala setelah menerima uang tersebut, lalu pamit undur diri dari ruangan atasannya itu dan kembali ke bagian resepsionis perusahaan dimana kurir pembawa makanan itu masih menunggu disana.


Lalu kurir itu menerima uang tersebut dan tak lupa mengucapkan terima kasih, setelah kurir itu pergi Dewi pun kembali melangkahkan kakinya menuju kantin perusahaan yang berada paling ujung karena kebetulan sekarang waktunya makan siang.


Sedangkan di ruangan lain yaitu Rangga sekeluarga saat ini tengah menikmati hidangan yang di pesan Rangga tadi, Rangga yang paham dan tau makanan favorit masing-masing tiga wanita yang berarti dalam hidupnya itu.


Jadi memesan makanan tersebut, sehingga ketika sedang menikmati makanan itu tentu terasa sangat nikmat selain karena makanan favorit juga karena kebersamaan yang selalu mereka rasakan sekarang dan Rangga berharap ini akan terjadi selamanya.


"Pekerjaanku tinggal sedikit, di lanjutkan besok saja. Bagaimana sore ini kita piknik di taman kota, sepertinya seru" kata Mas Rangga setelah mereka selesai makan

__ADS_1


"Ide bagus, ayo kita segera pulang dan bersiap-siap" kata Sisil yang sangat antusias


Setelah membereskan bekas makan mereka dan membuang ke kotak sampah, Sisil dan yang lain segera keluar dari ruangan Rangga lalu melangkahkan kaki beriringan keluar dari perusahaan menuju parkiran mobil.


Tiba di dekat mobil mereka berempat pun segera masuk ke dalam mobil, lalu Rangga segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan perusahaan milik Sisil menuju kediaman mereka.


"Bagaimana sekolah tadi, apa masih ada yang menghina Raya?" tanya Sisil pada putrinya yang duduk di kursi belakang bersama sang nenek


"Alhamdulilah, gak ada lagi ma tapi mereka tetap gak mau lagi temanan dengan Raya, cuma Fatma yang masih mau bermain dan berteman dengan Raya" kata Raya sedikit lesu jika membahas soal sekolah karena semua teman satu kelas sudah gak mau temanan dengannya kecuali Fatma (Anak Fika sahabat Sisil)


"Gak apa-apa, yang penting Raya harus tetap baik dengan mereka jika mereka butuh bantuan" kata Sisil memaklumi tingkah anak-anak yang pikirannya telah di racuni oleh orang tua mereka masing-masing


Rangga yang mendengar pembicaraan Sisil dan putri mereka menjadi sesak, ia tak menyangka kasusnya berakibat fatal ke putrinya padahal pihak polisi tidak ada mengkonfirmasi soal ia masuk ke dalam penjara.


Namun saat Sisil mengatakan salah satu wali murid yang satu sekolah dengan putri mereka bekerja sebagai oknum polisi, sehingga tau tentang kasus yang tengah ia jalani sampai istri dari oknum polisi itu meracuni otak anaknya yang melarang berteman dengan putri mereka.


Terlalu banyak yang di pikirkan Rangga tak sadar jika mobil yang di lajukannya telah memasuki halaman kediaman mereka, lalu mobil pun di hentikan tepat di depan teras agar nanti hendak keluar tak perlu ke garasi mobil lagi.


Seperti biasa Bik Mirna saat mendengar bunyi deru mobil dan di pastikannya milik majikannya, segera ia bergegas ke ruang depan untuk membukakan pintu utama dan menyambut kepulangan majikannya.


Setelag semua majikannya masuk ke dalam rumah Bik Mirna mengekor dari belakang lalu menutup dan mengunci kembali pintu utama, setelah itu Bik Mirna kembali ke dapur untuk melihat kalau saja masih ada pekerjaan yang belum di kerjakannya.

__ADS_1


Sisil dan Rangga memilih langsung ke kamar mereka, begitu juga dengan putri mereka bersama sang nenek ke kamar putri mereka untuk membantu putri mereka mengganti seragam sekolah sekalian istirahat siang sebelum sore nanti pergi piknik.


__ADS_2