Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 57


__ADS_3

Seperti janjinya siang tadi, kini Rangga dan yang lain sudah siap-siap hendak pergi ke MALL tentu tak lupa juga Rangga mengajak Bik Mirna dan Mang Ujang sekalian, dan disinilah mereka semua berada di sebuah MALL terbesar di kota A.


Mereka semua saat ini sudah berkeliling di MALL pusat pembelanjaan, bahkan masing-masing mereka membawa satu paper bag milik masing-masing yang di traktir oleh Rangga karena ia ingin membuat orang-orang sekitarnya bahagia.


Sudah puas berkeliling Rangga mengajak putrinya ke area permainan yang tak jauh dari situ, putrinya tentu dengan antusias berlari mendekati area permainan dengan di ikuti oleh Rangga dari belakang dan yang lain juga pastinya.


Bruk.....


"Raya"


Teriak semua orang saat melihat putri mereka terjatuh barusan akibat bertabrakan dengan anak kecil yang sepertinya seumuran juga dengan putri mereka, Rangga segera membantu putrinya yang meringis kesakitan.


"Mana yang sakit?" tanya Rangga memandangi putrinya sembari melihat goresan luka di telapak tangan dan lutut putrinya


"Makanya punya anak itu di jaga baik-baik, lihat anak saya jadi terluka akibat anak anda berlari menabrak anak saya" ucap Seorang ibu-ibu sembari marah-marah karena anaknya juga terluka akibat tabrakan barusan


"Maaf bu, kita obati dulu anak-anak kita" kata Mas Rangga dengan lembut menuntun putrinya ke arah kursi tunggu


"Alah, gak usah. Kita gak sudi deket-deket dengan anak dari orang tua punya kasus" kata Ibu-ibu itu lagi memilih berlalu dari sana

__ADS_1


Sisil yang mendengar hanya bisa mengelus dada, ia benar-benar khawatir metal putrinya terganggu karena semua orang selalu menilai yang buruk saja tentang suaminya dan berkomentar di depan putrinya yang masih kecil.


Bik Mirna tergopoh-gopoh datang dari pintu samping membawa kotak P3K yang di ambilnya dari mobil majikannya barusan, lalu Bik Mirna memberikan kotak P3K itu kepada majikannya.


Rangga menerima kotak P3K itu dan mulai membersihkan luka yang ada di telapak tangan putrinya serta di lutut, putrinya kembali meringis saat cairan alkohol mengenai lukanya itu dan langsung di tenangkan sang nenek.


"Gimana, mau lanjut ke area permainan apa mau pulang?" tanya Mas Rangga setelah mengobati luka yang ada di tubuh putrinya itu


"Kita pulang aja, pa. Lutut Raya juga masih sakit" kata Raya agak sedih tak bisa bermain karena terjatuh tadi


"Nanti kalau udah sembuh kita pasti kesini lagi, OKE" kata Mas Rangga sembari mengecup pucuk kepala putrinya itu


Kini mereka semua telah berada di dalam mobil, mereka membawa dua mobil satu di lajukan oleh Rangga dan yang satunya di lajukan oleh Mang Ujang, mobil yang di lajukan Rangga hanya untuk membawa mereka berempat.


Sedangkan mobil yang di lajukan Mang Ujang buat membawa barang-barang belanjaan mereka tadi yang lumayan banyak, karena Bik Mirna sekalian belanja kebutuhan rumah tangga yang memang stok sudah menipis di dalam kulkas.


Hanya berapa belas menit akhirnya mobil yang di lajukan oleh Rangga dan Mang Ujang memasuki halaman rumah, lalu mobil berhenti tepat di depan rumah dan Bik Mirna terlebih dahulu keluar karena ia yang memegang kunci rumah.


Setelah pintu di buka Rangga kembali mengendong putrinya sampai ke kamar di ikuti oleh sang ibu dam Sisil, sedangkan Bik Mirna dan Mang Ujang menurutkan satu persatu barang-barang belanjaan mereka tadi untuk di bawa ke dapur.

__ADS_1


"Apa masih sakit?" tanya Mas Rangga pada putrinya itu setelah meletakkan putrinya di atas tempat tidur


"Gak lagi, pa. Tapi badan Raya terasa pegal" kata Raya sembari membaringkan tubuhnya


"Mau mama buatkan makanan apa, biar putri cantik mama cepat sembuh?" tanya Sisil yang berada di tepi ranjang putrinya


"Atau mau makanan yang nenek bikin" celetuk Ibunya Rangga menimbali percakapan mereka


"Gak ma, nek. Raya mau istirahat saja" jawab Raya akhirnya memilih memejamkan kedua kelopak matanya


Rangga, Sisil dan sang ibu langsung mendaratkan ciuman di pucuk kepala putri mereka itu secara bergantian, setelah memastikan putri mereka tertidur dengan sangat lelap, mereka pun memilih keluar dari kamar tersebut.


Sisil memilih ke dapur ingin melihat stok bahan makanan yang di beli Bik Mirna tadi, sekalian membantu Bik Mirna karena memang sudah menjadi kebiasaan jika belanja stok bahan makanan perbulan.


Sedangkan Rangga dan sang ibu memilih duduk di halaman belakang ingin berbincang-bincang hangat, sekalian menikmati suasana sore di halaman belakang yang terasa sangat sejuk dengan angin sore


Tak berapa lama Sisil datang membawa tiga gelas teh hangat dan beberapa cemilan, agar menikmati suasana sore di halaman belakang menjadi semakin nikmati di temani dengan teh hangat dan beberapa cemilan itu.


Lalu Sisil meletakkan nampan yang berisi teh hangat dan beberapa cemilan di atas meja yang ada di dekat kursi kayu yang di duduki oleh Rangga dan sang ibu, kemudian mereka bertiga mulai berbincang-bincang sembari menikmati teh hangat dan cemilan itu.

__ADS_1


__ADS_2