Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 61


__ADS_3

Kini waktu menunjukan pukul 04.00 sore, Sisil dan yang lain tengah bersiap-siap hendak pergi piknik di taman kota dan beberapa makanan ringan dan buah-buahan telah di masukan Sisil ke dalam kotak bekal yang akan di bawanya nanti.


Sekalian Sisil mengajak Bik Mirna karena kemungkinan mereka pergi piknik sampai menjelang magrib nanti, setelah semua di pastinya sudah siap Sisil dan yang lain yang hanya memakai baju santai segera keluar dari rumah.


Bik Mirna yang terakhir keluar rumah segera mengunci pintu utama lalu menyusul majikannya yang telah berada di dalam mobil, kali ini Rangga memilih membawa mobilnya karena akan cukup untuk mereka berlima dan untuk Mang Ujang tidak ikut.


Soalnya tadi sebelum pukul 04.00 Mang Ujang izin pulang cepat ada keperluan keluarga, tentu Sisil dan Rangga mengizinkan karena Mang Ujang juga sudah tak ada kerjaan selain sering kali Mang Ujang membantu merapikan tanaman milik Sisil.


Mobil pun mulai di lajukan Rangga dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman mereka menuju taman kota, kebetulan jalanan tak terlalu macet sehingga bisa mempercepat mereka tiba di taman kota bahkan hanya berapa menit.


Setelah mobil di parkirkan Rangga di parkiran khusus mobil, Sisil dan yang lain segera keluar dari mobil lalu Sisil membantu Bik Mirna untuk membawa bekal yang telah mereka siapkan di rumah tadi sedangkan Rangga membantu membawa karpet.


"Di tempat lain udah penuh, sebaiknya disini saja kita piknik" kata Mas Rangga menghentikan langkah kakinya


"Iya sudah, yang penting ada tempat buat piknik" jawab Sisil menerima saja usulan dari suaminya itu


Kemudian Rangga segera membentang karpet tersebut, setelah terbentang dengan sempurna yang lain segera duduk dan Bik Mirna dengan Sisil segera meletakkan kotak bekal yang mereka bawa tadi.


Angin sore menerpa wajah semua insan yang ada di taman kota itu, suasana sore itu terasa sangat sejuk apalagi di taman kota itu ada sebuah danau buatan yang membuat orang jadi tak bosan jika hendak berkunjung kesitu.


Selagi menikmati suasana sore di taman kota Sisil membuka kota bekal yang tadi di bawanya, putri mereka dengan antusias membuka makanan ringan dengan susu UHT varian rasa full cream yang jadi minuman favoritnya.


Sang ibu pun ikut senang karena beberapa hari ini banyak sekali mereka menghabiskan waktu selalu bersama-sama, meski sekarang tinggal menghitung hari kapan Rangga akan segera di sidang soal kasus yang tengah di hadapinya saat ini.


"Ibu mau?" tanya Sisil selesai mengupas buah mangga dan di potong-potongnya lalu di sodorkannya ke arah ibu mertuanya

__ADS_1


"Terima kasih, kamu juga harus banyak makan buah. Biar dedek bayinya selalu sehat" kata Ibunya Rangga sembari mengelus perut Sisil yang sudah terasa keras


Sisil tersenyum sembari menganggukkan kepala, Rangga pun ikut tersenyum lalu Rangga minta tolong dengan Bik Mirna untuk mengabadikan momen mereka berempat yang sedang duduk di atas karpet dan tentu Bik Mirna dengan senang hati menolong.


Crek


Crek


Crek


Entah berapa banyak Bik Mirna mengabadikan momen kebersamaan majikannya itu, yang penting menurut Bik Mirna sudah membantu mengabadikan momen kebersamaan tersebut.


"Sekarang giliran Bik Mirna yang disini, aku yang foto" kata Mas Rangga setelah menerima HP-nya yang di sodorkan Bik Mirna barusan


"Aduh aku jadi malu kalau harus di fotoin tuan" kata Bik Mirna sembari memasang raut wajah malu


Satu


Dua


Tiga


Crek...Crek..Crek


Rangga menyunggingkan senyum yang sangat lebar melihat beberapa foto yang di ambilnya itu, LUCU apalagi putrinya yang begitu antusias mengajari Bik Mirna cara bergaya ketika berfoto.

__ADS_1


Selesai mengabadikan momen kebersamaan mereka, mereka kembali menikmati cemilan dan beberapa makanan yang di bawa dari rumah tadi setelah makan putri mereka menarik tangan sang nenek untuk mendekat ke arah danau.


Di ikuti oleh Bik Mirna dari belakang, jadi kini yang tinggal duduk di karpet hanya Sisil dan Rangga lalu Rangga segera merangkul pinggang Sisil dan menarik pelan kepala Sisil agar mau bersandaran di pundak Rangga.


"Semoga rumah tangga kita akan selalu bahagia seperti ini sampai memiliki cucu dan akhir hayat kita" kata Mas Rangga mengelus kepala Sisil yang berada di pundaknya dengan begitu lembut


"Aamiiiin, semoga Mas. Hanya satu yang aku minta ke depannya, Mas tetap menjaga hati Mas untuk aku" kata Sisil membenarkan posisi duduknya lalu menghadap ke arah suaminya


"Aku gak mau janji tapi aku akan buktikan" jawab Mas Rangga sembari menggenggam jari jemari milik Sisil lalu mencium punggung tangan Sisil dengan lembut


Sisil menaikkan sudut bibirnya membentuk lengkungan senyum, ia berharap suaminya membuktikan apa yang telah mereka ucapkan barusan dan Sisil berharap ke depannya rumah tangga mereka tak lagi di terpa masalah.


Sang ibu yang sedang bermain dengan sang cucu bisa melihat bagaimana rasa cinta antara sang anak dan sang menantu yang sangat besar itu, bahkan sang ibu juga ikut tersenyum dari jauh dan berdoa rumah tangga sang anak dan sang menantu di jauhkan dari masalah-masalah besar.


"Ayo, Bik Mirna kejar Raya" kata Raya yang dari tadi bermain kejar-kejaran dengan Bik Mirna


Sedangkan sang ibu tak bisa ikut karena tubuhnya tak sekuat Bik Mirna untuk mengejar sang cucu, jadi sang ibu memilih memperhatikan saja sekalian melihat suasana sore di taman kota yang semakin ramai.


Tak terasa kini sudah menunjukkan pukul 05.15, Rangga pun memanggil putrinya karena sudah sore jadi mereka harus kembali ke kediaman mereka dan dalam keadaan masih ngos-ngosan putrinya mendekati sang papa.


Sisil memasukan beberapa barang ke dalam kotak bekal yang di bawanya tadi di bantu oleh Bik Mirna, setelah mereka semua beranjak Bik Mirna menggulung karpet yang menjadi alas mereka duduk tadi lalu di bawanya ke mobil.


Karena Rangga saat ini mengendong putrinya yang merasa kelelahan setelah bermain lari-larian dengan Bik Mirna tadi, sang ibu hanya mengekor di belakang bersama Sisil hingga mereka pun sampai di mobil.


Sisil segera memasukan kotak bekal itu ke bagasi mobil begitu juga Bik Mirna memasukan karpet yang di bawanya, setelah itu mereka berlima masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi seperti saat mereka berangkat tadi.

__ADS_1


Hanya berapa menit mobil yang di lajukan Rangga telah sampai ke kediaman mereka, lalu mereka berlima sama-sama masuk ke dalam rumah dan menuju kamar tidur masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka yang terasa sangat lengket.


__ADS_2