Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 63


__ADS_3

Satu tahun kemudian


Sisil telah melahirkan anak keduanya yang ternyata berjenis kelamin perempuan juga, bahkan anak keduanya sekarang telah berusia empat bulan yang artinya lagi lucu-lucunya apalagi anak keduanya memiliki tubuh yang gemuk.


Sisil dan Rangga memberi nama pada anak kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan itu adalah Rani, nama yang menurut mereka mudah di ucap dan di ingat keluarga mereka apalagi sang mama sudah tua susah untuk mengingat nama kedua cucunya.


Raya pun begitu semangat setiap pulang sekolah bermain dengan sang adik yang mengemaskan itu, bahkan Azzam juga seperti biasa ketika libur semester ia menginap di kediaman Sisil dan Rangga sekalian bermain dengan adik sepupunya yang masih bayi itu.


"Cilukba...."


Raya dan Azzam tak henti-henti mengajak baby Rani bermain sampai baby Rani juga terus tertawa di buat Raya dan Azzam, Sisil yang melihat pemandangan itu menyunggingkan senyuman bahagia dengan kehadiran semuanya.


Apalagi kehadiran baby Rani yang menurut Sisil membawa berkah, rumah tangganya dengan Rangga sekarang semakin harmonis dan masa sulit telah mereka lalui sama-sama meski terkadang masih teringat jelas oleh Sisil kenangan itu.


Kenangan suaminya pernah selingkuh, suaminya pernah mendekam di balik jeruji besi, ombak-ambik rumah tangga mereka seperti terus di terpah badai yang sangat dahsyat dan untungnya mereka berdua tak menyerah.


"Kenapa melamun?" tanya Mas Rangga menghampiri Sisil yang memperhatikan Raya dan Azzam tengah bermain dengan baby Rani yang ada di di dalam box bayi


"Lihat itu" kata Sisil sembari menunjuk ke arah Raya dan Azzam


Lalu Rangga menoleh ke arah yang di tunjuk Sisil sembari mendaratkan bokongnya di kursi samping Sisil, Rangga juga tersenyum bahagia melihat pemandangan yang sangat jarang di lihatnya pasalnya Azzam tak selalu menginap di kediaman mereka.

__ADS_1


Hanya ketika libur semester Azzam bisa menginap di kediaman mereka, sekalian Azzam yang mengunjungi makam mediang kedua orang tuanya yang kebetulan berada di pemakaman umum perumahan elit di kediaman Sisil dan Rangga ini.


Kini langit sore mulai berubah warna jingga, Sisil mengajak Raya dan Azzam untuk masuk ke dalam rumah setelah puas bermain di halaman belakang, sekalian ingin memandikan baby Rani karena sudah sore.


Dengan patuh Raya dan Azzam segera melangkahkan kaki mereka mengikuti Sisil yang hendak memandikan baby Rani, bahkan Raya dan Azzam menguntit kemana pun Sisil melangkah bersama baby Rani sampai membuat Sisil pusing sendiri.


Dengan tingkah laku sang putri dan sang keponakan, selesai memandikan baby Rani dan memakaikan piyama tidur, Sisil kembali membawa baby Rani ke ruang keluarga dan meletakan baby Rani di karpet bulu yang ada di dekat sofa.


"Raya Azzam, mandi dulu sana. Baru main lagi dengan baby Rani" titah Sisil pada keduanya


Raya dan Azzam pun mengangguk setuju mau tak mau mereka berdua harus mandi, tentu tak di bolehin Sisil jika belum mandi mendekati baby Rani yang sudah mandi takut membawa bakteri apalagi mereka habis dari luar.


"Masyaallah, princess papa udah cantik" kata Mas Rangga mendekati Sisil dan baby Rani


Baby Rani mulai mengeluarkan suara, membuat Rangga dan Sisil semakin gemas dengan kelakuan baby Rani yang sudah makin pinter bahkan baby Rani sesekali tengkurep meski belum bisa berbalik sendiri dan tentu di bantu Sisil untuk berbalik.


Raya dan Azzam telah selesai mandi, mereka berdua keluar dari kamar tidur yang berbeda Raya kamar tidurnya sendiri sedangkan Azzam keluar dari kamar tidur untuk para tamu dan mereka berdua segera menghampiri semuanya yang sedang berada di ruang keluarga.


Langit yang tadi berwarna jingga kini telah berganti menjadi gelap gulita, namun ada pencahayaan sedikit dari bulat sabit bersama bintang-bintang yang memenuhi langit itu yang terlihat sangat indah.


"Tuan Nyonya, makan malam sudah siap" kata Bik Mirna kemudian mengambil baby Rani membantu menjagakan baby Rani selama majikannya makan

__ADS_1


"Baik bik, titip baby Rani sebentar ya" kata Sisil segera beranjak dari duduk lalu melangkahkan kaki mengikuti yang lain yang sudah berada di ruang makan


Tanpa menunda-nunda waktu Sisil dan yang lain mulai menyantap makan malam yang di masak oleh Bik Mirna, dengan lahap mereka menghabiskan beberapa menu masakan Bik Mirna yang memang paling juara.


Selesai makan Sisil langsung kembali ke ruang keluarga mengambil alih baby Rani, dan Bik Mirna juga langsung pamit hendak membereskan meja makan yang sedikit berantakan dan Sisil tak bisa lagi membantu Bik Mirna semenjak ada baby Rani.


Dan lagi-lagi Raya sama Azzam bermain dengan baby Rani yang saat ini sedang tengkurep di atas karpet, sedangkan Sisil dan Rangga hanya bisa melihat dari sofa sembari menonton TV acara favorit Sisil.


Malam semakin larut baby Rani mulai mengantuk bahkan berapa kali terlihat menguap, Sisil pun segera menghampiri baby Rani dan di ambilnya lalu hendak di susuinya agar baby Rani segera tidur.


"Raya, Azzam. Tidurlah, besok kita akan pergi jalan-jalan sama baby Rani juga" titah Sisil lagi pada keduanya


"Raya belum ngantuk, ma" jawab Raya yang kini asyik menggelendoti sang papa


"Azzam juga masih mau nonton, te" kata Azzam yang kini ikut menonton TV karena siaran TV telah di ganti oleh Rangga dengan acara pertandingan sepak bola


"Iya terserah kalian, besok kalau kesiangan gak jadi kita jalan-jalan" kata Sisil lalu memilih beranjak dari situ dan menuju kamar utama yang di tempatinya bersama sang suami


Raya dan Azzam pun terdiam sesaat, setelah itu mereka berdua sama-sama beranjak dan menuju kamar tidur masing-masing karena tak ingin kesiangan yang mengakibatkan mereka batal dengan acara jalan-jalan.


Rangga yang melihat kelakuan sang putri dan sang keponakan tersenyum, dan kini ruang keluarga pun tampak sepi setelah semuanya masuk ke dalam kamar tidur masing-masing hingga Rangga pun ikut beranjak dari ruang keluarga dan menyusul Sisil yang sudah di dalam kamar.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam kamar, terlihat Sisil sudah tertidur di samping baby Rani yang juga sudah tertidur dengan pulas dan perlahan Rangga mengendong baby Rani untuk di pindahkan ke box baby yang ada di dekat ranjang tidur.


__ADS_2