Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 7


__ADS_3

Malam hari


"Pokoknya aku pengen kita bertiga bertemu, aku pengen semuanya clear" kata Sisil setelah masuk kamar menghampiri suaminya yang duduk di atas ranjang


"Buat apa, aku juga udah pilih kamu. Bahkan aku udah di rumah terus, kamu juga bisa selalu cek lokasi aku" kata Mas Rangga yang tak mau membahas masalah Lisa lagi


"Aku pengen kamu mengakhiri hubungan kamu sama Lisa di depan aku, masalah anaknya kita tanggung jawab dan kita biayain. Tapi aku yang transfer, aku mau kamu benar-benar berhenti komunikasi dengan Lisa" kata Sisil dengan tegas sembari menatap kedua bola mata suaminya


"Ya sudah aku setuju, aku juga gak pernah lagi berhubungan dengan Lisa" jawab Mas Rangga berusaha menyakinkan


Sisil hanya nyengir mendengar jawaban yang keluar dari mulut suaminya, di kira suaminya ia anak kecil yang bisa di bodohi begitu saja.


Sisil pun memutuskan ingin segera tidur karena sekarang ia di sibukkan kembali mengurusi perusahaan miliknya, apalagi suaminya memilih tetap di rumah dan jadi antar jemput anak mereka sekolah.


.


.


Keesokan harinya


Sisil berusaha normal seperti tak ada masalah apapun di dalam rumah tangganya, Sisil juga gak pernah update status galau di sosial medianya, agar tak ada yang mengetahui masalah yang terjadi dalam rumah tangganya saat ini.


Ia juga rajin mengontrol para karyawannya yang sedang bekerja, ketika menjelang makan siang tadi juga ia di jemput suaminya di perusahaan miliknya untuk makan siang di luar bersama putri mereka tentunya nampak seperti keluarga yang harmonis.


Selesai makan suaminya dan anak mereka langsung pulang ke rumah mereka setelah mengantar Sisil kembali ke perusahaan miliknya, Sisil melangkahkan kaki menuju ruangannya sembari terus mengembangkan senyuman ketika para karyawannya menyapanya.

__ADS_1


"Mbak tadi orang tua Lisa kesini, sebenarnya bukan tadi aja mereka kesini. Mereka memang sering kesini, kami para karyawan aja risih lihatnya" kata Salah satu karyawan Sisil yang jadi kepercayaan Sisil sekarang


Deg


"Jadi orang tua Lisa tau kalau Lisa ada hubungan dengan Mas Rangga" kata Sisil dalam hati


"Terima kasih infonya" kata Sisil kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangannya


Tiba di dalam ruangannya Sisil segera duduk di kursi kebesarannya, Sisil duduk sembari menopang dagunya dan jari jemarinya mengetuk-ngetuk meja kerjanya sembari pikirannya terus berkelana.


Kemudian Sisil kembali beranjak dari kursi kebesarannya ingin menuntaskan segala permasalahan yang tengah di hadapinya sekarang, Sisil pamit dengan para karyawannya jika ia ada urusan di luar.


Sisil melangkahkan kaki ke arah parkiran dimana mobil miliknya terparkir, lalu ia segera masuk dan mulai melajukan mobil miliknya dengan kecepatan sedang meninggalkan perusahaan miliknya.


Sisil pun mulai bertanya-tanya soal perumahan yang di beli suaminya buat Lisa itu, dan marketing itu pun menjelaskan bahwa ketika membeli perumahan itu suaminya datang bersama dengan Lisa dan orang tuanya.


"Kok ada orang tua dukung anaknya kayak gini" kata Sisil dalam hati tak menyangka dengan kenyataan yang baru terungkap ini


"Terima kasih, mbak atas infonya. Saya permisi" kata Sisil setelah puas mengetahui semua itu


Sisil segera keluar dari perkantoran tersebut dan kembali masuk ke dalam mobilnya, kemudian Sisil melajukan mobil meninggalkan perkantoran developer perumahan Lisa.


Sisil terpaksa kembali ke perusahaan miliknya karena masih banyak pekerjaannya yang harus di periksanya, belum lagi soal pabrik yang sudah lama tak di kunjunginya apalagi terakhir yang berkunjung ke pabrik miliknya adalah suaminya.


.

__ADS_1


.


Saat tengah sibuk mengecek berkas-berkas yang di serahkan oleh karyawannya tadi HP-nya berbunyi menandakan ada pesan masuk, Sisil pun segera melihat layar HP-nya ingin mengetahui siapa yang baru saja mengiriminya pesan.


^^^[Sil, aku denger-denger Rangga selingkuhi kamu ya. Ada juga di t1ktok siapa itu post foto laki-laki yang di tutupi stiker, jelas banget kalau itu Rangga aku masih ingat soal baju itu yang kamu beli bareng aku dulu]^^^


Teman-teman kuliah Sisil pun akhirnya tau kalau suaminya sudah selingkuh di belakang Sisil, Sisil tak berminat membalas pesan dari temannya itu dan memilih mengabaikannya saja.


Sisil melanjutkan pekerjaannya yang masih lumayan banyak, apalagi ini sudah menjelang sore ia tentu harus segera pulang tak mau membuat putrinya menunggunya jika ia sampai pulang larut malam.


Waktu terus berjalan hingga akhirnya semua berkas tersebut sudah selesai di periksa Sisil, ia pun segera keluar dari ruangannya dan pamit pulang dengan para karyawannya.


Para karyawan Sisil sangat senang jika Sisil yang menjadi atasan mereka, karena Sisil memang sangat ramah beda sekali dengan suaminya kelihatan cuek dan dingin namun di balik itu justru selingkuh dengan admin di perusahaan Sisil.


"Mama...." kata Raya langsung memeluk Sisil saat Sisil tiba di rumah


"Putri mama pasti udah mandi makanya kelihatan cantik" kata Sisil mengelus pucuk kepala putrinya kemudian mencium pipi kanan dan pipi kiri putrinya


"Iya ma, ohh ya kok sekarang jadi mama yang sibuk di perusahaan dan malah papa yang jadi antar jemput sekolah Raya" kata Raya sembari mengerucutkan bibirnya


"Maaf ya sayang, untuk saat ini mama yang harus ke perusahaan jadi gak apa-apakan Raya di antar jemput sama papa dulu" kata Sisil memberi penjelasan pada putrinya


Dengan patuh putrinya langsung menganggukkan kepalanya, kemudian Sisil mengandeng tangan putri mereka untuk segera masuk ke dalam rumah dan menghampiri suaminya yang tengah duduk santai di ruang keluarga.


Sisil pamit dengan putrinya hendak membersihkan tubuh dahulu baru bisa bergabung dengan putrinya dan suaminya, tiba di kamar Sisil langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.

__ADS_1


__ADS_2