Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 36


__ADS_3

Di kediamannya Sisil menemani putrinya dan Azzam yang tengah bermain di ruang keluarga seperti biasa mainan kedua orang di sayangnya itu adalah balok-balok yang di susun tinggi, Sisil senang kini Azzam semakin ceria selama tinggal di kediamannya.


Namun Sisil jadi sedih teringat bahwa besok Azzam akan kembali ke rumah kedua orang tua almarhuma Alesa, karena dua hari yang akan datang seluruh sekolah mulai kembali masuk dan melakukan kegiatan belajar mengajar.


Saat fokus memperhatikan putrinya tengah bermain dengan Azzam, Sisil sesekali mengelus perutnya yang masih rata itu ia tak sabar menunggu perkembangan bayi dalam kandungannya penasaran jenis kelamin apa bayi yang sedang di kandungnya saat ini.


"Raya, Azzam main udah dulu saya. Udah sore mandi sana, nanti lanjut lagi" ujar Sisil saat melihat jam dinding menunjukkan pukul 04.40 sore


"Iya ma, iya te" jawab Raya dan Azzam hampir bersamaan kemudian mereka berdua segera merapikan mainan mereka


Setelah mainan rapi Azzam lebih dulu beranjak dari duduknya dan segera melangkahkan kaki ke kamar tamu, tak lama putrinya ikut beranjak dan tentunya di temani Sisil ke kamar tidur untuk segera membersihkan tubuh.


Tiba di dalam kamar tidur putrinya, putrinya yang sudah semakin besar sudah bisa mandi sendiri jadi Sisil hanya sekedar menemani karena takut putrinya terjatuh di kamar mandi dan sekalian Sisil menyiapkan piyama tidur untuk putrinya itu.


Hanya berapa belas menit putrinya pun telah selesai mandi, kemudian putrinya mendekati ranjang tidur dimana sang mama sedang duduk di tepi ranjang dan di samping sang mama sudah tersedia piyama tidur unicorn favoritnya.


Segera putrinya itu memakai piyama tidur tersebut, kemudian putrinya duduk di kursi meja rias yang ada di samping ranjang dan Sisil membantu mengeringkan serta menyisir rambut panjang yang tergerai milik putrinya itu.


Selesai semua kini Sisil dan putrinya keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga lagi, kali ini Sisil dan putrinya memilih untuk menonton TV dan selang berapa menit mereka berdua duduk Azzam muncul dari belakang dengan rambut yang masih sedikit basah.


Itu artinya Azzam sudah mandi juga kemudian Azzam ikut nimbrung duduk di samping Sisil dan sepupunya, Bik Mirna yang tadi di dapur membuat sebuah kue brownies membawa ke ruang keluarga dan meletakkan di atas meja di hadapan majikannya itu.

__ADS_1


"Wah, bibik buat kue brownies. Ini makan kesukaan Azzam dan Raya, terima kasih bik" kata Sisil saat melihat kue brownies coklat yang terlihat indah dengan taburan keju di atasnya


"Sama-sama nyonya, saya permisi. Selamat menikmati" kata Bik Mirna kemudian kembali ke dapur


"Ayo di makan kue brownies-nya, itu udah di potong-potong oleh bik Mirna" ujar Sisil kepada putrinya dan Azzam lalu ia juga menyomot satu potong kue brownies itu memasukkan ke dalam mulutnya


Putrinya dan Azzam ikut mengambil masing-masing satu potong kue brownies itu, dengan perlahan mereka menikmati kue brownies itu yang terasa sangat lezat apalagi teksturnya yang sangat lembut dan pas di lidah mereka.


"Hemm, enak ma" kata Raya kemudian mengambil satu potong kue brownies lagi


Begitu juga dengan Azzam ia mengambil satu potong lagi apalagi ia paling suka dengan kue brownies, namun saat potongan kedua masuk ke dalam mulut ia teringat dengan almarhuma bundanya yang juga suka kue brownies.


Tes


"Kak Azzam, kenapa?" tanya Raya yang menangkap basah Azzam menitikkan air mata meski Azzam buru-buru menghapus air matanya


Sisil yang terlalu fokus menonton TV sembari menikmati kue brownies tidak tau, namun saat putrinya bertanya dengan Azzam segera ia menoleh ke arah Azzam yang tampak menahan air mata yang sudah mengenang di kantung mata itu.


Tanpa bertanya apapun Sisil segera memeluk Azzam, ia baru teringat bahwa kue brownies juga makanan favorit almarhuma Alesa dan pasti Azzam saat ini kembali mengingat masa kecil bersama almarhuma bundanya.


"Menangislah kalau mau menangis, tante tau Azzam pasti ingat dengan bunda kan saat makan kue brownies ini" kata Sisil sembari mengelus punggung belakang keponakannya itu

__ADS_1


Putrinya yang paham ikut mengelus punggung belakang Azzam, dan kini mereka bertiga larut dalam kesedihan bersama-sama tapi seketika kesedihan mereka terbuyar saat mendengar suara salam dari arah pintu utama yang tentunya mereka bertiga sangat kenal dengan suara itu.


"Loh-loh kenapa pada nangis ni, seharusnya papa pulang di sambut dengan senyuman bahagia" kata Mas Rangga berusaha mencairkan suasana di ruang keluarga


Sisil hanya menangapi dengan senyuman tipis, kemudian ia segera mencium punggung tangan suaminya dengan takzim di ikuti oleh putrinya dan Azzam juga lalu suaminya segera mencium putrinya dan Azzam di pucuk kepala.


Setelah mencium putrinya dan Azzam, Rangga beralih mencium kening Sisil dan Rangga yang melihat potongan kue brownies di atas meja yang ada di hadapan Sisil dan putrinya serta Azzam sudah bisa menebak apa penyebab ketiga orang tersebut menangis.


"Raya, Azzam tunggu disini ya. Mama mau menyiapkan pakaian buat papa yang mau membersihkan tubuhnya, mama juga sekalian mau mandi" kata Sisil pamit dengan putrinya dan Azzam


"Iya ma, iya te" jawab Raya dan Azzam


Sisil dan Rangga segera melangkahkan kaki menuju kamar tidur utama yang mereka tempati, sepanjang melangkahkan kaki Rangga terus merangkul pinggang Sisil tak mau di lepaskannya seolah-olah Sisil hendak pergi.


Sampai di dalam kamar, Rangga yang tau Sisil belum mandi karena terlihat dari pakaian yang masih melekat di tubuh Sisil adalah pakaian tadi siang sewaktu mereka mengantar sang ibu ke bandara tadi segera mendaratkan ciuman di bibir ranum milik Sisil.


Ciuman itu terus menuntun tanpa di lepaskannya Rangga mengendong tubuh Sisil masuk ke dalam kamar mandi, kemudian Rangga perlahan meletakkan tubuh Sisil ke dalam bathtub lalu melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh mereka berdua.


Rangga dan Sisil pun mulai bercinta di dalam buthtub, percintaan terus berlangsung membuat suasana di dalam kamar mandi menjadi panas, surga dunia terasa sangat nikmat saat ini membuat Rangga dan Sisil terus bercinta entah sudah yang ke berapa kali.


"Ahhh......"

__ADS_1


Des*han panjang lolos dari mulut mereka berdua ketika sama-sama mencapai puncak, Sisil terkulai lemas di dalam bathtub begitu juga Rangga setelah itu mereka berdua segera membersihkan tubuh mereka masing-masing.


__ADS_2