Milikku Bukan Milikmu

Milikku Bukan Milikmu
Bab 27


__ADS_3

Dewi telah selesai menyusun semua barang-barang miliknya ke ruangannya yang baru, kini ia mulai mempelajari apa saja pekerjaan yang di lakukan oleh wakil CEO yang sekarang ia sedikit kurang mengerti.


Namun tak berapa lama kemudian ia mendapat notifikasi pesan dari aplikasi gagang telepon berwarna hijau, di lihatnya ternyata Sisil yang mengirimnya pesan tersebut segera ia buka karena penasaran.


^^^[Aku percayakan posisi wakil CEO padamu, pekerjaannya kamu cukup memeriksa setiap laporan dari seluruh bagian. Setelah itu nanti laporan itu di serahkan pada Mas Rangga, untuk meminta tanda tangannya dan kamu juga akan sering menemani Mas Rangga berkunjung ke pabrik]^^^


^^^[Baiklah Bu Sisil, saya mengerti. Terima kasih telah memberi kepercayaan posisi wakil CEO pada saya, insyaallah saya akan jaga amanah ini]^^^


^^^[Iya sama-sama, Dew. Selamat bekerja dengan posisi baru]^^^


^^^[Iya Bu, ibu Sisil juga jaga kesehatan biar dedek dalam kandungan berkembang dengan baik]^^^


Setelah berkirim pesan dengan Sisil, Dewi segera menghubungi Berlian melalui telepon yang ada di ruangannya untuk segera mengumpulkan laporan dari setiap bagian dan mengantarkan laporan bulan ini ke ruangannya karena harus segera di periksa dan di tanda tangani atasan mereka.


Setengah jam kemudian terdengar bunyi ketukan dari luar di depan ruangan Dewi, Dewi yang sedang melihat kinerja bagian promosi melalui laptop yang ada di ruangan itu segera mempersilahkan seseorang yang ada di depan ruangan untuk masuk.


"Ini semua laporan dari setiap bagian" kata Berlian sembari meletakkan tumpukan berkas itu di atas meja Dewi


"Ohh iya, terima kasih Berlian" kata Dewi tersenyum ramah kepada Berlian


"Iya sama-sama, saya permisi" kata Berlian kemudian pamit undur diri dari ruangan baru milik Dewi yang dulu adalah ruangan milik Sisil


Selepas kepergian Berlian, Dewi mulai memeriksa satu persatu laporan tersebut dan di cocokannya dengan laporan yang ada di dalam laptop yang ada di hadapannya itu dengan telaten Dewi memeriksa semua laporan itu setelah di pastikan semua benar.


Dewi segera beranjak dari kursi kebesarannya itu sembari merapikan semua laporan itu lalu membawa semua laporan itu keluar dari ruangannya, dan melangkahkan kaki ke arah ruangan atasannya yang memang ada di sebelah ruangannya.

__ADS_1


Tok...Tok...


"Masuk....." ujar Mas Rangga saat mendengar bunyi ketukan pintu ruangannya


Dewi yang membawa semua laporan segera membuka pintu ruangan Rangga setelah di persilahkan untuk masuk, kemudian Dewi melangkahkan kaki mendekati meja kerja Rangga dan meletakkan semua laporan yang ada di tangannya di atas meja atasannya itu.


"Sudah kamu periksa semua?" tanya Mas Rangga tanpa mengalihkan tatapannya yang sedang fokus dengan layar laptop


"Sudah Pak, semua sudah benar sesuai dengan yang ada di laptop yang ada di ruangan saya" kata Dewi begitu segan jika berhadapan dengan Rangga hanya berdua apalagi Rangga memang sedikit cuek dan dingin


"Ya sudah, silahkan keluar. Nanti saya hubungi kamu melalui telepon ruangan kalau semuanya sudah saya tanda tangani" kata Mas Rangga masih tetap tak menoleh ke arah Dewi sama sekali


"Baiklah Pak, saya permisi" kata Dewi kemudian segera bergegas keluar dari ruangan atasannya itu


"Huh" gumam Dewi bernapas lega setelah keluar dari ruangan atasannya itu


.


.


Malam hari


Waktu terasa berjalan begitu cepat malam ini malam pergantian tahun, Sisil dan sekeluarga malam ini mengadakan acara barbeque di halaman belakang kediamannya dan sangat kebetulan siang tadi Azzam datang ke rumah Sisil di antara sang kakek.


Membuat suasana semakin seru karena putrinya terus bersorak gembira ada teman, Sisil memiliki tiga keponakan namun hanya Azzam yang sangat dekat dengan putrinya bahkan putrinya merasa seperti memiliki kakak laki-laki.

__ADS_1


Acara barbeque pun sudah di mulai, Rangga yang saat ini menunggui daging sapi yang ada di atas panggangan itu dan Sisil di samping hanya memperhatikan saja sedangan putrinya dari tadi sibuk bermain dengan Azzam.


Bik Mirna menyiapkan minuman serta beberapa cemilan untuk mereka, sedangkan ibu mertuanya memilih mengawasi putrinya dan Azzam yang tengah bermain puzzle tak jauh dari tempat Sisil dan Rangga.


"Kak Azzam berapa lama menginap disini?" tanya Raya pada Azzam sembari terus menyusun puzzle-puzzle itu


"Paling tiga hari, karena kan sebentar lagi kita masuk sekolah" kata Azzam yang sekarang sudah duduk di bangku kelas 5 SD


"Ohh gitu, kenapa kak Azzam gak sekolah disini aja dan tinggal disini?" kata Raya lagi sembari menatap Azzam


"Gak bisa, kasian nenek sama kakek ku gak ada teman" kata Azzam sembari tersenyum


Cukup lama mereka berdua mengobrol akhirnya Sisil memanggil mereka berdua karena daging sapi yang di panggang Rangga sudah mateng, mereka semua pun mulai menikmati daging sapi panggang itu dengan lahap.


Bik Mirna juga ikut bergabung bersama mereka semua karena Sisil yang meminta, malam semakin larut karena tak mungkin menunggu sampai pukul 12.00 malam nanti Sisil dan Rangga bersama yang lain kini mulai menghidupkan kembang api yang di beli Rangga siang tadi.


Putri mereka dan Azzam melihat kembang api yang begitu indah meletus di atas langit sangat senang, suasana malam ini benar-benar terasa indah bagi Sisil apalagi ada Azzam keponakannya yang sangat di sayanginya itu.


Selesai bermain kembang api putrinya pun mulai merengek mengantuk jadi mau tak mau Sisil mengajak putrinya tidur bersama Azzam, namun karena Azzam sudah mulai tumbuh remaja ia tak mau sekamar dengan putrinya dan memilih kamar tamu.


"Raya mau tidur dengan nenek" kata Raya dengan manja sembari bergelendotan dengan sang nenek


"Ya udah ayo, kita ke kamar. Nenek juga mulai mengantuk" kata Ibunya Rangga segera mengandeng tangan sang cucu masuk ke dalam rumah


"Jangan lupa gosok gigi sebelum tidur" kata Sisil mengingatkan putrinya itu

__ADS_1


Kini di halaman belakang tinggal Sisil dan Rangga yang duduk santai di kursi yang ada disitu memandangi langit malam ini yang sangat indah, dengan bintang yang bergantian berkelap kelip dan rembulan yang sangat terang.


Di dalam rumah ibu mertuanya dan putrinya sudah selesai menggosok gigi segera berbaring di atas tempat tidur, berbeda di kamar sebelah Azzam termenung berdiri di dekat jendela memandangi langit ia sangat merindukan sosok kedua orang tuanya yang sudah bahagia di alamnya.


__ADS_2