
Seperti janji mereka kemarin kini Sisil dan Rangga beserta Sri telah duduk di depan semua kamera berita TV, mereka bertiga akan mengadakan klarifikasi masalah video syur yang sebenarnya kelanjutan dari videi itu tak terjadi apa-apa.
"Selamat pagi menjelang siang, saya bernama Sri Wahyuni seseorang yang telah menyebarkan sebuah video editan tentang video syur Rangga dengan seorang wanita yang sebenarnya itu saya sendiri. Disini saya ingin klarifikasi sebenarnya itu bukan video syur melainkan video biasa, saat itu Rangga tak sengaja terjatuh sehingga tubuh saya ikut jatuh menimpa Rangga. Karena Rangga kesal dengan kejadian itu saya di pecat tanpa gaji dan pesangon, dan dari situ saya jadi dendam sehingga menyebarkan video editan itu. Saya harap dengan klarifikasi ini, nama baik Rangga kembali dan saya sebagai pihak yang bersalah minta maaf sebesar-besarnya"
Panjang lebar Sri berkata tanpa ada rasa gugup karena perkataan itu sudah di pikirkannya matang-matang dari semalam, sehingga hari ini ia sangat lancar berbicara di depan semua kamera berita TV.
"Baiklah, terima kasih untuk Sri Wahyuni telah membantu kami untuk klarifikasi soal video syur tersebut. Kami sekeluarga besar telah memaafkan dan kami sekeluarga besar juga minta maaf atas pemecatan tanpa gaji dan pesangon, jika saudari Sri Wahyuni masih bersedia bekerja di perusahaan kami. Kami siap menerima kembali dan cukup sampai disini klarifikasi kita, tak ada yang boleh mengajukan pertanyaan karena disini hanya untuk meluruskan masalah. Selamat pagi menjelang siang klarifikasi ini kita tutup, terima kasih"
Selesai Sri bicara Sisil juga ikut bicara karena tak ingin setelah ini Sri jadi bahan makian para orang-orang di luaran sana, karena tak ada lagi urusan Sisil dan Rangga beserta Sri pun segera beranjak dari situ dan pergi meninggal tempat tersebut.
Klarifikasi yang di siarkan secara langsung, banyak di tonton oleh semua orang seluruh Indonesia bahkan bukan hanya di berita TV ada juga di sosial media sehingga semua orang yang sempat menghina Rangga jadi merasa bersalah.
Bahkan pihak polisi pun ikut menonton berita TV tersebut, mereka memang sudah mendapatkan video asli bahkan mereka juga berniat melepaskan Rangga dan tak melanjutkan lagi kasus yang tengah Rangga hadapi.
Tapi pihak polisi masih diam membisu menunggu sidang nanti, karena ingin memberi kejutan dengan Rangga dan pihak polisi justru salut dengan keluarga Rangga yang tak memperpanjang masalah tersebut.
Padahal bisa saja keluarga Rangga membawa kasus ini keranah hukum, dan Sri bisa di jatuhkan hukuman atas penyebaran nama baik dan pembuatan video palsu namun semua itu tak di lakukan oleh keluarga Rangga.
Bahkan Sisil terang-terangan membuka lebar jalan Sri untuk bisa kembali bekerja di perusahaan miliknya, Sisil melakukan itu agar tak ada dendam di antara mereka berdua dan kalau bisa Sisil ingin selalu mencari teman bukankah Sri teman semasa SMA Rangga.
__ADS_1
"Kita pamit, Sri. Jika kamu memang berkenan untuk bekerja di perusahaan saya, datang saja kapan pun saya akan menerima kamu" kata Sisil sembari menyunggingkan senyuman yang ramah
"Terima kasih, Sil. Aku akan pikirkan, terima kasih juga sudah memaafkan kesalahanku" kata Sri kemudian memeluk Sisil sebagai tanda pertemanan
"Sama-sama, kita sekarang berteman jadi jangan sungkan" jawab Sisil sembari menepuk pelan punggung belakang Sri
Rangga yang berdiri di samping Sisil tersenyum bahagia, satu masalah yang ada di dalam rumah tangganya dengan Sisil telah clear tinggal menunggu keputusan pihak polisi nanti soal kasusnya ini apa yang akan terjadi selanjutnya.
Cukup lama berpelukan akhirnya Sisil dan Rangga pun pamit dengan Sri lalu segera masuk ke dalam mobil mereka, kemudian mobil mulai di lajukan Rangga meninggalkan tempat tersebut menuju perusahaan milik Sisil.
Berapa puluh menit mobil pun telah berhenti di parkiran khusus parkiran CEO, Rangga dan Sisil sama-sama keluar dari mobil lalu dengan posesif Rangga merangkul pinggang Sisil sembari melangkahkan kaki bersama masuk ke dalam perusahaan.
"Mas, aku lapar" kata Sisil saat mereka telah tiba di dalam ruangan Rangga
"Ya ampun, kamu lapar. Mau makan apa, biar aku pesan di aplikasi saja" kata Mas Rangga duduk di sofa samping Sisil
"Kayanya enak ya makan Mie Kwetiau apalagi pedes-pedes" kata Sisil sembari menopang dagunya menghadap Rangga
"Oke aku pesanin Mie Kwetiau tapi jangan pedes-pedes ya, kasihan anak kita dalam kandungan" kata Mas Rangga lagi sembari mengelus perut Sisil
__ADS_1
"Pokoknya aku mau pedes, kalau gak pedes aku gak mau makan. Biarin aja aku dan anak kita kelaparan" kata Sisil langsung membelakangi Rangga sembari melipat kedua tangannya di depan dada
"Akhh, baik-baik. Aku pesan sekarang" kata Mas Rangga akhirnya mengalah dari pada Sisil dan calon anak mereka kelaparan
Sisil pun bersorak dalam hati, ia sangat bahagia Rangga menuruti kemauannya dan hanya berapa belas menit makanan yang di pesan Rangga melalui aplikasi pun datang dan Dewi yang mengantarkan ke ruangan atasannya itu.
Setelah kepergian Dewi Sisil langsung membuka kotak makanan itu dan tanpa menunggu lama ia langsung melahap mie kwetiau yang pedas itu dengan sangat lahap sampai cairan hidung Sisil berapa kali hendak jatuh saking pedas makanan tersebut.
Rangga yang melihat Sisil makan dengan sangat lahap hanya geleng-geleng kepala, lalu kembali fokus memeriksa satu persatu berkas yang ada di atas mejanya sekalian di bumbuhinya tanda tangannya.
Ekkk.....
Bunyi sendawa yang keluar dari mulut Sisil sangat besar, membuat Rangga reflek langsung menoleh ke arah Sisil dan Sisil yang ketahuan hanya bisa menyengir sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Ada-ada aja, setelah itu istirahatlah nanti siang aku bangunin pas akan menjemput Raya" kata Mas Rangga sembari tersenyum menatap Sisil dari kursi kebesarannya
"Baiklah" jawab Sisil kemudian menegakkan botol air mineral sampai tandas setelah itu bekas makan dan minumnya di buangnya ke kotak sampah yang ada di dalam ruangan Rangga
Lalu Sisil kembali ke sofa dan segera membaringkan tubuhnya, hanya berapa menit ia telah terlelap bahkan terdengar dengkuran halus saking nyenyak dan Rangga yang telah selesai dengan pekerjaannya memilih menghampiri Sisil yang terlelap itu.
__ADS_1
Rangga berjongkok di dekat wajah Sisil kemudian mengelus pelan wajah halus seperti bayi itu, Rangga benar-benar merasa beruntung mendapatkan istri seperti Sisil yang masih tetap setia dengannya meski ia pernah membuat Sisil kecewa.