Mr. Secretary: Destiny Bound

Mr. Secretary: Destiny Bound
BAB 28 – TERIMAKASIH


__ADS_3

Pria itu terkejut mendengar nama Kusumawardhani disebut.


Papi dengan tenaganya mendorong si Pria ke arah dinding koridor VIP. Tubuhnya membentur dinding dengan keras.


Koridor VIP ricuh.


Beberapa security datang tergopoh-gopoh. Mengamankan Pria itu. Membawanya entah kemana.


Indra datang dengan berlari. Dia meraih tubuh Abay yang berdiri dengan gemetaran sambil membawa kantong keresek berisi gelas jus.


“Oma..! Oma tidak apa-apa kan?” Alif memeluk Mami dengan sebelah tangannya. Sebelah tangan yang lain menekan luka infusan.


“Ya Allah... Ya Allah...” Papi segera meraih tubuh Alif. Darah berceceran di lantai. Juga mengenai kemeja Papi yang berwarna biru muda.


“Arini!” Mami teringat dengan Bundanya Alif dan Abay.


Beberapa perawat datang dengan berlari.


“Buka tirainya,” perintah Papi pada perawat.


Tirai pembatas disibak. Mami memeluk Arini yang tengah berdiri dengan goyah dengan berpengangan pada handrail bed. Keduanya terisak.


“Alif kenapa cabut infusan?” Papi membelai kepala Alif perlahan.


“Alif takut, Oma dicelakai juga seperti orang itu mencelakai Bunda. Alif mau tolong Oma..”


Isakan Mami semakin keras.

__ADS_1


Indra melihat itu semua dengan mata berembun. Akbar masih berada dalam gendongannya. Bahkan saat dia berlutut di dekat Mami dan memeluk Mami yang sedang memeluk Arini.


“Ma’af.. ma’afkan Indra, Mi. Indra terlambat menyadari suara teriakan dan benda pecah itu berasal dari kamar ini. Ma’afkan Indra ya Mi. Ma’afkan Indra juga ya Teh Arin. Ma’afkan..” Indra sudah tidak dapat lagi menahan air matanya.


Saat tangan Mami membelai punggung Indra, Indra terisak.


“Indra takut sekali kalian kenapa-napa..”


Indra mendengak menatap Mami.


“Terimakasih sudah menjaga dan melindungi Arini dan Alif dengan baik, Mi. Terimakasih...”


“Oma... ma acih. Dah jaga Nda, Tata.”


Mami melepaskan pelukannya dari Indra dan Arini. Dia memandang lekat Akbar yang berada dalam gendongan Indra.


“Abay dan Alif cucu Oma dan Opa. Kalian berdua luar biasa. Oma dan Opa sayang sekali ke kalian berdua. Tidak akan kami biarkan orang jahat itu menyakiti kalian lagi.”


“Papi, terimakasih sudah bersedia melindungi Arini dan anak-anaknya atas nama keluarga.”


“Sudah menjadi kewajiban kita, Son. Kita tidak akan diam saja melihat orang yang tidak berdaya tertindas,” Papi balas menatap Indra.


Papi kembali fokus kepada Alif. Papi memeluk Alif sambil sesekali mengelus punggungnya.


Perawat mencari tempat untuk menusukkan jarum infusan lagi karena tempat sebelumnya sudah rusak dicabut paksa oleh Alif.


Lukanya sudah diberi antiseptik dan dibebat. Mencari jalur pembuluh darah yang baru bukan pekerjaan yang mudah dilakukan kepada pasien seumuran Alif.

__ADS_1


“Alif sabar ya.. Alif kuat, Alif hebat, Tahan sedikit sakitnya ya..” bujuk Papi.


“Kakak coba kepalkan tangannya. Yang kuat ya Kak,” salah satu perawat membujuk Alif, “Iya seperti itu. Tahan dulu ya.”


“Cucu Opa hebat kan? Tadi pagi saja berani lawan orang jahat yang sudah menyakiti Bunda.. iya?” Papi terus berusaha mengajak bicara Alif agar terlupa dengan jarum besar untuk memasukkan jarum infus yang halus ke dalam pembuluh darahnya.


Alif mengangguk. Dia seperti menyugesti dirinya sendiri.


“Alif anak sulung Bunda. Harus bisa memberi contoh yang baik untuk Adik..”


Perawat bergerak cepat. Setelah memasang tali pengikat dan mensterilkan area kulit yang akan ditusuk dengan alcohol swab, ia mengambil sudut 30° antara jarum suntik dan vena.


Menusukkan jarum lalu memasukkan jarum infus yang lentur dan melepaskan jarum besarnya. Saat jarum besar dicabut, Alif memekik.


“Opaaaa sakiiit!”


“Ssst.. Ssst.. Ssst...” Indra menghampiri bed Alif, “Jagoannya Om Indra. Yang sabar ya..”


“Abay uga jajoana Om Inda..” protes Akbar yang sedang dipangku Mami.


“Jagoan..” ralat Mami.


“Iya.. jajoan..” Akbar bersikeras.


“Iya..iya.. Abay dan Kakak Alif jadi jagoan Om Indra.”


.

__ADS_1


***


Babang Indra mendadak jadi bapak beranak dua. Gak nyangka naluri kebapakannya luar biasa..


__ADS_2