
“Assalamu’alaikum...” wajah Adinda muncul di balik pintu diikuti dengan Agung.
Indra baru saja selesai makan siang langsung berdiri sambil menjawab salam.
“Hey Bro..” Agung memeluk Indra.
Adinda salim pada Indra. Indra adalah Abang angkatnya. Pasca kematian ayahnya yang tragis, Keluarga Kusumawardhani mengangkatnya menjadi anak mereka. Bukan hanya oleh Keluarga Kusumawardhani saja melainkan juga diangkat sebagai anak oleh Keluarga Gumilar dan Keluarga Sanjaya.
Walau semenjak dari peristiwa yang sangat mengguncang psikis Adinda, Adinda tinggal di kediaman Keluarga Gumilar, keluarganya Agung dan Adisti. Saat itu Adinda sangat bergantung kepada Agung. Agung menitipkan Adinda di bawah pengasuhan kedua orangtuanya untuk mendidik dan memperluas pengetahuan agamanya. Kata Agung, sebagai bekal untuk menjadi madrasah pertama anak-anak mereka nantinya.
Itu sebabnya Agung memutuskan untuk tinggal di apartemen seminggu pasca Adinda tinggal di rumahnya. Untuk alasan syar’i dan adab di masyarakat.
Agung menoleh ke arah bed pasien.
“Teh Arini dan anak-anak sedang apa?”
“Tadi saya cek mereka sedang tidur. Baru selesai makan siang dan minum obat. Arini menolak makan karena mulutnya masih perih. Allif mau makan tapi sedikit. Sepertinya karena tadi banyak makan pie susu yang dibawa Mami,” Indra menunjuk boks kue dari salah satu bakery yang terkenal di Bandung.
“Si Kecil mana?” tanya Adinda sambil membuka kotak kue yang ditunjuk Indra tadi.
“Diajak Mami dan Papi ke bawah. Makan di gerai ayam kakek. Abay senang sekali..” Indra tersenyum lebar.
“Ayam Kakek?” Agung dan Adinda saling berpandangan.
“Itu looh, gerai ayam franchise luar negeri cap kakek-kakek dengan senyum ramahnya..”
“Bang, Dinda mau lihat Teh Arini dan Alif. Boleh?” tanya Adinda.
Indra mengangguk.
“Kejadian tadi, Bang Indra lihat pelakunya?” tanya Agung.
Indra menggeleng.
“Saat gue datang, pelaku sudah ditarik paksa menjauh dari koridor VIP. Gue cuma lihat punggungnya doang.”
Gawai mereka serentak berbunyi. Ada pesan video yang masuk di WAG Kuping Merah dari Anton.
Anton_Ma’af baru sempat upload ini. Baru beres meeting 20 menit yang lalu (emot tangan ditangkupkan)_
Leon_Lu cuma butuh waktu kurang dari 20 menit untuk masuk ke sistem CCTV rumah sakit dan sedot data rekamannya, Ton? Warbiyasah.. (emot jempol 2x)_
Bramasta_Sudah makan, Ton?_
Anton_Ini sedang makan, Pak Bos.._
WAG senyap. Sepertinya mereka sedang menonton video yang baru saja dibagikan Anton.
__ADS_1
Agung_OMG... mantan lakinya penjahat banget ya. Main ambil bunga yang ada di meja lounge untuk kamuflase mau jenguk Arini_
Anton_Maling style_
Hans_Bu Dhani keren saat mengangkat guci itu_
Bramasta_Sayang melemparnya gak kena kepala atau wajah penjahatnya ya_
Indra_Kurang tenaga. Faktor banjir adrenalin mungkin_
Anton_Bang Indra memangnya gak dengar keributan di koridor?_
Indra_Dengar. Tapi sama sekali gak menyangka kalau itu terjadi dari kamar ini. Setelah memukuli mantan istri dan anaknya, gue kira dia bakal jaga jarak dulu. Tapi rupanya dia betul-betul ingin melenyapkan nyawa mantan istrinya..._
Bramasta_Terus, tentang dia tidak mau melaporkan mantan suaminya, bagaimana Hans?_
Hans_Tadi gue dan Indra berdiskusi tentang hal itu dengan Raditya. Kita pantau saja dulu perkembangannya. Kalau dia beraksi lagi, langsung diciduk tanpa harus ada pelaporan dari pihak korban terlebih dahulu_
Anton_Gue ada gadget untuk anak-anak yang rentan dengan korban penculikan. Jam tangan dengan fitur bisa dipakai sebagai alat komunikasi baik telepon ataupun chat juga untuk memantau kondisi kesehatan tubuhnya dari jauh juga memberitahukan lokasi keberadaannya dalam bentuk 3 dimensi_
Indra_3 dimensi? Maksudnya bagaimana, Ton?_
Anton_Untuk gadget sinyal lokasi biasanya hanya berupa titik pada peta saja, tapi untuk gadget yang ini, bisa mencitrakan lokasi secara detil. Gambar gedung, di lantai berapa dan area mana. Citranya sama seperti gambar 3 dimensi gambar kerja arsitektur. Hanya berupa garis-garis. Under water resistant juga hingga 100 meter dpl_
Leon_Awesome! Gue mau satu buat Erik, Ton_
Anton_Langsung ke AMANSecure saja Bang. Sudah gue masukin ke outlet AMANSecureGadget. (Emot tersenyum)_
Anton_Pak Ketu gak baca proposal? Saya letakkan di ruang meeting Shadow Team. Saya namai brand-nya AMANWatch_
Pak Ketu adalah julukan bagi Hans selaku headchief WAG Kuping Merah. Di AMANSecure, perusahaan keamanan dari Sanjaya Group, dirinya adalah CEOnya.
Shadow Team merupakan team elite dari anggota piihan kru AMANSecure yang dipilih secara ketat.
Hans_Ma’af... kesibukan akhir-akhir ini bikin gue gak fokus, Ton. Sudah 2 hari ini gue gak masuk ke ruang rapat Shadow Team_
Bramasta_Kebiasaan Lu, Hans..(emot ngakak)_
Indra_Gue mau 2 ya. Buat Alif dan Abay_
Leon_AMANWatch? Wiih keren. Kayaknya gue juga harus punya perusahaan keamanan. Supaya Klan Iskandardinata juga punya merk gagdet kemanan tersendiri. Ton, Lu mau pindah ke Singapura gak?_
Anton_Ma’af Bang Leon, saya masih betah di Indonesia dan masih betah di B Group juga di AMANSecure. Belum punya keinginan buat hijrah ke Singapura (emot tawa)_
Semuanya memberikan emot ngakak buat Leon.
Hans_Buat batita ada gak Ton?_
__ADS_1
Indra_Batita gak ada yang pakai arloji, Hans. Mereka belum mengerti angka. Akan mencurigakan bila dipakaikan ke batita kan?_
Anton_Bisa disamarkan bentuk jam tangannya sih. Gue juga kepikiran untuk buat khusus batita. Satu unit sedang gue bongkar. Rencananya mau gue taruh mesinnya ke dalam clay dengan bentuk tokoh kartun anak-anak. Sensornya banyak di bagian belakang arloji dan strap-nya._
Hans_Buruan selesaikan buat Baby Andra, Ton. Proyek besar nih Ton. Ini pasti bakal laku keras untuk para batita dari kalangan yang tak biasa._
Leon_Tetap ingat istirahat, Ton. Jangan sampai insomnia kamu semakin parah_
Anton_Sudah mendingan sekarang, Bang. Gak separah dulu lagi_
Indra_Bilang saja ke gue kalau persediaan tehnya sudah habis ya Ton_
Anton_Siiip_
Indra_Hans, Abay ingin masuk sekolah besok_
Hans_AMANWatch sudah siap untuk Abay, Ton?_
Anton_Ready, Bang. Ada 3 warna, pink, biru dan hitam. Saya bawakan yang biru aja ya untuk Abay. Alif nanti pakai yang hitam saja_
Indra_Bisa dibawa sore nanti after work, Ton?_
Anton_Insyaa Allah_
Hans_OK, kalau Abay sudah pakai AMANWatch, gak apa-apa kalau dia mau sekolah. Nanti diantar jemput oleh mobil AMANSecure didampingi oleh tangan kanannya Arini. Siapa tadi namanya?_
Indra_Husna_
Hans_Iya. Husna bantu jemput Abay pakai mobil dari kita_
Indra_Besok gue anterin Abay ke sekolah sekalian bicara dengan guru dan security sekolah. Juga menyerahkan surat ijin tidak masuk sekolah buat Alif_
Bramasta_Gak nyangka Lu mendadak jadi bapak-bapak, Ndra..(emot tawa)_
Agung_Sweet Daddy.. pasti bakal ada kehebohan besok pagi saat Bang Indra muncul di sekolahan anak-anaknya besok (emot tawa)_
Anton_Segitu famous-nya Lu, Bang Indra (emot ngakak)_
Bramasta_Betul juga.. Kakak Ipar saja dulu sewaktu ke sekolah Adinda menjelang ujian akhir terjadi kehebohan ya Kakak Ipar..(emot ngakak)_
Agung_Duh, pakai diingatin segala Bang Bram (emot malu)_
Hans_Gue percaya Indra bisa handle. Ya gak Ndra?_
Indra_Insyaa Allah.._
.
__ADS_1
***
Kira-kira akan seheboh apa ya saat Indra ke sekolahan Alif dan Abay?