Musibah Membawa Takdir Ku

Musibah Membawa Takdir Ku
Fakta mengejutkan


__ADS_3

"Ezar mainnya jangan jauh-jauh !." Teriak Azrinna saat melihat Ezar berlarian kesana-kemari di taman bermain. Kaki mungil itu sangat lincah juga bersemangat sekali.


Azrinna yang menggendong Alchira hanya bisa menjaga Ezar dari kejauhan, melihat apa saja yang akan dilakukan Ezar di taman bermain anak-anak ini.


Ezar berlari ke arahnya. " Mommy...!." Panggilnya langsung memeluk erat leher Azrinna. Membuat mommynya itu sedikit kewalahan menyeimbangkan tubuhnya, tapi dengan sigap Azrinna akhirnya bisa duduk lagi dengan tenang. Ezar melepaskan pelukannya. "Mommy. "


"Apa sayang?."


" Ezal mau naik itu .!" Ezar menunjukkan jari telunjuk nya ke satu titik.


"Hahhh ?!!." Azrinna terpekik saat melihat objek yang ditunjuk Ezar lalu beralih menatap wajah lucu Ezar tak percaya.


Putranya ini memang benar-benar sangat suka membuat mommynya terkejut. Bagaimana mungkin Ezar yang memiliki tubuh kecil dan mungil itu menginginkan hal yang sama sekali tidak masuk akal. Yah. Sesuatu yang ditunjuk Ezar itu adalah salah satu patung dinosaurus yang memiliki ketinggian sekitar 3 sampai 4 meter. Meski di sana terdapat tangga dan terlihat juga banyak wisatawan yang menaikinya, tetap saja rasanya Ezar masih terlalu kecil untuk naik ke sana. Umur Ezar baru dua tahun !.


Sepertinya Azrinna memang melupakan sesuatu hal tentang Ezar. Bukankah Ezar sangat menyukai apapun hal yang berbau hewan ?.


"Ezar. Ezar masih kecil, tidak boleh naik ke sana, nanti jatuh."


"No. Mommy !. Ezal wants it... !. Mommy..." Ezar merengek meminta untuk dituruti. Tangan mungilnya menarik-narik lengan mommynya.


"Mas, kamu terlalu memanjakannya. " Dengus Azrinna dalam hatinya.


" No, sayang. Ezar mau apa ?. Mau es krim ?. Ayo beli es krim yuk ?." Ajak Azrinna berusaha untuk mengalihkan Ezar dari keinginannya.


"No, mommy... Ezal gak mau es krim !. Ezal mau naik Dino !."


" Ya udah. Kalau Ezar gak mau es krim, mommy beli es krimnya untuk baby Al aja. " Azrinna bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Ezar yang masih terus menahan tangannya.


" Mommy...!. Mommy nakal !. Ezal mau naik itu...!" Ezar merengek menahan tangan mommynya agar tak sampai meninggalkannya.


Azrinna berjongkok di hadapan putranya. Tangannya terulur mengusap sayang wajah putranya. " Ezar mau liat cheetah ?." Tanya Azrinna kemudian. Ia tahu, untuk bujukannya kali ini pasti langsung di angguki oleh Ezar.


Mata Ezar langsung berbinar cerah. "Cheetah ?!." Tanyanya antusias.


"Iya. Ezar mau liat ?."


" Mauuuu...!!."


Azrinna langsung mengembangkan senyumnya. "Yuk ?!." Ajak Azrinna menggandeng tangan mungil Ezar melangkah menuju area taman binatang.


Taman Safari Satwa Nusantara...


Berbagai macam jenis satwa liar dan jinak yang berada di dalam kandangnya masing-masing terlihat begitu unik dengan apa yang sedang mereka lakukan.


Tangan kanan Azrinna ia gunakan untuk menggandeng Ezar, sedangkan tangan kirinya terdapat Alchira yang ia gendong dari tadi. Putrinya itu memang sangat pendiam dan tidak banyak tingkah seperti kakaknya. Bahkan di usianya yang menginjak ke enam bulan dan sudah bisa merangkak, putrinya itu malah hanya diam duduk tenang di pangkuan mommynya dari tadi.


Sungguh kesenjangan yang luar biasa !.


"Mommy." Panggil Ezar saat mereka sedang berkeliling melihat-lihat binatang yang ada di sana. Dan saat ini mereka sedang berdiri di dekat kandang yang didalamnya terdapat ular piton berwarna kuning cerah bercorak putih.

__ADS_1


"Iya, sayang ?.''


"Mommy, snake nya cantik ." Mata Ezar memperhatikan ular piton yang sedang melilit di dahan pohon kecil.


"Ezar tau itu ular apa ?." Tanya Azrinna pada putranya.


"Piton ?.''


"Yah, sayang. Itu ular piton. Anak mommy yang pintar." Azrinna mengacak rambut Ezar gemas.


Setelah puas melihat ular, Azrinna menggandeng lagi tangan mungil Ezar beralih pada kandang hewan selanjutnya.


Namun siapa sangka, meski kaki kecil itu melangkah, tapi mata Ezar masih saling bertumbukan dengan mata ular tersebut.


Tatapan keduanya saling mengunci, Ezar mengedipkan sebelah matanya lalu memutuskan pandangan nya ke depan jalan.


Seiring kaki berjalan selama itulah Ezar terus mengoceh bercerita tentang koleksi hewan mainannya pada Azrinna. Azrinna juga begitu antusias mendengarkan Ezar bercerita dan tak jarang juga menanyakan sesuatu yang masih terkait dengan kesukaan Ezar tersebut.


Setelah mencari-cari dan bertanya pada seorang pengurus taman binatang ini, akhirnya mereka sampai di depan kandang cheetah.


Ezar begitu senangnya saat melihat bayi-bayi cheetah yang sangat lucu dan menggemaskan. Azrinna hanya bisa tersenyum melihat tingkah Ezar yang kelewat bahagia itu.


Azrinna berjongkok di samping Ezar dan menurunkan Alchira untuk berdiri di samping kakaknya.


"Mommy."


"Hemm ?." Azrinna menoleh.


"Hahh ?!." Pekik Azrinna setelah mendengar ucapan putranya.


Ezar mengembangkan senyumnya dengan menatap yakin mata mommynya.


Apa lagi ini ya Allah... Kenapa Engkau karuniakan anak kecil secerdas putraku ini..


Azrinna menggeleng tak percaya pada ucapan Ezar. Tapi melihat mata indah itu dirinya menjadi bingung sendiri.


"Ezar gak boleh bohong loh." Ucap Azrinna akhirnya.


"No. Mommy. Ezal gak bohong." Jawab Ezar semakin meyakinkan.


Azrinna semakin kebingungan. Memang, Ezar sangat menyukai sesuatu hal yang berkaitan dengan hewan. Tapi untuk yang satu ini rasanya mustahil bagi Ezar.


Mereka hanya manusia biasa kan ?!.


Lalu?.


Ya Allah... Ini semakin membingungkan saja.


Tunggu.

__ADS_1


Apakah mas Akhtar tahu tentang ini ?.


"Mommy. Lihat !." Teriakan Ezar membuat lamunan Azrinna terhenti.


" Awass !"


" Jangan !."


" Mana orang tuanya ?!."


" Adek menjauh !."


" Ezar. No !!" Teriak Azrinna kaget dengan apa yang sedang dilakukan Ezar di sana. Yah. Azrinna tidak menyadarinya jika sang putra sudah jauh dari jangkauannya.


Beberapa petugas taman langsung mendekat juga beberapa pengunjung yang melihatnya pun masih menatap waspada dan ketakutan melanda hati mereka.


"Dek, menyingkir yaa ?. Jangan seperti itu nanti celaka." Ujar salah satu petugas membujuk Ezar agar bocah berumur dua tahun itu menghentikan aksinya.


" No !. " Jawab Ezar lantang. Lalu kembali melanjutkan aksinya.


" Ezar ."


Bersamaan terdengar suara bariton itu, tubuh Ezar langsung terangkat dan berada di dalam gendongan tangan kekar seorang pria dewasa.


Pria itu langsung membawa Ezar menjauh dari kandang.


Azrinna yang mengetahui siapa pria itu langsung berjalandi belakangnya.


Hatinya masih sedikit kaget dengan apa yang terjadi barusan. Ezar nya memang sangat pemberani. Dirinya yang menjadi orang tuanya merasa gagal menjaganya tadi, sampai membuat kecolongan seperti itu.


Kaki mereka masih melangkah menapaki jalan setapak kecil yang memfasilitasi area taman. Keduanya duduk di bangku semen yang di bentuk menyerupai batang pohon yang tumbang.


" Mas."


"Hem."


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku ?." Azrinna menatap lekat wajah Akhtar yang berada di sampingnya.


"Tidak." Jawab Akhtar santai.


"Lalu apa tadi ?. Ezar melakukan nya. Itu bukan hal biasa, mas."


Akhtar membuang nafasnya berat lalu menoleh pada Azrinna. "Aku serius. Aku juga tidak paham, kenapa Ezar bisa melakukannya." Ucap Akhtar sungguh-sungguh.


Azrinna tampak diam sambil menelisik mata Akhtar untuk mencari kebohongan disana, tapi rupanya ia tidak menemukan apa yang diharapkan.


"Apa itu sering terjadi ?." Tanya Azrinna akhirnya.


" Iya."

__ADS_1


Astaghfirullah...


__ADS_2