MUTIARA 250 JUTA-KU

MUTIARA 250 JUTA-KU
22. Memilih Gaun Hamil Pesta


__ADS_3

"Ada masalah, pak Udin?" tanya Lukas.


"Sedikit, pak. Di AC."


"Ohh. Oke. Coba kita lihat."


"Silahkan, pak Lukas."


Mang Udin berjalan duluan meninggalkan ambang pintu ruang keluarga.


Menyusul, Lukas meletakkan laptop ke atas meja di hadapan lalu bangkit berdiri dari kursi, berkata pada Hana, "Sebentar. Kulihat dulu ke sana ada apa."


Hana hanya mengangguk. Lukas pun mengayun langkah hingga melewati kursinya.


Begitu menengok ke belakang dan sang suami sudah tidak kelihatan, Hana akhirnya bisa menghelakan napas leganya. Bersyukur di dalam hati atas interupsian dari mang Udin.


Ia tadi sampai harus menelan ludah menjawab Lukas demi untuk menekan gentar dan gugup. Tak urung khawatir sikap sok mengatur-atur paling terakhir itu tak bisa diterima Lukas, dan menganggap itu sudah kelewatan. Walau suaminya tadi sempat menertawakan.


Namun...


Belum lagi 10 detik berlalu dari kelegaan yang dirasa Hana...


"Kenapa kau terpikirkan perlu untuk memaksaku, Hana?"


Nyaris HP terlontar dari pegangan wanita itu karena terkejut. Lukas sekonyong-konyong kembali lagi secara diam-diam, bersuara sangat dekat pada belakang duduknya.


"Kageet..." Wanita itu pura-pura merengut mengeluh saat mendongakkan muka melihat pada Lukas, yang telah menyandarkan kedua tangan di atas sandaran kursi, menunduk balas melihat padanya.


"Sorryy..." Lukas tertawa kecil meminta maaf, "Aku sangat penasaran, tak sabaran untuk menanyakanmu sekarang juga."


Hana bersyukur lagi, kali ini untuk Lukas yang wanita itu perhatikan telah keluar dari zona kemurungan. Meski kemungkinan hanya untuk di saat ini saja. Tawa pria itu sejak tadi tak terkesan dipaksakan.


"Karena kamu 'kan sudah tidak lagi tak enak badan..." Hana perlahan memberikan penjelasan, "Bahkan besok kamu mau pergi menemaniku cari baju." Lukas menyela dengan mengangguk-angguk membenarkan, Hana menyambung, "Itu berarti kamu sudah kembali baik-baik saja. Ya jadi, sudah bisa kembali ke pekerjaan, bukan?


Cuma supaya kamu tidak ditegur atasan saja apalagi sampai kena diberhentikan."


"Oww...jadi begitu." Kedua kali Lukas manggut-manggut sambil menegakkan berdirinya. Sudah bisa mengerti. "Oke. Tapi kalau diberhentikan sih tidak. Aku serius. Masih akan bisa ditoleransi."

__ADS_1


"Ya sudah, bagaimana baiknya menurut kamu saja. Aku cuma tidak mau kamu kena pehaka."


"Hahaha... Dari pengalaman kerjamu di perusahaan milik orang Jepang itu? Cuti maksimal yang tidak boleh lebih dari 3 atau 4 hari, kalau aku tak salah dengar pernah mendengar info semacam itu."


"He-eh."


"Baiklah. Oke. Besok lusa aku akan berangkat kerja. Tapi besok pagi kita siap-siap dulu pergi mencari gaun itu untukmu. Jam 10 kita sudah jalan."


"Oke."


"Oke. Aku mau balik lagi ke kamar sana?"


"Silahkan."


Usapan 1x tangan Lukas ke rambut bagian belakang Hana membuat wanita itu refleks bergidik geli pada bahu. Agak kaget menerima perlakuan yang tak biasa suaminya lakukan itu.


###############


Selasa, pada keesokan siang.


Butik yang Lukas dan Hana sedang tuju adalah sebuah gerai perbelanjaan pakaian wanita dan pria dengan berbagai item busana elit dan fashionable.


Biarpun cukup jauh dari Bogor tempat tinggal mereka, namun jarak itu sepadan dengan kualitas produk terbaik dan terunggul dari Butik ini.


Salah satu tempat langganan Meiska yang hal ini tentu Lukas rahasiakan dari Hana.


Menyediakan juga maternity wear yakni serangkaian busana yang dikhususkan untuk wanita hamil, mulai dari atasan hingga dress yang bisa dicoba langsung sesuai dengan ukuran tubuh...Lukas bisa melihat Hana senang dan nyaman menyinggahi Butik ini. Terutama saat mulai diperlihatkan pada beberapa koleksian gaun hamil untuk acara formal semisal pesta.


Hana yang nyaman senyaman yang dirasa Lukas juga. Akan manajernya, kasir, dan seorang pramuniaga yang sedang melayani mereka berdua, sebenarnya familiar dengan pria itu tapi tak satupun dari mereka lancang mengomentari kedatangan pria itu bersama 'wanita lain'. Seorang wanita dalam keadaan hamil besar pula.


Aida sang pramuniaga Butik, dengan ramah membantu Hana melihat-lihat dan memilih-milih pada berbagai gaun hamil indah modern di sana. Sementara Lukas dengan setia dan sabar terus mendampingi di belakang sang istri tanpa banyak komentar.


"Kalau mom berencana memadu-padankan gaun yang mau mom kenakan ke acara pernikahan itu dengan sebuah kalung mutiara putih berkilau pink, ada beberapa pilihan model yang bisa kami coba rekomendasikan pada mom," jelas Aida di antara senyuman serta gaya bicara a la pelayan toko itu. Ramah dan sopan.


"Semisal ini, gaun Off-shoulder. Dirancang ketat di bagian dada, tapi longgar di bagian perut ke bawah. Mom bisa pilih warna-warna kalem, seperti misalnya warna baby blue ini...


Atau gaun Strech Hitam Simpel ini. Simpel tapi elegan. Panjang namun nyaman karena bisa melar meski melekat dengan pas di tubuh. Bisa memamerkan baby-bumpnya mom dengan elegan kalau mom suka."

__ADS_1


"Dan masih ada gaun Midi berbahan sutra yang satu ini.


Bagian depan lebih pendek dari bagian belakang. Model lengan longgar, model kerah V neck yang membuat tubuh terlihat lebih ramping dan elegan, juga tali yang diikat di bagian samping."


"Atau gaun Square Neck dengan Belahan Kaki? Seperti ini...


Hanya ada sedikit karet di bagian dada, selebihnya gaun ini menawarkan kelonggaran yang nyaman untuk kehamilan yang mencapai trimester ketiga, atau saat perut sudah semakin, maaf, membesar.


Karena ada desain belahan kaki yang bisa bermanfaat untuk membuat langkah kaki mom lebih leluasa saat berjalan."


"Masih ada lagi beberapa contoh lain seperti gaun Midi Semi-plisket dengan Lengan Lebar, ini dia gaun itu... Lalu gaun Kombinasi Dress Polos dan Blouse Brukat, ini contohnya... Dan satu lagi yang lain, gaun Shift Dress Metalik dengan Ikat Pinggang Kecil. 


Berpotongan lurus, biasanya panjangnya di atas lutut. Model yang simpel, bisa dipakaikan ikat pinggang kecil hitam tepat di bawah dada. Warna metalik ini sangat cocok untuk suasana pesta yang meriah.


Silahkan, mom, dad, dilihat-lihat dulu."


Cara mempromosi si Aida ini sama sekali tidak terdengar membosankan. Malah sangat menarik karena jelas dan tidak terburu-buru. Sebentar saja Hana langsung merasa betah didampinginya, meski selama ini Hana paling sebal kalau sudah dikawal-kawal oleh seorang pramuniaga saat sedang melihat-lihat di sebuah stand.


"Sudah ada pilihan...?" Lukas bertanya selagi Hana masih melihat-lihat. Baru sekarang ia bersuara, "...mana kira-kira yang sangat kau suka?"


"Semua bagus-bagus banget!" sahut Hana cepat dan antusias, lalu menolehkan kepala sekilas pada suaminya, "Kalau kamu, yang mana yang paling kamu suka? Karena akuu...malah jadi bingung juga mau pilih yang mana ini."


Senyuman Aida mengembang melihat Hana kemudian lebih didekati rapat oleh sang suami yang berdiri di belakangnya.


Saat Hana merentangkan 2 gaun ber-hanger ditangan kanan-kiri ke hadapan mereka berdua, Aida bisa melihat pancaran mata masing-masing keduanya saat saling berpandangan dan bertukar pendapat tentang kedua gaun itu, memancarkan bias hati mereka yang sedang berbahagia. Penuh perasaan mencinta.


Yang pria berdiri bagai protektif, yang wanita melebur dalam sikap setengah memanja padanya.


Pasangan yang sangat serasi, nilai Aida dalam hati. Walau yang wanita berbadan dua dan nampaknya gemuknya sedikit melebihi standar, si pria seolah tak ada masalah dengan hal itu. Dan walaupun si wanita hanya bertinggi tubuh tak lebih dari bawah dagu si pria ini...


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita ambil saja kedua-duanya ini? Yang kau sukai, dan yang kusukai ini. Nanti kita lihat di rumah mana akhirnya dari mereka berdua ini yang lebih cocok kau kenakan dengan kalung itu. Bagaimana?"


Titik temu hebat. Setelah Hana beberapa kali beralih pada gaun lain namun ternyata pilihan hati wanita itu tidak juga ketemu dengan pilihan Lukas.


Hingga berakhir pada 2 buah gaun pilihan masing-masing : Lukas memilih gaun model Off-shoulder atau bahu terbuka warna baby-blue, dan Hana sendiri terpikat pada si gaun Midi berbahan sutra warna peach. Yang mana bagian depan gaun lebih pendek dari bagian belakang, serta berlengan longgar dan berkerah V... Dirasa Hana akan bisa menolong membuat tubuhnya terlihat lebih 'ramping'.


"Dicoba dulu saja di ruang pas, ibu-bapak. Supaya bisa dilihat lebih jelas pilihannya di cermin, dan bisa semakin yakin.

__ADS_1


Silahkan, bapak boleh ikut menemani ibu mengepas gaun-gaun ini, di dalam Fitting room yang di sana itu."


Ha?


__ADS_2