MUTIARA 250 JUTA-KU

MUTIARA 250 JUTA-KU
4. Ingin Berc**** Denganmu


__ADS_3

###############


Tepatnya 8 bulan lalu Hana berusia 30 tahun, mengakhiri status lajang setelah resmi menikah dengan seorang pria bujangan mapan 40-an yang bekerja di bidang pasar modal, sebagai Pialang atau Broker. Dengan fokus utama dari pekerjaan yang dilakukan adalah menjalankan aktivitas jual beli saham. Lukas Hirlandi ; menarik, gagah, berkharisma, kebapaan, kekasih selama 10 tahunan dari seorang wanita 38 tahun bernama Meiska.


Tepatnya 5 bulan yang lalu adalah hari jadi Hana yang ke 31, Lukas membawanya ke sebuah restaurant hotel bintang 5 untuk merayakan hari istimewa tersebut.


Bukan hanya menghadiahi sang istri suatu acara makan malam elit nan romantis berkelas atas, satu hadiah lain diberikan pula oleh Lukas bagi Hana yakni sebuah kalung emas berliontin sebutir mutiara asli putih berkemilau pink. Dikenal dengan sebutan Akoya Pearl atau mutiara Akoya.


Seharusnya momen pemberian itu bisa menjadi sebuah kejutan yang istimewa, mengingat kalung emas berbandul mutiara asli berkualitas baik tersebut sesungguhnya memiliki harga fantastis yang tidak main-main. US$ 6.000 atau setara harga Rupiah 86 juta.


Namun karena seorang Hana buta akan mutiara, maka tidak ada komentar lain darinya usai Lukas menyematkan sendiri kalung itu ke seputar lehernya, selain hanya mengucap terima kasih pada sang suami yang lalu ditanggapi sang suami dengan pertanyaan,


"Suka?" Lukas kembali duduk ke kursinya, memberi perhatian penuh pada wajah dan terutama leher Hana.


"Suka," sahut wanita itu seraya mengangguk. "Tapi tidak akan kupakai. Takut diambil orang. Akan kusimpan saja."


"Terserah. Itu sudah menjadi milikmu sekarang. Kau bebas mau mengenakan itu atau menyimpannya saja," timpal Lukas, mengakhiri pengamatan pada kalung mutiara di leher Hana lalu memanggil pelayan restaurant untuk pesanan makan malam, berupa hidangan a la Italia berikut kue tart ulangtahun berlilin angka 31.


Di malam itu juga sepulang dari restaurant, perayaan ulangtahun ke 31 Hana ditutup dengan percintaan hangat yang terjadi di atas ranjang dalam kamar tidur, dengan Lukas menyalurkan segenap energi dan hasrat setelah 1 1/2 minggu penuh ia tak menyentuh Hana sama sekali...dengan tubuh telanjang wanita itu masih berhiaskan kalung emas berliontin butir mutiara putih pada seputar lehernya.


Walau diam-diam telah jatuh cinta padanya, Lukas masih merasakan enggan, tepatnya segan atau malu untuk berlaku rutin meniduri istrinya. Alhasil setelah hampir 3 bulan pernikahan, frekuensi berhubungan intim antara dirinya dan Hana hanya terjadi beberapa kali saja, dan itu bisa dihitung cukup menggunakan kesepuluh jari tangan saja.


Mungkin jauh lebih sering dilakukan pria itu dengan sang kekasih Meiska di luar sana...yang tanpa dikonfirmasi pun, Hana cukup yakin akan keakuratan tebakannya.


Bukan masalah. Sesuai perjanjian yang ditetapkan sendiri, Hana memang sudah mengijinkan Lukas meneruskan hubungan dengan Meiska, dengan atau tanpa kegiatan tidur bersama keduanya.


Barulah begitu Hana mulai mengalami dan menjalani kehamilan, hal itu akhirnya benar-benar menjadi masalah juga baginya...karena faktor perubahan hormon membuat Hana tak lagi bisa merasakan rela sepenuhnya akan Lukas yang menghentikan percintaan mereka berdua, dan menjadikan hanya Meiska seorang sebagai partner tidur bersama pria suaminya itu.


Masih di momen ulangtahun, Hana dinyatakan positif hamil 6 minggu, setelah mengalami terlambat haid hampir 2 minggu tapi tidak memberitau keterlambatan tersebut pada sang suami.


Semua pihak sangat berbahagia mendengar kabar menggembirakan yang memang telah mereka tunggu-tunggu. Terutama sekali tentunya Lukas, yang sudah bisa sedikit menarik nafas lega, karena paling tidak, ia berhasil membuat kedua orangtuanya tersenyum bahagia menyambut kabar baik yang dikabari langsung olehnya.


Lalu bagaimana sikap Hana sendiri akan kabar yang dianggap sangat baik dan membahagiakan oleh semua pihak itu?

__ADS_1


Kalau saja Lukas tak lantas berubah sikap terhadap diri dan kehamilannya, mungkin wanita itu tak perlu menjadi gundah. Ganti Lukas berulang tahun kemudian, akhirnya Hana mengambil sikap tak mau merayakannya. Hanya mengirimkan 2 pesan singkat,


'slamat ulang tahun' ... isi pesan singkat pertama Hana yang dikirimkan untuk hari jadi pria itu yang ke 42... 'silahkan dirayakan dengannya saja', isi pesan yang kedua.


Lukas senang mendapat isi pesan singkat yang pertama, meskipun tak mendapat perayaan dan hadiah dari Hana seperti yang telah dilakukan pria itu padanya. Tapi isi pesan kedua...


Andai ia bisa memberitau istrinya itu fakta yang sebenarnya...


Jadi bukannya merayakan ultah ke 42 nya bersama sang kekasih gelap selama 10 tahun terakhir, Lukas memilih mendatangi sebuah Bar Karaoke ditemani 2 sahabat sejak di SMA, berada serta menghabiskan waktu di sana hingga pagi datang. Pukul 8 pagi ia pulang ke rumah dan berangkat kerja agak siang, sementara Hana tidak berkata apa-apa menyambut kepulangannya atau saat Lukas keluar rumah lagi pukul 10 pagi.


###############


2 bulan kemudian, satu minggu setelah hari pertemuan dengan Lastri dan David yang membawa dampak besar bagi pemikiran Hana tentang Lukas. Semakin terbawa perasaan dan membuat Hana jadi mudah menangis bahkan untuk hal-hal sepele...seperti beberapa jam lalu ia menangisi kisah cerita komiknya sendiri.


Menjelang pukul 4 dinihari...


Hana bangun dari tidurnya yang baru terbentuk 2 jam saja, terhenyak begitu membuka mata ia mendapati tatapan Lukas sedang tertuju mengamati wajahnya...matanya. Sembari memeluk guling erat di antara gap kedua tubuh berbaring berhadapan mereka.


Nuansa redup cahaya lampu nakas samping kepala ranjang bahkan tak lantas jadi penghalang...


Sampai Hana mengambil inisiatif bersuara lebih dulu, meneguk air ludah sejenak dan menekan perasaannya,


"Aku terbangunn, mau ke kamar mandi..." Sangat menyadari suaranya sedikit tercekat.


Anggukan Lukas menyambutnya, "H-mh...pergilah."


"Kenapa kamu sudah bangun?" Hana menunda gerakan dengan bertanya demikian, mencoba mengabaikan keseriusan cara menatap Lukas padanya.


"Tidak tahu," sahut suaminya. "Terbangun begitu saja."


"Ooh..."


"Hana..."

__ADS_1


"Ya?"


"Aku ingin...ngg, sudah hampir 6 bulan..."


"Apa?"


"Tidak-tidak. Lupakan. Pergilah. Sebelum kau mengompol karena meladeni bicaraku."


"Ya."


"Nyalakan saja lampunya."


"Ya."


"Hati-hati..."


"He-eh."


'aku ingin bercinta denganmu... sudah 5 bulan aku berpuasa bercinta denganmu, persisnya sejak kau mengandung. oh hana, rasaku bagai mau meledak saja karenamu...'


Itu yang dierangkan Lukas ke dalam bantal gulingnya begitu Hana sudah keluar dari kamar.


Di dalam kamar mandi, Hana menyandarkan punggung pada daun pintu.


Ia bohong. Ia belum ingin buang air kecil. Ia hanya ingin menghindari Lukas.


Niatnya membangunkan diri dari tidur tadi untuk melihati pria suaminya itu, malah ternyata pria itu telah lebih dulu terbangun dan melakukannya. Dan Hana tau betul apa maksud dari kata-kata yang sengaja diputus suaminya tadi.


Benar sudah 5 bulan.


Terakhir bercinta mereka adalah di malam perayaan hari jadi ke 31 itu. Lalu pada keesokan pagi Hana melakukan tes menggunakan test pack, hanya karena ia merasakan mual teramat sangat beberapa jam usai aksi Lukas melakukan percintaan mereka dengan begitu hangat dan mesra, menyelesaikan secara sempurna dengan mengorgasme dan klima*s di dalam dirinya.


Hampir 6 bulan usia kandungan, hampir 5 bulan tak bercinta, Hana belum saja menyadari bahkan sudah 2 bulan terakhir ini sang suami tak pernah lagi bercinta dengan kekasih gelapnya...

__ADS_1


__ADS_2