MUTIARA 250 JUTA-KU

MUTIARA 250 JUTA-KU
3. Hana Levinora Cesilia


__ADS_3

Kemahiran Hana menggambar kartun untuk komik online atau online comic-nya dan menjadikan kebisaan itu sebagai mata pencaharian, sudah sejak awal mengetahui dipandang mengagumkan dimata Lukas. Meskipun sang istri hanya menggunakan media warna hitam putih sebagai ciri khas untuk setiap komik yang di uploadkan ke internet.


Goretan tangan dari menggambar sketsa hingga menjadi sebuah gambar, gambar demi gambar, menjadi lagi kumpulan gambar tersusun sesuai alur cerita, terlihat sangat fasih dan terampil dalam ia melakukannya.


Sekali waktu Lukas pernah diberi keberuntungan diperlihatkan oleh Hana bagaimana cara menggambar karyanya itu. Dari proses nol hingga benar-benar selesai menjadi sebuah karya siap unggah. Dari memindai gambar pada kertas gambarnya hingga menyelesaikannya di laptop menggunakan perangkat lunak Photoshop, lalu akhirnya dimunculkan di platform digital yang biasa istrinya gunakan.


Harus diakui, setelah 42 tahun menjalani kehidupan, baru di kali itulah Lukas mengetahui dan melihat didepan mata bagaimana sebenarnya cara komik versi digital alias komik online itu dibuat, lewat ajaran tutorial kilat yang diberikan Hana padanya.


Adapun kartun versi istrinya ini berciri fitur figur wajah-wajah meng-Indonesia. Bukan seperti manga Jepang atau Korea atau China tapi asli wajah-wajah orang pribumi yang tentunya dikartunkan. Meliputi cerita bergenre anak-anak hingga bahkan kisah romansa dewasa.


Seperti saat ini, gerakan lincah tangan kanan sang istri sedang menggambar sketsa dua orang pria dan wanita sedang berbincang mesra dalam tema kisah romansa. Menggunakan sebuah pensil HB Hana mengukir secantik mungkin wajah sedang berbicara si wanita muda, sedangkan si pria lawan bicara telah selesai tergarapkan.


Sementara tangan kanan Hana sibuk bergerak menarik garis gambar kesana-kemari di permukaan lembaran kertas yang berada persis depan dada, tangan kiri yakni pangkal telapak tangan kiri hanya wanita itu parkirkan saja menyangga tengah dahi, sehingga posisi menunduknya terlihat sangat dalam dan terkesan lebih serius lagi.


Lukas membatin, Hana yang memang seorang penyerius dan sensitif bahkan sama seriusnya meski sedang berada di situasi tengah malam seperti ini...


Akhir-akhir ini Lukas mulai memendam keinginan untuk menurunkan topangan tangan kiri Hana saat sedang terlihat dalam kebiasaan itu. Lalu memberi kecupan perlahan pada bagian yang sedang berpikir keras dibaliknya itu, mengekspresikan pada Hana salah satu dari berjuta sikap meromantis yang biasa pria itu berikan kepadaa...


Tapi tidak, pria itu tidak berani mewujudkan keinginan terpendam baru tersebut.


Tepatnya belum berani. Karena pada faktanya, jarak itu masih membentang lebar di antara mereka berdua, Hana dan dirinya. Tak peduli Hana kini sudah resmi menyandang status sebagai istrinya dan sedang berbadan dua, buah dari beberapa kali percintaan yang sempat mereka berdua lakukan.


Sempat, dan kini sudah tidak pernah lagi. Sejak sang istri dinyatakan positif hamil, Lukas lalu berinisiatif mengambil keputusan sendiri mempuasakan diri dari menyentuh Hana. Sehingga jarak yang memang pada dasarnya telah ada maka itu semakin terlebarkan saja.


Betapapun besar keinginan yang mulai muncul dihati Lukas, pria itu tidak lantas bertindak gegabah menurutkan keinginan sepihak.

__ADS_1


Selama Lukas rasa Hana masih mengedepankan pengetahuannya tentang Lukas sedang mengayuh dua perahu sekaligus, yang itu memang mempengaruhi perlakuan Hana terhadap dirinya, maka selama itu pula pria itu akan mengikuti saja apa yang menjadi jalan pikiran Hana dalam memperlakukan dirinya.


"Sudah jam 11 lewat. Belum tidur?" Lukas memutuskan bersuara dengan bertanya.


Malas-malasan Hana menyahut tanpa mengalihkan perhatian, "Ya belum tidur lah. Aku masih begini."


Lukas tersenyum kecil, "Maksudku belum mengantuk?"


"Belum. Seharian tadi aku sudah banyak tidur."


Di luar tangkapan mata sang suami, diam-diam dan hati-hati Hana menghirup isi hidung. Agar tidak membuat ingus bekas sisa menangis meluncur jatuh, agar tidak membuat Lukas menyadari sisa isakannya.


Kalau Lukas mencari lihat ke arah wajah wanita itu, ia pasti akan menemukan mata sembab dan hidung memerah sang istri di sana, sehabis menangis lama selama 3 jam terakhir ini.


Tapi Lukas hanya tetap tegak berdiri di belakang sandaran kursi Hana...meski ia tegak berdiri ia masih cukup bisa melihat goretan bentuk gambar yang sedang dan terus diselesaikan sang istri...


Lukas telah jatuh cinta padanya bahkan di saat itu juga, di akhir malam pertama mereka 8 bulan yang lalu.


Perasaan mencinta yang hanya sanggup ia pendam saja hingga di saat ini. Kehamilan Hana membuat perasaan mencinta itu justru semakin membuncah, sudah ingin meledak bila ia tak pandai-pandai menjaga picunya.


Hana Levinora Cesilia, mengejutkan di awal pertemuan mereka setelah beberapa kali ia meladeni pesan singkat dari wanita itu hingga ke komunikasi telpon yang kemudian terjadi, dimulai lebih dulu oleh wanita itu.


Sungguh tak menyangka putri sulung bu Ratna Setyaningsih, teman baik kakaknya semasa hidup dan akhirnya menjadi teman baiknya juga, ternyata seperti yang sedang dilihat Lukas ini lah orangnya. Itu yang sempat mengejutkan pria itu mengingat sosok bu Ratna dimata pria itu hanyalah seorang wanita 54 tahun yang nyaris terkesan mendeso ; polos, lugu, sederhana bersahaja.


Ya benar, berprofil berbanding lurus dengan sang ibu, Hana tampil manis memikat diawal pertama perjumpaan mereka. Tidak terlampau cantik namun bagi penilaian Lukas, Hana sungguh memiliki wajah yang teramat manis. Bahkan bisa Lukas katakan seksi, baik pada gurat wajah dan mata cerdas yang dimiliki, pada gaya blak-blakan bicara, hingga pada bentuk proposional tubuhnya. Cukup mengena kedalam perasaan Lukas di kala itu.

__ADS_1


Walaupun setelah menikah Hana merubah total di hampir keseluruhan yang pernah diketahui sang suami pada dirinya. Menjadi pendiam dan tak lagi banyak bicara.


Setelah semakin yakin ia ingin mempertahankan rasa terhadap Hana, Lukas memutus hubungan dengan Meiska secara baik-baik, membuat Meiska hanya bisa menangis tersedu-sedu dengan hati tak rela harus berpisah dari Lukas.


Perpisahan di antara mereka berdua yang terjadi diam-diam dan penuh rahasia 2 bulan lalu, sehari sebelum ulangtahun pria itu yang ke 42.


Maka berakhirlah story tentang Meiska di dalam kehidupan dan percintaan pria yang berprofesi sebagai seorang pialang saham itu, setelah 10 tahun lebih mereka berdua bersama dan pria itu tak mudah bosan mendengar de*ahan dan gumaman puas Mei di setiap adegan se*s yang mereka lakukan sepanjang kurun waktu 10 tahun itu.


Ya, Mei selalu menolak bila diajak menikah, namun tak pernah menolak melakukan hubungan intim dengan Lukas.


Sebaliknya, Hana meminta menikah dengan Lukas dengan begitu keras kepalanya, hingga akhirnya 3 hari setelah pertemuan pertama mereka Lukas memutuskan menerima penawaran dari Hana.


'Teror' dari orangtua dan pihak keluarga besar Lukas pun berakhir di acara pernikahan mereka yang terselenggarakan secara meriah dan besar-besaran. Semakin berakhir setelah Hana memberikan hasil test pack berupa 2 garis biru sekitar 5 atau 4 bulan yang lalu, keluarga besar Lukas terutama ayah dan ibundanya begitu bersuka cita mendengar anak kedua yang kini telah menjadi anak tertua mereka akhirnya bersiap menjadi seorang ayah.


"Aku lembur lagi di hari ini. Karena itu aku pulang telat jam 11 ini.


Jangan berlama-lama disini, Hana. Biarpun seharian tadi kau sudah puas tidur seharian tetap saja bergadang tengah malam tak baik untuk kesehatanmu."


"H-mh."


"Aku duluan ke kamar."


"Ya"


Sehabis Hana menyahut Lukas pun balik badan, berjalan keluar ruangan dengan bias senyum tipis di bibir, berhati-hati sekali saat menarik dan menutupkan daun pintu.

__ADS_1


Tak menyadari ia meninggalkan Hana yang kembali mengisak, sambil menarik tisu dari dalam kotak untuk disekakan ke hidung memerahnya...


###############


__ADS_2