MUTIARA 250 JUTA-KU

MUTIARA 250 JUTA-KU
34. Sebuah Kalung Bermutiara Akoya Pearl 86 Juta Rupiah


__ADS_3

&&&&&--&&&&&


Bogor, dikenal dengan julukan Kota Hujan karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi, pada hari ini benar-benar tak memberi kesempatan bagi Lukas dan Hana 'berlega' hati.


Setelah semalaman hujan turun begitu lebatnya disertai petir berjuta kali menyambar, lalu sekitar jam 4 dinihari sempat mereda, kembali pagi menjelang siang ini kota Bogor dibasahi oleh guyuran hujan walau hanya berintensitas sedang.


Cuaca yang mendung tipis, karena di langit masih berhias awan hitam. Hawa sejuk semilir, berasal dari hembusan angin di antara derai hujan. Curahan siraman air hujan stabil dalam 1 jam terakhir ini, konstan tanpa berhenti atau lebih menderas...Hana di dalam ruangan kamar tidurnya menghela nafas panjang di hadapan Farah.


"Hujannya awet ya, mbak Fa," celetuk wanita itu.


Farah sambil terus menyeriuskan perhatian me'make-up'i wajah wanita itu kemudian menanggapi di antara gerakan tangan memulas Blush On,


"Karena sudah hampir masuk puncaknya musim hujan, bu. Sekitar 1 atau 2 bulan lagi. November atau Desember ini."


"Iya, sepertinya begitu. Padahal sekitar awal Desember saya sudah akan melahirkan," Hana menimpali. "Tak masalah sih, cuma, jadi sedikit merepotkan juga 'bukan kalau punya newborn-baby di suasana yang selalu dingin-dingin seperti sekarang ini?


Iya buat orang dewasa seperti kita cuaca dingin begini justru mengasyikkan, 'lha untuk orok yang baru lahir?"


Senyum Farah mengembang sebelum membalas dengan menggoda, "Iya buat ibu Hana dan pak Lukas mengasyikkan, 'lah buat saya yang masih jomblo?


Sama seperti si dedek bayi nanti, maaf bu Hana, dingin-dingin malah bikin nelongso! Hihihii..."


Hana ikut tertawa.


"Mbak Fa bisa saja. Tapi maaf beribu maaf juga nih kalau saya terdengar kasar...mbak itu biarpun agak gemuk, tapi mbak berwajah sangat cantik lho. Sungguh. Saya saja tadi sampai kagum melihat mbak pertama kali.


Tapi kenapa...mbaknya masih betah menjomblo?"


"He he he...trima kasih pujiannya, bu Hana. Bukan agak gemuk, tepatnya sih 'endut!

__ADS_1


Berat saya ini sudah mau 100 kilo pas.


Dan bukannya saya masih betah menjomblo, bu, tak mau cari pasangan, tapi yaa, karena memang belum juga ada, cowoq yang mau sama saya.


'Lah, coba, mana ada cowok yang mau sama cewek 'ndut lajang 40 tahunan biarpun secantik apa wajahnya?"


Hana sempat melongo, tersentuh juga mendengarnya, tapi sengaja tidak mengomentari balik tentang yang cowoq itu, hanya ke tema berat badan saja.


"Saya juga sama 'endut 'lho, mbak Fa. Semenjak hamil, berat saya ini sudah naik hampir 20 kilo."


"Ada 20 kilo?? Wah, drastis juga ya, bu."


"Banget. Si kecil ini kata dokter pemeriksanya memang gemuk. Bakal lahir hampir 4 kilo an. Saya sebelum ini standar, tidak kurus tidak gemuk. 'Lha karena dia selalu lancar mengajak makan mengajak tidur, otomatis sekarang saya jadi mengembang drastis. Ha ha ha..."


"Uwis, bu, rapopo. Sing penting ibu hepi-hepi saja karena ibu malah bisa tertawa menertawakan berat naik ibu.


Yang penting bu Hana dan si dedek sehat dan baik-baik selalu, 'toh pak Lukas juga, ngga ada masalah 'khan selama sedang bersama ibu di ranjang? Hihihi..."


Melakukan se*s bersama Lukas di ranjang selama sedang hamil hingga berperut sebesar ini? Farah tidak tau saja apa fakta sebenarnya kehidupan se*s mereka berdua.


Tak pernah terjadi. Selama hamil, Hana lebih sering melakukan pemenuhan kebutuhan sek*ualnya dengan melakukan pemuasan sendirian. Menghindari keras diketahui Lukas.


Apalagi di saat ia sedang mengerjakan komik bertema usia dewasa plus plus...ia pasti akan menyelingi atau mengakhiri dorongan sek*ualnya yang tersulut gairah dengan melakukan mas***b**i itu.


"Nah, selesai sudah, bu."


"Really? Coba kulihat dulu ke kaca besar...


Wuaaah...iyaa... Aku jadi kelihatan oke banget sekarang!

__ADS_1


Riasan wajahku, model rambutnya...oh ya ampun, sepertinya lebih cantik sekarang deh dibanding saat jadi pengantin kemarin. Hi hi hi..." Hana pun sekali lagi terkikik, di depan cernin menempel pada pintu lemari pakaian. Memandangi takjub tampilan akhir dirinya setelah tangan terampil Farah tuntas me-make over.


"Absolutely, bu," sambut Farah, tersenyum turut senang di balik berdiri Hana depan cermin. "Bu Hana biarpun sedang hamil, hamil besar, aura wajah ibu sangat cerah memancar.


Bersih tanpa jerawat. Jadi semakin dirias, semakin keluar inner beauty ibu."


"Masaa?" Hana menyengir pada Farah di cermin. "Duh, senang banget dengarnya... Makasih untuk pujianmu, mbak Faa.


Iya sih benar juga, sudah banyak yang memujiku selama hamil, syukurlah aku disebut...he he.. kelihatan tambah cantik!"


Satu tangan Farah menepis ringan sehelai rambut rontok dekat telinga Hana, "Itu fakta koq, bu. Memang ibu Hana dan hamilnya ibu ini cantik. Saya tidak mengada-ada hanya karena saya sedang merias ibu begini."


"He eh. Syukurlah kalau begitu." Hana sambil terus mematutkan diri ; melihat dirinya dari ia miring ke sisi kiri, lalu ke sisi kanan, lalu menghadap penuh ke cermin terutama mengagumi hasil riasan pada wajahnya...ia benar-benar tidak berlebihan menyatakan bernada ia lebih menyukai wajah telah diriasnya di kali ini daripada hasil riasan wajahnya di momen pengantinan setahun lalu.


" 'Ayok bu Hana, sekarang tukar baju dulu. Akan saya bantu memakaikan gaunnya."


"Oh... Owkee ..."


Farah yang memilihkan sendiri model rambut untuk Hana, yakni gaya Updo pesta ; rambut sepanjang bawah ketiak itu ditata dengan digelung membentuk high bun berukuran cukup besar pada puncak kepala, lalu di bagian depan diberi dua utas rambut yang dibiarkan menjulur sebagai pemanis.


Sementara untuk riasan wajah, wanita ahli rias salon bertinggi nyaris 175 dan memang berbobot lumayan gemuk itu tak menggunakan produk makeup secara heboh dan berlapis-lapis untuk menghias wajah Hana.


Tergolong simple, dua foundation digunakan dengan finish yang berbeda yaitu dewy dan matte : Foundation matte pada area T-Zone, foundation dewy ke bagian wajah lain hingga leher. Lalu dikunci dengan membaurkan bedak ke seluruh wajah Hana setelah foundation. Hanya agar warna asli foundation tidak berubah, Farah memiilihkan jenis bedak translucent powder.


Juga ia memilihkan bauran glowing Blush On kemerahan merata bagi bagian tulang pipi Hana, dan sedikit ditabur di batang hidung serta dagunya, itu lah yang membuat wajah wanita hamil 7 bulan itu makin terlihat segar dan sehat.


Sangat memancarkan glow, seperti yang dimaksud oleh kata-kata Farah tadi.


Penyempurna, yakni eyeshadow soft metallic jenis cream agar tahan lama, eyeliner dan maskara untuk menegaskan bagian mata, terakhir lipstick dengan warna cerah dan berani merah.

__ADS_1


Maka sekarang usai dipakaikan gaun hamil pesta...seorang Hana yang biasanya hanya terlihat manis, kini telah menjelma menjadi seorang wanita hamil besar namun begitu cantik memukau, anggun dan elegan...dalam balutan gaun pesta biru bahu terbuka, bergaris leher sangat lebar yang jatuh ke lengan bagian atas bahunya, serta dipakaikan pula sepasang Flat Shoes bermodel sepatu ballet berwarna biru muda ke kakinya.


Dan segera menyusul...disematkan pada leher, sebentuk kalung emas berliontin butir mutiara asli Akoya Pearl. Berwarna putih dengan kemilau pink seharga US$ 6.000 atau 86 juta rupiah...namun terinterupsi sejenak oleh kemunculan Lukas di ambang pintu setengah terbuka kamar tidurnya tersebut...


__ADS_2