
Bercinta. Berhubungan intim.
Segera menimbulkan efek berkedut halus tertentu ke bagian inti diri Lukas walau tak sesegera itu ia dalam memberikan jawabnya.
Sesaat ditatapinya kedua mata Hana lamat-lamat. "Kau yakin?" Bukan ia bermaksud berpikir 2x.
Tapi dengan pria itu hanya mengucap 2 patah kata itu saja, birahi dalam segenap aliran darah Hana mampu terlonjakkan 2x lipat.
Ada siratan seolah akan menyanggupi, bayangan merasakan berhubungan se*s lagi dengan sang suami pun menyerbu ke dalamnya sana.
Hana mengkukuhkan niat, "Yakin. 100%."
"Tapi perutmu..."
"...tidak akan membahayakan kalau kita berhati-hati dan pelan-pelan saja. Kamu bisa?"
Ya Tuhan, lugu dan polos sekali. Pelan-pelan saja? Apa bisa? Tentu. Lukas melembutkan tatapan.
"Aku bisa," yakin pria itu, menyenyumi Hana. Hana balas tersenyum kecil. Senang. Lega.
Buat Lukas pun, kalimat lugu namun bermakna cukup dalam dari Hana mampu juga menyentuh hasrat kelaki-lakiannya.
"Kalau begitu..." kata pria itu selanjutnya, "...beri aku waktu sebentar. Mandi. Walau setelahnya aku tetap saja harus mandi lagi juga."
Ucapan Lukas serius tapi ditanggapi Hana dengan tawa. "Ya sudah, kamu pergilah mandi. Atau mau kutemani?"
Sang suami buru-buru menyahut, "Jangan. Kau bersantai saja. Tapi misalnya saat aku mandi lalu kau jatuh tertidur atau berubah pikiran, Hana, it's fine. Tidak apa. Itu berarti lepas landas kita mesti terdelay sementara waktu. Oke?"
Sang istri tertawa kecil lagi, "Oke." Mendapat tips berupa satu kecupan cepat yang didaratkan Lukas pada pipi kirinya. Masih ditambah 1x elusan sayang pada puncak rambut sebelum Lukas bangkit berdiri untuk pergi mandi.
...............
Menunggu di dalam kamar tidur...
Hana menyisiri rambut depan cermin. Mulai kering, gelombangnya muncul kembali.
Sungguh tidak capek. Jadi percintaan ini harus benar-benar bisa terwujud di malam ini juga. Selagi sang suami mengiyakan, entah kalau di lain hari.
Tapi kenapa tiba-tiba suaminya berubah pikiran? Wanita itu tak urung bertanya-tanya di dalam hati sambil memandangi pay*daranya di cermin. Bagian itu, dengan sendirinya terangsang dan mengencang karena Hana semakin bergairah membayangkan akan segera bercinta dengan Lukas.
Terlebih tubuh di bagian bawah...Hana memejam, mengangkat dan lebih melebarkan sela paha, menyentuh dan mengosokkan tangan ke bagian itu di bawah tepian meja rias. Sebentar mencari kenikmatan di sana. Akibat dorongan sek*ual terlanjur lebih dulu meningkat sebelum sang suami benar-benar hadir mengambil alih.
__ADS_1
Terserahlah. Apapun alasan Lukas berubah pikiran sekarang, Hana akan melupakan saja perasaan bertanya-tanya ini. Demi untuk kelancaran terlaksananya niat sakral mereka berdua di malam ini. Juga demi untuk memenuhi keinginan Hana yang sudah begitu mendamba Lukas mencintainya lagi.
Begitu saja.
"Hana,"
Oh!
Hana terkejut, cepat membuka mata dan menarik tangan. Hati-hati sekali kemudian dihelanya tubuh berdiri. Lalu berbalik.
Lukas rupanya telah selesai mandi. Tanpa wanita itu menyadari. Sempat memergoki wanita itu tengah membuai bawah tubuh dan mereaksikan geliat kecil, baik-hatinya Lukas adalah, pria itu berpura-pura tidak melihat.
Muncul bertelanjang dada dengan hanya berhanduk putih menutupi dari pinggang ke bawah lutut, rambut masih melembab basah, pria itu melangkah lagi menghampiri ke hadapan berdirinya Hana.
Ketika Lukas mengulurkan tangan dan menyentuh dagunya, kemudian memandangi wajahnya, napas Hana langsung tercekat.
"Malam ini aku akan bercinta denganmu, bukan karena aku sedang dalam misi mengalah, Hana..." Ibu jari Lukas bergerak naik dan mengusap-usap lembut kelembaban lipbalm Hana yang masih tersisa, "Tapi karena aku...memang menginginkannya juga."
"Iya." Hana berhasil mengeluarkan suara, menjaga agar kepalanya tidak bergerak sama sekali saat Lukas sambil masih menyentuh dagunya lalu perlahan menunduk...
"Balsam bibirmu terasa enak." Rangkuman mulut pria itu pada bibir Hana begitu lembut penuh perasaan. Walau begitu lapar, pria itu tetap melakukan ciumannya dengan perlahan dan hat-hati, sehati-hati memperlakukan sebuah porselen antik termahal di dunia.
"Ooo..."
"Jangan gendong aku lagi. Aku sudah 2x lebih berat di banding aku di malam pertama dulu."
Segera paham Lukas pun menyemburkan tawanya.
"Baiklah-baiklah... Naiklah."
Ke tempat tidur... Hana segera mematuhi. Di antara debar-debar yang kemudian mulai ia rasakan.
Bercinta untuk pertama kali setelah 7 bulan lamanya ia menjalani masa kehamilan tanpa 1x pun pernah melakukan percintaan... Oh, akan seperti apa rasanya? Seperti apa jadinya? Karena ini akan menjadi yang pertama pula bagi Lukas, meniduri istri yang sedang berperut besar.
Saat dilihatnya sang suami membelakangi untuk melepas handuk lalu menyampirnya di sandaran kursi meja cermin, jantung Hana berdesir oleh gairah, tak pelak bercampur cemas pula...
Tapi ditelannya juga rasa cemas begitu sang suami menghadapkan diri padanya dari arah kursi itu.
Ketelanjangan dan kejantanan diri Lukas yang sungguh teramat mengagumkan...
Tubuh bertinggi 180nya kuat, atletis, dengan pundak kokoh namun berpinggang ramping. Dan apabila sedang bergerak, gerakan lentur otot laki-laki ituu...walau Hana sudah pernah merasakan tubuh Lukas berada di atasnya, tetap saja ia merasakan lagi pijar daya tarik maha dahsyat tersebut terhadap diri seorang Lukas.
__ADS_1
Seperti saat ini, dengan telanjang, dengan penuh kepercayaan diri, pria suaminya itu melangkah mendekati ranjang... Menghampiri di mana Hana sudah berada, pada tengah kasur, berbaring lurus menelentang dan hanya akan membiarkan Lukas saja yang membukai pakaiannya...Lukas lalu duduk bersila pada sisi kanan menghadap berbaringnya wanita itu.
"Insting primitif seorang laki-laki akan selalu mengetahui apa yang harus dilakukannya, Hana. Begitupun aku denganmu seperti kau di saat ini...
Apa kau bisa mempercayaiku?"
Seolah Lukas tau saja apa yang sedang berkecamuk di dalam benak Hana... Wanita itu pun mengangguk-anggukkan kepala.
"Hm-mhh... Aku percaya kamu," ucapnya bersungguh-sungguh.
"Bagus. Kita akan memulai ini sekarang."
Tangan Lukas mulai menyentuh ke tepian bawah atasan daster Hana, menyingkap bagian itu dengan tanpa ragu...
Dan tak sampai 1 menit, diri Hana berhasil dipoloskan tanpa kesulitan, sepolos keadaan Lukas. Sama-sama sepenuhnya telanjang dan semakin tersulut gairah. Terlihat dari reaksi yang ditunjukkan oleh masing-masing tubuh mereka terutama tarikan napas yang memacu cepat.
Lukas berencana akan melakukan posisi berhubungan intim pada Hana 'Side By Side'...berbaring berdampingan dan saling berhadapan, dengan menggantungkan kaki kiri Hana di atas tubuhnya.
Seperti yang telah pernah pria itu baca di sebuah artikel med-sos ; selain aman dilakukan untuk ibu hamil, posisi ini juga bisa meningkatkan keintiman dengan pasangan. Karena memungkinkan istri dan suami saling berhadapan satu sama lain saat melakukan kegiatan percintaan ini.
Tapi mula-mula, tentu saja Lukas akan mencumbui Hana lebih dulu. Sampai wanita ini mendapatkan kesiapan menerima dirinya.
Maka Lukas bergerak ke posisi yang segera mengejutkan Hana, berlutut di antara kedua kakinya! Membuat wanita itu berusaha menundukkan kepala mencari lihat Lukas, mencoba memprotes pelan, "Lukas..."
Tanpa sadar Hana mengucap lirih nama pria itu.
"Beberapa hari lalu kau pernah memanjakanku, dengan melakukan yang seperti ini... Kali ini biarkan aku melakukannya untukmu."
Lukas menyentuhkan bibir ke permukaan yang sudah berkedut samar m*ss V Hana, wanita itu pun sontak melakukan geliat pertama... Selanjutnya menerima permainan demi permainan cinta dari bibir, lidah, mulut maupun jemari Lukas di area tersensitif tubuh bawahnya, Hana dibawa melambung pada berbagai perasaan yang belum pernah dialami wanita itu selama ini.
Gelombang demi gelombang kenikmatan yang silih berganti mendera. Tanpa ampun. Cumbuan demi cumbuan lihai dan terampil Lukas yang bersikeras memberikan kepuasan oral sepenuhnya pada m*ss V Hana, membuat wanita itu menjerat kuat-kuat kain sprei yang berhasil dicengkramnya erat, demi untuk mencegah ia menggerakkan perut besar atau pinggulnya menggelinjang ke sana ke mari.
Serasa akan mati karena tak tahan menanggung kebahagiaan yang sedang Lukas hadirkan baginya...
"Lukaass..."
"Aku menantikannya, sayangku, dari waktu ke waktu. Kau menyebut namaku."
Hana tak sanggup menyahut karena suatu desakan terjauh yang dilakukan jemari Lukas di dalam dirinya, membuat wanita itu menjerit tertahan dengan membanting kepala dan akhirnya luruh bersama hasil orgasme menderas... Hingga sesudahnya ia pun terkulai melemas di atas bantal dan kasur itu... Seiring titik airmata menetes dari kedua sudut mata, dan Lukas yang beranjak naik mengulurkan tangan, meraih dan memeluk tubuhnya.
&&&&&--&&&&&
__ADS_1