MUTIARA 250 JUTA-KU

MUTIARA 250 JUTA-KU
44. Fakta Berhubungan Se*s Selama Kehamilan Tidak Menyakiti Janin


__ADS_3

&&&&&--&&&&&


"Kegiatan berhubungan s*ksual yang ibu dan ayah lakukan sesungguhnya tidak menyakiti janin, ibu, ayah... Dikarenakan si Kecil di dalam sana sangat aman dan terlindungi oleh bantuan dari cairan ketuban yang mengelilingi  dia di dalam rahim, dan juga perlindungan dari dinding-dinding otot rahim tebal milik ibu...


Para pria biasanya merasa p*nisnya menyentuh sesuatu saat berhubungan s*ksual tapi pada faktanya, peni* sama sekali tidak melakukan kontak dengan bayi.


Fakta lain, tentang goyangan dari berhubungan intim... Bayi di dalam rahim ibu tidak akan mudah terganggu goyangan dari berhubungan intim. Kenapa? Karena bayi sudah terbiasa dengan gerakan ibu saat ibu beraktivitas setiap harinya...


Memang salah satu reaksi dari janin saat ibu melakukan hubungan se*s atau berhubungan badan adalah si Kecil ibu bergerak. Menjadi aktif. Misalnya ketika ibu dan ayah sedang berganti posisi, si Kecil berganti posisi bersama ibu.


Bahkan saat ibu mencapai orgasme, si Kecil juga ikut merasakannya lho."


"Bentuk dari ikut merasakan ini? ... Ketika ibu pada titik orgasme, hasil orgasme berupa reaksi-kontraksi-pada-rahim-ibu itu justru membuat bayi di dalam rahim seolah-olah merasa mendapatkan pelukan. Pelukan hangat sang ibu.


Nah, maka, rasa seolah mendapat pelukan tadi itu akhirnya makin membuat si Kecil ibu merasa nyaman, dan makin lelap lagi dalam tidurnya...


Iya itu betul, apalagi kalau ayah dan ibu selama melakukan kegiatan hubungan badan disertai juga oleh perasaan nyaman, rileks, senang, penuh kasih-sayang penuh cinta, bayangkan, akan seperti apa lagi jadinya dia di dalam sana?


Akan semakin menidurkan diri... Dalam posisi tetap tertidur tenangnya tanpa pergerakan berarti biarpun ayah dan ibu terus berlanjut berkegiatan... Makanya tadi ibu Hana mengatakan ibu tidak merasakan si Kecil ibu bergerak, kemungkinan besar karena si Kecil ibu sedang mengalami semua hal itu tadi...


Jadi seperti itulah, itu kalau tentang aman, serta nyaman atau tidaknya bayi kalian sehubungan dengan kegiatan se*s yang baru saja kalian berdua lakukan ini, berikut orgasmenya..."


"Kepastian untuk keluhan ibu Hana tentang kenapa si Kecil ibu sepertinya tidak bergerak selama dan sesudah kegiatan hubungan intim... Tak perlu kawatir, saya bisa pastikan keadaan si Kecil kalian saat ini sangat baik-baik saja serta aman dan nyaman juga.


Silahkan, ayah dan ibu bisa memperhatikan sendiri di layar...seperti yang saya sudah jelaskan, posisi, detak jantung yang stabil, dan seperti biasa, psst...lihat, si Kecil kalian sekarang ini sedang tertidur pulas di dalam sana...inilah jawaban untuk pertanyaan bu Hana. Oke, ibu?


Tidak-tidak, tidak perlu menghentikan hubungan intim kalian. Silahkan saja, tidak ada larangan, masih boleh terus dilakukan. Asaal...tentunya selama ibu Hana sendiri masih merasa baik-baik saja dalam melakukannya."

__ADS_1


...............


Melegakan. Ternyata tidak ada masalah sama sekali.


Kelegaan sungguh dirasakan Hana dan Lukas usai mengetahui hasil pemeriksaan USG dan penjelasan dari Dokter Ariana, dokter rekomendasian dari Farah yang bertugas tak jauh dari rumah Farah, dan kebetulan sedang dalam jam prakteknya di hari Minggu siang pukul 1:30.


Banyak lagi informasi lain didapat keduanya dari Dokter spesialis yang memeriksa kandungan Hana di Klinik Ibu & Anak itu, beberapa di antaranya menjelaskan : Satu reaksi lain yang dialami janin saat ibu berhubungan badan, yaitu kelaparan. Membuat sang ibu kelaparan tiap beberapa menit. Lalu informasi lainnya, tentang se*s oral yang berisiko saat sang suami menghembuskan udara ke dalam vagi*a istri. Dan terakhir, kebalikan dari mitos, berhubungan intim saat kehamilan justru dapat membantu mempermudah proses persalinan.


"... Aku memang sudah pernah mengetahui pengetahuan tentang itu, bahwa tidak ada larangan melakukannya dengan wanita yang sedang hamil." Lukas berkata pada Hana sesampainya di rumah dan pria itu segera menghenyakkan pantat duduk ke sofa panjang, usai mengecek sebentar kondisi mesin mobil di garasi sementara sang istri masuk rumah.


Hana membawakannya secangkir mug teh manis panas, dan bagian wanita itu sendiri berupa segelas susu coklat. Susu khusus bagi ibu hamil yang lebih suka ia seduh panas-panas namun diminum saat dingin.


"Tapi aku tidak melakukan itu padamu..." Lukas melanjutkan kata-katanya, "...karena aku tidak mau saja kau beranggapan aku mengejar anak darimu dan juga mengejar se*snya."


Hari Minggu, adalah hari libur kerja bagi bu Nita. Subuh tadi beliau langsung berangkat pulang ke rumahnya, akan kembali lagi ke sini di esok Senin.


Jadi sepanjang hari Minggu ini menjadi hari bebas bagi Hana dan Lukas untuk 'berbuat' apapun yang mereka inginkan, tanpa perlu merasa kawatir terpergok.


Seperti begitu Hana mengambil tempat duduk agak ke sebelah Lukas, maka Lukas segera menutup jarak, beringsut merapat kepada Hana dan secara lembut dan protektif menyandarkan punggung sang istri ke dadanya.


Dengan penuh kemesraan Lukas memperlakukan wanita itu, dengan penuh perhatian istrinya itu mendengarkan dan terus menyimak kata-kata penjelasannya. Sesuai niat pria itu yang memang ingin memberi penjelasan tentang keabsenannya bercinta dengan Hana.


"Aku menikah denganmu fokus utama untuk mendapat keturunan, Hana. Sedangkan se*s itu sendiri, seumpama pelengkap saja. Maksudku untuk situasi dan kondisi begitu kau sudah dalam keadaan hamil begini," tambah pria itu.


Situasi hubungan yang sudah berkembang total dan drastis dalam semalam di antara mereka berdua ini, kini lebih mempengaruhi lagi pada cara Hana merespon sang suami. Begitupun sebaliknya Lukas terhadap wanita itu.


Selain dengan sendirinya mereka berdua menjadi lebih terbuka dan banyak berbicara, kemajuan pada bidang 'banyak bekerja' itu pun seiring sejalan mengikuti.

__ADS_1


Seolah membalas waktu-waktu kemarin yang berlalu begitu-begitu saja minus keintiman, meski sudah dikuasai lelah dan penat pun demi untuk merasakan lagi 'berdekatan' dengan sang suami, maka Hana mengabaikan penat.


Bersandar pada Lukas menikmati remasan dan pijatan tangan pria itu pada masing-masing pay*daranya, Hana memberi tanggapan dengan menggeliat kecil bergairah, dan menggosokkan punggung di dada bidang sang suami sekaligus menyandarkan penatnya di sana.


"Karena kemudian kau hamil, tentu saja aku harus tau diri. Aku tidak mau membuatmu yang sedang mengandung begini...jadi kerepotan juga melayaniku.


Begitu saja.


Lagipula kita berdua kemarin-kemarin masih baru saling kenal. Jadi sejujurnya aku terhadapmu..."


"...sama seperti aku, kamu hanya masih merasa segan itu saja terhadapku." Hana sekilas mendongak, menandaskan meniru yang pernah Lukas sebutkan terhadapnya menyinggung tema segan.


Lukas tak merasa perlu untuk mengelak. "Ya," akunya.


"Di samping itu, karena kamu masih ada Meiska juga," Kali ini Hana seolah bergumam.


"Begitulah." Sekali lagi sang suami mengiyakan kata-katanya.


"Sampai sekarang aku masih belum tau bagaimana akhirnya perasaan kamu terhadap dia." Hana menerawangkan pandangan menembus dinding di seberang mata.


Sang suami merespon dengan memindahkan satu tangan lain yang beristirahat pada samping duduk ke perut Hana, lembut memberi usapan terbaik sambil bersuara.


"Jangan kau perdulikan bagaimana atau seperti apa akhir dari perasaanku itu. Tidak ada lagi pentingnya kecuali kita bertiga ; kau, aku, dan dia di dalam sini. Hm? Sepakat?" Lukas menundukkan kepala, membalas pandangan dalam-dalam Hana yang sedikit tengadah melihati wajahnya.


"Sepakat deh," angguk Hana akhirnya, menuntaskan bahasan terakhir.


Mereka berciuman.

__ADS_1


Teh manis Lukas mendingin, susu coklat Hana lebih dingin lagi. Tapi kehangatan terasakan kuat menyebar di udara dan di dalam perasaan mereka masing-masing.


"Tolong kau pakai lagi kalung itu saat kita bercinta lagi nanti... Kalau memungkinkan, di malam ini juga... Please?"


__ADS_2