
Dan Lukas pun terperangah.
Astaga, Hana... Lukas menyadari, tak seharusnya ia terpana sesaat mendengar pengakuan terbaru ini. "Kau masih suci, tak pernah berpacaran, bahkan kau juga belum pernah berciuman?"
Memendarkan pandangan polos Hana menggelengkan kepala, balik bertanya. "Bagaimana bisa perempuan yang tak pernah punya pacar memiliki kesempatan berciuman?" Dahinya lantas berkerut bingung.
Tawa kecil kedua kali sang suami bukan bermaksud menjatuhkan. Karena sedetik kemudian suaminya itu bahkan segera mengajari Hana berciuman...sekaligus sambil tetap saling berciuman Hana merasakan satu tangan Lukas mulai menyentuh ke permukaan perutnya, mengusap-usap perlahan di sana.
Aah...sangat menggetarkan dan mendebarkan Hana. Meremangkan dan mendirikan bulu roma. Menyadari bagaimana ia dan Lukas kini semakin serius menuju tahap selanjutnya percintaan mereka.
Baju tidur kimono Hana tak berkesan terlalu seksi, tapi tetap saja karena sedang melekat di tubuh mulus dan murni Hana, pakaian itu jadi terlihat menggairahkan bagi Lukas.
Sama menggairahkannya dengan cara Hana memasrahkan diri, hanya diam saja saat Lukas kemudian menempatkan jemari ke tali pengikat di tengah baju tidur Hana.
Tali pengikat terlepas. Tepian depan kimono tersibak, dikuakkan selebar-lebarnya, menampilkan kulit halus mulus tubuh terutama pay*dara ber-Bra Hana berikut m*ss V bercel*na dalam model panty di bawah sana.
Gejolak dalam perasaan Hana kian tak terbendungkan lagi manakala Lukas menurunkan mulut dari permukaan bibirnya, mendatangi ke permukaan Bra pink itu...sama perasaan dengan yang sedang dirasa sang istri.
Hanya lenguhan samar yang terdengar kemudian begitu telapak tangan Lukas menangkup ke permukaan ber-Bra pay*dara kiri Hana, meremas di sana disertai permainan mulut pria itu pada pay*daranya yang kanan.
Rasanya tak tergambarkan.
Isi cerita komik Hana tidak ada apa-apanya.
Imajinasi wanita itu selama ini ternyata tak sedahsyat apa yang sedang dialaminya sekarang.
Pada saat sang suami menyelusupkan jemari ke balik kain berenda untuk mencari putingnya, wanita itu akhirnya tak sanggup lagi menahan hentakan reflek tubuh mengangkatnya. Melengkungkan punggung, menggeliat kesana kemari tak tentu arah, sesaat sang suami memulai memesrai bagian tersensitif buah dada Hana itu.
Memperdengarkan rintihan akan nyeri menyakitkan namun sekaligus nikmat saat puncak pay*daranya mulai di mesrai oleh jemari dan juga mulut terampil Lukas usai mendorongkan kain Bra ke atas...
Terlihat begitu indah, bagaimana kedua tubuh di atas ranjang berukuran king size itu tak lama kemudian bergumul dalam hasrat dan gairah percintaan memabukkan.
Begitupun sewaktu yang pria melucuti lepas seluruh penutup tubuhnya sendiri dan penutup terakhir tubuh wanitanya, lalu menyatukan inti diri mereka berdua...keperkasaan Lukas berhasil meluruhkan kelembutan Hana, jerit tertahan kesakitan wanita itu menghadirkan cinta itu kemudian ke dalam hati terdalam Lukas.
...............
Isi benak Lukas di hari-hari sebelum 3 hari kemudian setelah pertemuan pertama dengan Hana akhirnya ia mengucap kata Iya. Untuk penawaran menikah yang tak di sangka-sangka datang baginya, yang mana di akhir pertemuan pertama Lukas mengakhiri dengan kalimat Akan Mempertimbangkan.
Pria itu benar-benar mempertimbangkan.
__ADS_1
Secara serius hingga sedikit mengganggu kekonsenannya di tempat bekerja, sementara Hana tak sekalipun mencoba menghubungi lagi lewat telpon, hanya 1x mengirim pesan singkat memberitaukan bahwa wanita muda 30 tahun berparas manis dan beraura cerdas itu telah berbicara dengan sang ibu.
'sudah bicara dengan ibu. kukatakan akan ada yang datang melamarku. tapi cari ribut namanya kalau aku tidak berahasia.
jadi kupesan pada ibu dan adik kalau aku tidak akan pernah mau menjawab apapun pertanyaan dari mereka tentang niatku ingin menikah.
jadi, kuharap kamu juga bisa tutup mulut jangan bicara apa-apa, andai kamu akhirnya mau menerima tawaranku...' :
"Nyaris tak ada kekurangan pada dirinya dalam pengamatan singkatku kemarin.
Tak tersirat niatan terselubung di balik kesan memaksa itu yang justru kuanggap unik dan manis.
Dia juga tidak membosankan sama sekali.
Dari caranya yang ingin mempertanggung jawabkan ulah adiknya, dari pernyataan demi pernyataan yang melulu tak ingin menyulitkan pihaknya sendiri maupun aku, apa aku berlebihan bila...aku berminat menyetujui tawarannya?
Karena aku merasa tergoda untuk menguji dan membuktikan apakah pada akhirnya nanti Hana akan konsekuen atau tidak dengan semua kata-kata yang pernah diucapkannya di depanku.
Lagipula, aku tak bisa membohongi diri memang cukup suka pada orangnya.
Hana...wanita ke 3 dalam hidupku yang dalam melihat pada dirinya membuatku segera terpikirkan ranjang dan percintaan.
Lukas menjadikan tema pesan singkat dar
Hana tersebut untuk membuka komunikasi dengan wanita itu di 3 hari kemudian...
"Apa tanggapan atau komentar dari bu Ratna?"
'ibu tidak bereaksi apa-apa, cuma bertanya 'siapa laki-laki itu'...lalu kujawab 'lihat saja nanti.' '
..............
Isi hati penasaran Hana dalam penantian jawaban :
"Aku cukup percaya diri menganggap bahwa aku ini tidak jelek-jelek amat. Tidak juga cantik-cantik amat.
Biarpun aku ini berasal dari keluarga tak terlalu mampu, cara pria bernama Lukas Hirlandi itu mengatakan Akan Mempertimbangkan, itu cukup melegakan aku.
Tak lantas menolak aku.
__ADS_1
Kalau akhirnya dia tak mau menikah denganku, ya sudah, kucicil saja hutangnya.
Begitu saja. Tak akan kupaksakan lagi. Karena pemaksaanku yang kemarin itu padanya, ohhh...alangkah konyol dan memalukan!
Tapi oke, aku semula tak ingin memaksanya. Namun begitu aku bertemu dia...Tuhan, dia ganteng sekali. Jangkung, ramping tapi atletis. Macho. Ya ampun, aku sedang melamar seorang pria hebat nan memukau!
Orangnya pun kelihatannya cukup baik dan sangat ramah.
Kalau aku bisa menikah dengannya, aku akan berusaha keras menjadi Hana Levinora Cesilia yang baik, manis, penurut dan tak akan banyak tingkah terhadapnya.
Akan menjadi Hana yang menakjubkan yang bisa dia banggakan dan...dia cintai.
Aku ingin dia bisa jatuh cinta juga padaku...pada akhirnya.
Karena kurasa aku...telah jatuh cinta padanya di pandang pertama, jumpa pertama.
Ohh... Lukas itu...kenapa ternyata sehebat pria yang kulihat dan kutemui kemarin ituu? Kupikir dia hanya biasa-biasa saja di usia ke 41 nya.
Yahh..."
Pada kenyataan akhir, Hana mau tak mau harus menelan pil pahit.
Bahkan di penghujung percintaan malam pertama antara dirinya dan Lukas, sehabis bercinta, Lukas segera meninggalkannya sendirian di dalam kamar, menghilang hingga Hana bangun di keesokan siang sekitar jam 8 lalu turun dari lantai atas, melihat Lukas sudah asyik mengutak-ngatik motor gedenya di halaman rumah.
Tidak ada yang namanya melakukan momen-momen romantis sebagai sepasang pengantin baru di pagi hari kedua pernikahan, Lukas seolah asyik sendiri dengan dunianya.
Pelukan hangat, dekapan mesra, berasyik-masyuk? Ternyata itu tidak ada dalam pernikahan mereka berdua. Apalagi bertukar cerita, bertukar pikiran, bersenda gurau? Nihil. Di mulai dari hari pernikahan kedua tersebut.
Hari-hari selanjutnya, Lukas lebih suka bersikap atau bebicara seperlunya pada dirinya. Lebih suka menghabiskan waktu Senin hingga Jumat di tempat kerja hampir 18 jam sehari, Sabtu dan Minggu kadang pergi keluar entah kemana, menghilang selama mungkin.
Percintaan pun tak rutin, nyaris jarang, dengan Lukas pasti segera berlalu meninggalkannya usai bercinta.
Akan selalu segera beralih ke hal lain selain istrinya sendiri. Entah dengan segera tidur, segera meninggalkannya dengan membawa HP atau Laptop itu ke luar kamar ; ke balkon atau langsung turun ke lantai bawah, atau pun total melenyap dari segala penjuru rumah.
Seperti itulah mereka berdua dari pernikahan malam kedua hingga...hingga ke hari meninggalnya ibu Hutami?
Cara pria itu tak mau 'membuka diri' lantas dibalas Hana dengan berbuat serupa terhadap pria itu.
Ia mulai sejak pernikahan malam kedua hingga...hingga ke hari meninggalnya ibu Hutami.
__ADS_1
###############