My Ex Crush

My Ex Crush
Yang sebenarnya terjadi


__ADS_3

Nathan menatap kesal pada layar ponselnya yang ngga ada tanda tanda akan memunculkan notif pesan balasan.


"Dia tambah berani aja," gumamnya dengan senyum miringnya.


Suara hingar bingar di club yang sedang didatanginya bersama sahabat sahabatnya seakan ngga mengganggunya. Mungkin juga ngga terdengar olehnya.


"Ternyata dugaanku benar," ujar Eriel agak berteriak di tengah suara kerasnya musik.


"Hemm," gumam Fazza sangat mengerti. Tapi ngga ingin merespon lebih dari ini.


Jeff tetap ngga peduli. Dia sibuk menyesap minuman alkoholnya.


"Hobi banget mabok," dengus Eriel kesal karena ngga ada yang serius menanggapinya.


Lagi lagi ngga ada tanggapan membuat mulut Eriel berdecak kesal.


"Sudah, lebih baik diam," kata Fazza sok bijak. Dia menahan senyumnya melihat wajah kesal Eriel.


"Kamu tetap naroh Elea didekatmu?" tanya Jeff tiba tiba. Rupanya dia belum sepenuhnya mabok.


"Bukan aku," tangkis Nathan cepat, dia menatap Jeff malas.


Eleanor berhasil melewati wawancara dan diberi posisi sebagai staf perencanan proyek di perusahaan pusat. Ngga dilempar ke cabang yang lain, karena melihat potensinya. Begitulah laporan yang diterima Nathan.


Fazza pura pura sibuk menggoyangkan es batu di gelasnya. Dia ngga akan minum. Maminya bisa memberinya ceramah ala mamah dedeh kalo dia ketahuan minum.

__ADS_1


Daddy pun hanya bisa melarikan diri tanpa mau membelanya, walaupun menurut Daddynya sesekali ngga apa minum asal jangan sampai mabok, dan menyusahkan orang orang di sekelilingnya.


Beda dengan Eriel yang memusatkan perhatian pada pembicaraan Nathan dan Jeff. Walau dia tau masih tetap lagu lama yang diputar lagi. Terus begitu.


"Cleo akan semakin ngga nyaman," kesal Jeff sambil menuangkan botol minuman alkoholnya lagi.


"Cleo sudah membuangmu. Kenapa masih memikirkan dia?" senyum mengejek tercetak di bibir Nathan.


Jeff diam, tapi rahangnya mengetat. Semua ini salahnya. Salah alkohol ini. Harusnya dia ngga bersahabat baik dengannya.


"Lagi pula kenapa Elea masih mempertahankan pertunangannya denganmu, Jeff. Padahal kita tau yang dikejarnya Nathan," sela Eriel ikut campur dalam pembicaraan keduanya yang sampai kiamat pun ngga akan selesai.


"Ngga suka tapi betah nyium," sarkas Nathan mengejek.


Hampir saja Jeff melemparkan gelasnya pada Nathan, untung dia melihat isyarat Fazza.


"Makanya jauhi alkohol. Kalo kepengen, minum sedikit saja," nasihat Fazza.


Memang benar isi ceramah maminya, alkohol akan membawa kemudaratan bagi yang mengkonsumsinya.


Jeff terdiam. Fazza memang benar. Malam itu dia mengira sedang mencium Cleora, tapi nyatanya malah tunangannya yang sedang digarapnya. Apesnya Cleora melihatnya. Auto dicut dia sama Cleora.


Padahal belum dua jam Jeff mengutarakan perasaan sukanya pada kembaran Nathan.


Dan diterma!

__ADS_1


Karena itu saking senangnya Jeff minum berbotol botol alkohol yang ada di apartemannya.


Eriel sedikit banyak memahami kekisruhan Nathan dan Jeff. Gara gara perempuan.


Jeff menyukai Cleora tapi ditunangkan keluarganya dengan Eleanor. Eleanor menyukai Nathan. Berjanji akan melepaskan Jeff jika Nathan mau menerimanya.


Tapi Nathan ngga mau. Siapa juga mau serius dengan perempuan yang sudah dicium sahabat sahabatnya dan laki laki lain. Mungkin bagi Eleanor biasa saja, hanya sekadar ciuman bibir. Budaya di negaranya malah virgin sudah hampir ngga ada yang mempertahankan. Apalagi dengan hanya ciuman.


Eriel pun ngga tahan karena digoda Eleanor. Prinsipnya ngga akan mengganggu milik teman apalagi sahabat, raib sudah dengan keagresifan Eleanor padanya.


Siapa yang tahan digoda Eleanor yang secantik boneka barbie.


Hanya Fazza. Iman sahabatnya sangat kokoh. Tapi ngga tau kalo Eleanor nekad tampil naked di depannya. Apa Fazza masih kuat mempertahankan imannya dari godaan syaithon yang terkutuk.


Lagian Eleanor seperti bahagia bisa menaklukkan sahabat sahabat Jeff. Termasuk Jeff sendiri. Bahkan katanya bibir Nathan pun sudah dijam@h olehnya.


Gadis itu beneran gila. Cantik seperti barbie dan punya otak yang ngga waras. Karena itu masalah mereka stuck sampai di situ saja.


Sekarang Elenaor sudah menancapkan dengan kuat taringnya di dekat Nathan. Kalo Eriel ngga salah duga, Eleanor akan lebih gigih mengejar Nathan kembali. Sementara Nathan malah ingin membuat kisah baru dengan Zoya. Gadis jenius yang dulu selalu dimusuhinya.


Gimana Eriel ngga berpikir begitu. Dulu setiap ada Zoya, pasti Nathan akan menyingkir. Dia bahkan rela ngga ikut piknik keluarga jika ada Zoya yang nyempil di sana karena dipaksa ikut oleh Cleora.


Sekarang Zoya berada sangat dekat dengannya. Eriel yakin, ini pasti ulah Cleora yang ingin mendekatkan Zoya dengan Nathan.


Cleora pasti ngga rela kalo kembarannya jatuh ke tangan Eleanor yang jelas jelas sudah mengkhianati persahabatannya dan rasa percayanya.

__ADS_1


Apapun itu, Eriel akan terus mengamati perkembangan hubungan mereka.


__ADS_2