My Ex Crush

My Ex Crush
Love is so sweet


__ADS_3

Zoya pun ikut bertepuk tangan bersama penonton lainnya begitu lagu calm down akhirnya selesai dilantunkan.


Para pengunjung pun pada antre memberikan uang pada kotak uang yang ada di depan para pengamen itu.


"Terimakasih," ucap Nathan dengan senyum memikatnya yang membuat para pemberi uang itu terutama perempuan jadi malu malu tersipu. Yang menyumbang pun semakin banyak. Dan besarnya donasi minimal lima ribu rupiah, tapi lebih banyak sepuluh rbu dan dua puluh ribu.


Zoya jadi tersenyum melihatnya. Dalam hati ikut senang dan bersyukur, para pengamen itu mendapatkan hasil yang banyak malam ini.


Nathan melemparkan senyumnya pada Zoya yang semakin berdebar melihatnya.


Laki laki tampan itu memberikan biola pada pemiliknya. Dia pun dengan tenang berjalan ke arah Zoya dengan netranya terus menyorot teduh pada Zoya yang hanya bisa mematung menatapnya.


Puluhan pasang mata pengunjung taman yang tadi menonton permainan biola si tampan, kini menyorot kemana langkah violinist tampan itu pergi.


Nathan menghentikan langkahnya tepat satu meter di hadapan Zoya. Dunia bagai berhenti berputar


"Gimana? Aku udah menang banyak dari kamu, kan."


Zoya tertawa kecil mendengarnya.


"Ya, kamu juaranya," ucap Zoya dalam senyum manis dan gugupnya.


Nathan pun tertawa, hatinya sangat senang dan bangga mendengarnya.


Akhirnya nona overthingking ini mengakuinya.


Zoya pun menyambut uluran tangan Nathan, yang menariknya menjauhi kerumunan karena para pengamen itu yang kini semakin semangat memaenkan alat musik mereka.


*


*


*


Beberapa jam sebelumnya.


Jeff melangkah cepat menuju lantai ruangan Cleora


"Ciee.... Jeff, kangen, ya," ledek Moana sambil meliriik banyaknya paper bag yang ada.di tangan Jeff.


"Oleh oleh buat pacar nih ya... Buat kita mana, dong," tagih Indri meledek. Freya pun terkikik


Jeff tersenyum, memang ada buat teman teman Cleora. Tapi biar gadisnya saja yang memberikannya.


Tanpa menjawab sepatah kata pun, Jeff membuka pintu ruangan Cleora.


"Hai," sapanya lembut saat melihat kekasihnya mendongakkan wajahnya.


Cleora pun tersenyum lebar melihat kedatangan Jeff. Dia pun bangkit dari duduknya dan menyongsong kehadiran Jeff.


"Bawa apa itu?" tanya Cleora saat Jeff mengulurkan banyak paper bag.


"Buat kamu, Agni sama teman teman kamu," senyum Jeff.


Cleora tertawa lepas.


"Ini spesial buat kamu." Jeff menunjukkan tiga paper bag yang memang spesial dia belikan buat kekasihnya.

__ADS_1


"Oya?" Cleora pun melihat lihat isi di dalam tiga paper bag nya.


Ada beberapa tas, beberapa dres, dan sebuah kotak perhiasan.


Jeff pun mengambil kotak perhiasan itu dan membukanya di depan Cleora. Isinya sebuah kalung berlian putih yang pipih bermata kan bunga daisy pink muda.


"Aku pakaikan kan, ya." Tanpa menunggu jawaban Cleora, Jeff memutari kekasihnya dan mengenakan kalung itu di leher Cleora.


Dengan dada berdebar Cleora menyingkirkan untaian rambutnya ke samping lehernya untuk memudahkan Jeff.


"Kamu suka?" senyum Jeff sambil menempelkan dagunya di pundak Cleora.


"Ya, suka banget." Cleora meraih mata kalung berbentuk bunga daisy dan fokus menatapnya.


"Indah banget."


"Itu lambang ketulusa hati aku mencintai kamu."


Hening. Keduanya seperti meresapi degupan jantung masing masing. Kedua tangan Jeff pun sudah menggelung di pinggang Cleora.


"Nathan menitipkan dua paper bag buat Agni," ucap Jeff masih setia dengan posisinya, memecah keheningan.


"Oh ya."


"Yang dua lagi itu, gabungan dari kitalah beliin buat teman teman kamu," kekeh Jeff.


Cleora pun tergelak.


"Pasti tadi mereka sudah lihat, ya, di depan tadi."


Keduanya pun tertawa bersama.


Ngga lama kemudian keduanya pun berjalan ke depan dengan dua buah paper bag. Ketiganya ternyata sudah berkumpul di meja Moana dan langsung berseru heboh saar melihat Cleora mengacungkan dua buah paper bag.


"Makasih ya, Cleo" seru Indri girang.


"Itu dari Jeff, Nathan, Eriel sama Fazza," koreksi Cleora membenarkan.


"Apa pun itu, pokoknya makasih," seru Freya menimpali.


"Wow, tasnya keren," seru Moana yang juga sudah melihat lihat isi tasnya.


"Ini buat kita masing masing dua tasnya?" Indri langsung menunjuk dua tas pilihannya.


"Ya," sahut Cleora yang disahuti teriakan heboh oleh ketiga temannya.


Tas tas merk Gucci dengan model dan warna yang berbeda kini sudah menemukan pemiliknya.


Moana, Indri dan Freya pun ngga henti hentinya berceloteh senang dan mengumbarkan tawa bahagia. Bukan mereka ngga sanggup membelinya. Tapi ingatan sahabat sahabat yang ngga melupakan mereka selalu membuat haru dan ngga bisa dibandingkan dengan apa pun.


"Ehem....."


Ketiganya menoleh sekilas saat mendengar suara batuk yang mengganggu, setelahnya sibuk lagi dengan tas tas barunya.


Sedangkan Jeff mengeratkan rangkulannya pada pinggang Cleora. Dan keduanya ngga mempedulikannya.


"Nathan ngga ada di ruangannya. Asistennya juga. Kalian tau mereka kemana?"

__ADS_1


"Pasti lagi berduaanlah," sahut Indri cuek.


"Kamu ngga bareng mereka?" bisik Cleora pada Jeff.


Jeff menggeleng.


"Dia mau bilang cinta sama Zoya," bisik Jeff membuat Cleora menatapnya dengan mata penuh binar. Kini posisi Cleora menyamping menghadap Jeff. Pipi mereka ngga sengaja bersentuhan.


Dada Jeff berdebar karenanya. Ingin dikecupnya bibir setengah terbuka itu, tapi dia merasa segan karena ada ketiga teman Cleora di dekat mereka.


Mungkin kalo dia Eriel, akan beda reaksinya.


"Serius?"


"Hemm...."


"Syukurlah." Hati Cleora bergejolak senang. Usahanya, mami dan daddy ngga sia sia. Mereka akan jadian hari ini.


"Ada apa, Cleo?" tanya Moana yang melihat bisik bisik keduanya.


"Ada berita bahagia apa lagi, nih? Kalian mau tunangan?" tebak Indri gercep. Dia ngga mau sampai jadi orang terakhir yang tau gosip terhangat.


"Apa benar Cleo," serbu Moana juga ngga sabar.


Eleanor mematung mendengarnya.


Jeff akan tunangan?


Setelah dia ngga berhasil mendapatkan Nathan, Jeff adalah tujuan akhirnya.


Mereka ngga boleh, larangnya membatin penuh emosi.


"Bentar lagi," jawab Jeff ringan.


"Ngga bisa Jeff," sentak Eleanor mengagetkan ketiganya. Tapi Cleora dan Jeff tetap tenang saja.


"Apa maksudmu ngga bisa, hah?" suara Indri terdengar lantang.


"Jeff tunanganku. Kita belum putus secara resmi."


"Mimpi nih orang," ejek Freya. Moana dan Indri pun terkekeh. Mengetawainya.


"Heh, teman kalian itu pelakor. Dia merebut Jeff dariku," seru Eleanor penuh emosi. Sekalian menyebarkan racun.


Jeff akan membuka mulut untuk memaki gadis ngga tau malu itu, tapi keduluan Cleora.


"Nathan menolak kamu?" kekeh Cleora menyindir.


Moana, Indri dan Freya yang udah tau cerita sebenarnya pun tergelak gelak.


"Kasian banget." Moana memandang kasian, tapi tawanya masih saja terdengar.


"Kalo aku jadi dia bakal langsung daftar ke rumah sakit jiwa," timpal Indri yang menambah semangat kedua sahabatnya tertawa.


Karena sangat malu rahasianya kebongkar, Eleanor pun berbalik pergi dengan sesak di dada.


Tadinya dia mau menemui Nathan, menanyakan kenapa dia menerima surat pemecatan. Dia ngga terima. Dia ngga mau dijauhkan dari Nathan. Apalagi Jeff sekarang sudah berbahagia dengan Cleora. Sekarang dia malah dipermalukan oleh teman temab Cleora. Hatinya sangat sakit.

__ADS_1


__ADS_2