My Ex Crush

My Ex Crush
Yang punya cinta


__ADS_3

"Cleo, maafkan aku." Jeff memutar tubuh Cleora hingga menghadap ke arahnya.


Tangannya masih memeluk pinggang Cleo walau ngga seerat tadi.


Cleora terpaku pada mata biru yang menatapnya lembut. Dia selalu terhipnotis sampai membiarkan wajah Jeff mendekat. Mata Cleora terpejam karena debaran ngga seirama jantungnya. Dan bibir laki laki itu menyentuh bibirnya dengan sangat lembut.


Tangan Jeff yang semula ada di pinggang Cleora kini sudah berada di tengkuknya. Menekannya lebih dalam hingga bibirnya semakin terbenam.


Nafas Jeff yang panas karena suhu tubuhnya yang masih cukup tinggi menghangati wajah Cleora.


"Jeff," lirih Cleora berucap sambil menjauhkan bibirnya.


Jeff tersadar, tadi dia begitu larut dalam perasaannya.


"Maaf. Aku sangat mencintaimu, Cleo," erang Jeff dengan perasaan takut kalo Cleora akan marah lagi padanya. Dan menjauhinya. Padahal dia sudah semakin dekat dengan tujuannya.


Jeff merutuki ketaksabarannya. Harusnya dia perlahan lahan.


"Se sebaiknya kamu istirahat." Cleo masih ngga mau melihat mata biru yang selalu menghanyutkan perasaannya. Dia bisa goyah dan melanjutkan apa yang sudah mereka lakukan tadi.


"Cleo, aku akan putuskan pertunanganku dengan dia. Aku akan menentang orang tuaku kali ini. Tapi terima aku jadi kekasihmu lagi. Aku ngga bisa Cleo, hidup tanpa kamu," mohon Jeff dengan mata birunya yang sudah berkaca kaca. Dia sungguh takut saat ini kalo Cleora akan mencampakkannya lagi.


Apalagi tadi dia sudah berbuat kurang ajar pada Cleora.


Cleora menatap lama pada mata biru yang malah terlihat berpendar indah karena terkena pantulan lampu. Dia selalu terpesona.


Hatinya memang masih untuk Jeff. Nathan, Fazza dan Eriel bahkan sudah ngga terhitung berapa kali meminta dia memaafkan Jeff.


Cleora menghela nafas perlahan. Saat ini dia masih berada dalam pelukan Jeff, walaupun ngga seerat tadi.


"Asal kamu ngga minum alkohol lagi, aku akan terima kamu."


"Benarkah? Oke. Aku ngga akan minum alkohol lagi." Mata Eriel mengerjap. Satu lengkungan manis tercipta di sana. Jantungnya berdebar kencang saking girangnya dia.


Cleo mau menjadi pacarnya lagi!


Alkohol adalah penyebab dia berpisah. Kalo cintanya yang meminta dia mengenyahkannya, akan dia lakukan. Dengan sangat senang hati.


"Jadi resmi hari ini kamu jadi kekasihku, ya. Jangan diralat, Cleo." Jeff masih saja khawatir, takut Cleora hanya pura pura menerimanya. Takut kena prank. Hatinya bisa tambah hancur kalo itu terjadi.


"Iya, iya. Kamu kenapa, sih, jadi kayak gini," kesal Cleora karena Jeff ngga percaya kalo dia sudah menerima laki laki mata biru yang tampan ini. Dia pun mengurai pelukan Jeff.


Rasanya Cleora membenarkan kata kata Eriel yang sering menyebut Jeff sudah jadi orang bodoh.


"Cleo, sorry," tahan Jeff sambil memegang lengan Cleora.


"Sebaiknya kamu istirahat."

__ADS_1


"Oke. Tapi kamu temenin, ya."


"Iyaaa. Ayo cepat," perintah Cleora galak


Jeff mengembangkan senyumnya. Dia mengikut saja saat Cleora membawanya ke kamarnya.


"Sekarang tiduran."


"Bosan. Gimana kalo kita maen ps lagi. Aku masih menyimpan koleksi game kita." Jeff pun membuka kotak plastik yang ada di depan ranjangnya.


Cleora tertawa.


"Oke. Siapa takut."


Jeff kini bisa tertawa lepas. Dia sudah yakin sekarang. Tangannya kini dengan gesit menyiapkan peralatan psnya.


Setelah lebih dari satu jam bermain, Cleora yang bersandar di bahu Jeff karena mengantuk, kini sudah tertidur.


Jeff tersenyum, membiarkannya saja begitu sampai cintanya terbangun. Seperti dulu. Dan setelahnya Jeff akan mengantarkannya pulang.


Hatinya begitu tenang sekarang. Cleo sudah bersamanya lagi.


*


*


*


"Hem..... Begitulah," sahut Eriel yang terus mempermainkan gairah gadis itu.


Bajunya masih lengkap. Tapi Eleanor sudah benar benar sudah naked.


Perasaannya biasa saja melihat mata sayu dan wajah kuyu Eleanor. Dia merasa bermain dengan j@l@ng saja. Bahkan juniornya biasa saja. Cuma sedikit turn on.


Sedangkan Eleanor sudah seperti cacing kepanasan. Ngga pernah dia bisa sejauh ini bermain dengan teman laki laki yang digodanya.


Begitu juga dengan Jeff dan Nathan.


Jeff karena mengira dirinya Cleora dan berhenti mencumbunya saat ketahuan gadis malang itu.


Sedangkan dengan Nathan karena laki laki itu kesal akibat digoda abis abisan olehnya. Itu pun hanya bagian atas saja yang Nathan mainkan.


Tapi Eriel melewati batas walaupun dia ngga akan sampai hamil.


Banyak pertanyaan yang awalnya ingin dia ajukan tapi terbang terbawa hasratnya yang membara.


Eriel membuatnya melupakan tujuannya. Dia pun ngga ingin berhenti walaupun sudah sampai berkali kali sampai tubuhnya lemas.

__ADS_1


Bahkan bibirnya hanya bisa menyebutkan nama Eriel. Lupa segala pertanyaan yang mau dia ajukan. Niatnya menggoda Eriel, malah dia yang kena batunya. Dia benar benar takluk pada Eriel.


Eriel sangat pintar mempermainkan dirinya sehingga dia merasa nyandu, ketagihan.


TOK TOK TOK


"Masuk," seru Eriel setelah dua jam berlalu. Dia pun sudah bosan.


"Eriel....," kaget Eleanor yang ngga mengira kalo laki laki yang baru saja mencumbunya membiarkan orang lain masuk dan melihat mereka.Tapi dia sudah terlalu lemas untuk berontak.


Eriel malah sengaja mempertontonkan dirinya yang naked pada orang yang baru saja memasuki ruangannya.


Orang tersebut ternyata Bara.


Bara bergeming melihatnya. Ini sudah kedua kalinya. Tapi kali pertama, Bara hanya melihat bagian punggungnya saja. Bara yakin waktu itu Eleanor ngga tau kedatangannya.


Tapi kini seluruh bagian depan gadis bule bagaikan barbie itu terekspos dengan sempurna


Gadis itu terlihat jengah, tapi tangan Eriel terus saja meremas bagian tubuhnya yang menonjol membuat bibir Eleanor terus meracau.


"Nikmati sensasinya, Ele," bisik Eriel di telinganya.


Eleanor ngga menyahut. Rasanya Eriel sudah memperlakukannya seperti perempuan murahan. Tapi gilanya dia ngga marah. Dia malah suka.


Tubuh Bara menegang. Apalagi bosnya seperti menunjukkan keelokan tubuh yang katanya temannya itu di depannya. Dan juga mempermainkannya di depannya, juniornya menegang.


"Ada apa?"


"Se setengah jam lagi ki kita akan menemui klien tuan muda," gagap Bara. Dalam hati memaki matanya yang ngga bisa mengalihkan arah tatapannya.


Eriel tertawa melihat wajah kemerahan Bara.


"Kamu mau mencoba?"


"Eriel," seru Eleanor marah. Dia memang hiper, tapi dia ngga sembarangan memberikan tubuh moleknya.


Eriel hanya tertawa sambil memberi isyarat agar Bara segera pergi.


"Sekarang pulanglah. Aku ada meeting." Dengan nakal tangannya mencubit puncak Eleanor yang kembali membuatnya menjerit manja. Eriel hanya tertawa melihat kelakuan Eleanor.


Gadis yang katanya memuja Nathan tapi tetap mempertahankan Jeff sebagai tunangannya. Tapi malah mencari kepuasan dengannya.


"Ayo cepat pake bajumu. Atau kamu mau Bara masuk lagi dan melihatmu begini?"


Eleanor manyun. Kemudian turun dari paha Eriel. Memungut pakaiannya dan melenggang ke kamar mandi.


Eriel menggelengkan kepalanya sambil menyeringai melihat body gitar spanyol itu.

__ADS_1


Dia pun masuk ke kamar pribadinya. Mengganti jas, kemeja dan celana panjangnya yang sudah tercemar.


Tapi setelah sebelumnya menyemprotkan handsanityzer berulang kali pada jari jarinya yang sudah bekerja keras tadi.


__ADS_2