
Zoya membolak balikkan badannya ngga tenang. Tangannya masih saja terus menggenggam erat ponselnya. Bahkan sudah agak lembab karena mulai berkeringat.
Nama si bos nyebelin itu selalu di lihatnya di layar ponselnya. Dia sudah mengaktifkan pesan. Statusnya tercetak online.
Jari jarinya terasa berat buat menekan huruf huruf yang ada di sana, untuk menciptakan barisan kalimat. Tentang apa yang dia pikirkan dengan perasaan ngga tenang karena khawatir.
Harusnya udah nyampe rumahnya, kan. Apalagi kalo sampai ngebut kayak tadi, batin Zoya lagi.
Kembali Zoya bergerak gelisah di tempat tidurnya. Kemudian dia bangkit untuk duduk dan menyandar.
Kenapa jari jarinya sulit banget buat nulis beberapa rangkai kata saja. Kenapa juga dia harus baper.
Udah sampai rumah belum?
Tinggal nulis itu saja kenapa jari jari tangannya sangat berat dan kaku.
Padahal Zoya biasa aja kalo berkirim pesan dengan Cleora, Moana, Indri dan Freya.
Kenapa kalo untuk Nathan, dia akan punya banyak pertimbangan?
Zoya menghembuskan nafas kasar.
Apa dia nanya Cleo aja?
Tapi nanti kalo digodain Cleo gimana ya?
Zoya bimbang lagi.
Tapi kemudian dia cepat mengetikkan pesan buat sahabatnya. Sudah dia putuskan harus tau kalo keadaan Nathan baik baik saja, sehingga Zoya bisa memejamkan mata. Beristirahat.
^^^Me^^^
^^^Cleo, Nathan udah sampai di rumah belum, ya? ^^^
Semenit.
Dua menit.
__ADS_1
Lima menit
Lima belas menit
Ponselnya bergetar. Cleo baru saja membalas pesannya.
Tapi setelah dibaca malah bikin hatinya kecut dan tambah khawatir.
Cleora
Aku ngga tau. Zoy. Aku belum pulang
Zoya menghela nafas panjang. Cleora mengiriminya pesan lagi membuatnya langsung cepat membalas pesan Cleora agar sahabatnya ngga salah paham
Cleora
Kenapa kamu ngga nanya sendiri😅
^^^Me^^^
Ngga, ah. Kalo aku yang nanya takut ngga dibalas.
"Ada apa?" Jeff menatapnya heran.
"Zoya, lucu banget. Dia nanya apa Nathan sudah pulang sama aku. Padahal, kan, bisa nanya sendiri, langsung ke Nathan," tawa Cleora meledak juga.
Jeff pun ikut tergelak.
"Di foward aja pesan dari Zoya ke Nathan," usul Jeff jahil.
"Boleh juga." Bagi Cleora, ide Jeff brilian juga.
"Tapi jangan kasih tau Zoya," tawa Jeff makin berderai derai.
"Sure," sahut Cleora juga tergelak.
Mereka berdua harus ada yang nyomblangi, nih, tawa Cleora dalam hati.
__ADS_1
Setelah memfoward pesan dari Zoya ke Nathan, ngga lupa juga Cleora menambahkan kalimat saktinya.
Ini pesan dari Zoya.
Walaupun Cleora belum tau pasti hati keduanya gimana, tapi Cleora bisa melihat chemistry diantara mereka berdua.
"Mereka berdua tuh aneh. Kadang aku berpikir kalo mereka.saling suka, tapi ketutup gengsi," ungkap Cleora sambil menatap Jeff.
"Aku juga berpikir begitu, cinta." Jeff langsung setuju dengan pendapat Cleora.
Cleora pun membalas senyum Jeff, senang karena Jeff punya dugaan yang sama.juga seperti dirinya.
Jeff sangat tau keadaan Nathan. karena mereka.sudah bersahabat sejak SMA.
Mereka pun kuliah di negara yang sama dan memilih jurusan yang sama pula. Bertahun tahun kuliah tapi ngga pernah tergoda dengan perempuan seksi artinya apa.
Kalo ngga punya cinta terpendam, pasti alih jalur.
Tapi Nathan bisa juga mencumbu Eleanor, walau setelahnya dia menyesalinya setengah mati.
Akan jadi berbeda buat Fazza. Dia anak alim yang penurut. Ngga mungkin alih jalur. Takut dosalah, batin Jeff menganalisa dua orang sahabatnya yang masih sepupuan
Kembali pada Zoya yang masih semakin gelisah menunggu kabar Nathan.
Mendadak ponselnya bergetar lagi. Zoya mengira Cleora yang mengirimkannya pesan.
Berharap Cleora sudah mendapatkan kabar baik tentang Nathan.
Tapi matanya terbelalak saat tau siapa yang mengirimkannya pesan.
Dengan degup jantung yang ngga menentu, Cleora memberanikan dirinya membuka pesan dari Nathan.
Bos menyebalkan
Aku sekarang sudah di rumah.
Zoya tersenyum saat membaca pesan dari mantan temannya yang dulunya dingin dan kaku, tapi sekarang jadi sangat menyebalkan. Kadang membuatnya merasa diperhatikan atau bahkan diterbangkan ke awang awang.
__ADS_1
Syukurlah dia sendiri yang mengabari tanpa perlu ditanya.
Bibir Zoya menyunggingkan senyum. Sekarang dia sudah bisa tertidur pulas. Dia pun merasa ngga perlu membalas pesan laki laki tampan itu.