
Langkah Zoya terhenti di depan pimtu kamar ganti. Ada Nathan di belakangnya
"Nih," ulur Nathan sambil memberikan paper bag yang barusan diberikan pengawalnya.
Zoya menerimanya dengan ragu. Melirik sebentar isi di dalamnya.
'Aku tungguin," ujar Nathan sambil mendorong pintu ruang ganti privat itu terbuka.
Zoya masih terdiam. Pakaian Nathan juga lebih basah lagi dari pada dirinya. Zoya ingin mengatakan agar Nathan saja yang duluan, tapi dia sendiri sudah agak kedinginan. Sedangkan Nathan masih tampak biasa saja.
Apa dia beneran udik, ya? Tadi dia pun melihat beberapa perempuan yang lebih basah pakaiannya dari dirinya, bahkan pakaian mereka lebih minim, tapi masih bisa ketawa ketawa dengan santai. Mereka baik baik saja.
Zoya sendiri yakin, sekarang bibirnya pasti lagi bergetar karena menahan dingin.
"Apa mau ganti bajunya barengan?" canda Nathan membuat dia mendapat delikan dari Zoya.
"Nggak," ketus Zoya sambil masuk ke dalam ruang privat dan menutup pintunya dengan kasar.
Nathan terkekeh lagi.
"Cewe lo?" tanya Chiko yang baru saja selesai ganti baju.
Nathan hanya mengangguk pada teman seklubnya.
'Bulan depan anak anak mau maen ke Lombok. Lo sama yang lain ikut, ya. Bisa bawa pacar juga," tawar Chiko.
Nathan terdiam, memikirkan jadwalnya yang lagi full.
"Gue kayaknya ngga bisa. Tapi nanti gue hubungin lo."
"Oke. Kita atur jadwallah. Aku pas kosong tiga hari," kekeh Chiko. Selain sama sama anggota klub jetski, mereka juga relasi bisnis.
"Si Dhea kaget banget liat lo posesif banget ke cewe lo," tukasnya lagi sambil menepuk bahunya. Tawanya masih berderai
"Gue kira dia naksir Eriel," tawa Nathan.
"Katanya dia mau laki laki yang serius kayak lo. Sayang dia telat."
Kembali mereka tertawa bersama.
Sementara itu di dalam, wajah Zoya bersemu merah melihat isi paper bagnya.
Selain dres terusan se lutut, juga lengkap.dengan underwearsnya. Yang membuat Zoya tambah malu, ukurannya pas semua.
Seingatnya Nathan ngga pernah bertanya padanya.
__ADS_1
Kenapa dia bisa tau? Malunya Zoya udah ngga kebendung lagi.
Ini yang belanja, Nathan atau pengawalnya?
Zoya sampai jatuh terduduk saking shocknya.
Dua kali Nathan membuatnya harus menenggelamkan dirinya di rawa rawa.
*
*
*
"Pas semua, kan?" senyum Nathan sambil melihat penampilan Zoya yang sudah sangat cantik di matanya, begitu gadis itu keluar dari dalam kamar ganti.
Sangat ringan dan tanpa beban. Malah terkesan bangga karena pilihannya sangat cocok buat Zoya. Dia sama sekali ngga merasa kalo gadis di depannya sudah ngga sanggup berdiri dan ditatap olehnya.
Bahkan Nathan yang langsung memilihnya sendiri di pusat pembelanjaan kelas atas di Sidney, Westfield Sidney. Setelah selesai makan siang bareng Eriel dan yang lainnya, mereka pun berpisah untuk shopping.
Nathan shopping untuk Zoya dan kembarannya, Fazza seperti bissa untuk mama dan para sepupunya- karena dia terkenal penyayang dan murah hati. Sedangkan Eriel-shopping untuk maminya agar ngga memarahinya karena masih suka maen perempuan.
"Kamu milih sendiri?" Zoya semakin malu mengeluarkan pertanyaan yang harusnya ngga perlu dia ucapkan.
"Tentu. Yang terbaik untuk kamu."
Apalagi underwearsnya? Zoya berkali kali menghembuskan nafasnya. Jiwa miskinnya memprotes dengan sangat keras. Ini pemborosan.
"Ehem....." Zoya sengaja berdehem untuk membuang perasaan malunya karena underwears yang dipakainya sudah diketahui oleh Nathan.
'Kenapa aku pake dres? Kita, kan, naek motor."
"Tidak. Kita naek mobil."
Zoya ngga menjawab. Karena tau Natnan sangat kaya raya, jadi apa pun bisa dia lakukan dengan mudah. Laki laki itu pun sudah mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana selutut.
Dia ngga butuh waktu lama pastinya saat mengganti pakaian basahnya Sangat simple. Dengan rambut yang masih basah, penampilan Nathan benar benar membuat silau hatinya.
Kapan dia bisa terlihat jelek, sungut Zoya sebal dalam hati.
"Ayo," ajak Nathan sambil merengkuh bahu Zoya.
Nathan pun membukakan pintu buat Zoya pada mobil mewah dengan dua pintunya.
Zoya sempat menahan nafasnya melihat betapa indah dan mewahnya mobil yang hanya diperuntukkan untuk dua orang itu. Zoya yakin mobil yang dinaekinya itu keluaran terbaru karena dia belum pernah melihatmya sama sekali. Lagi pula Zoya ngga begitu tertarik untuk mengetahui mobil mobil apa saja yang merupakan keluaran terbaru dan termahal.
__ADS_1
Mungkin karena kelelahan, Zoya tertidur. Nathan tersenyum melihatmya. Sebelah tangannya mengusap lembut rambut Zoya.
Nathan sengaja menghentikan mobilnya di parkiran sebuah taman kota yang ternyata cukup rame juga di senja menjelang malam.
Bahkan juga ada anak anak pengamen dengan alat musik yang menarik perhatian Nathan. Biola.
Nathan mematikan mesin mobilnya setelah menurunkan kaca jendela mobilnya agar ada sirkulasi udara buat Zoya yang sudah terlelap sangat nyenyak. Nathan mengecup kening Zoya,.
Dia pun menatap anak anak belasan tahun yang sedang memainkan.beberapa alat musik yang berbeda. Ada gitar, drumb dan biola.
Mereka niat banget ngamennya, batin Nathan dengan senyum tipisnya.
Mungkin suara drumb yang cukup keras membuat tidur Zoya cukup terganggu. Matanya pun terbuka perlahan. Dan yang membuat kedua matanya agak membesar, ternyata wajah Nathan sangat dekat dengannya.
"Sudah bangun?"
Hembusan nafas Nathan terasa panas di wajah Zoya.
Laki laki tampan itu tersenyum lembut dan menjauhkan wajahnya dari Zoya.
"Mau keluar?" ajak Nathan yang diangguki Zoya dengan gugup.
Zoya pun menjauhkan wajahnya dan memijat kepalanya yang agak pusing.
"Kalo masih pusing di mobil aja. Aku keluar bentar, ya."
Mata Zoya mengerjap begitu merasakan lembutnya bibir Nathan di keningnya.
Zoya menatap Nathan yang keluar dari mobil dan menghampiri para pengamen yang sedang beristirahat Sepertinya Nathan mengobrol akrab dengan para pengamen itu.
Tapi ngga lama kemudian Zoya menatap heran ketika melihat di tangan Nathan ada biola pengamen itu.
Matanya dan Nathan saling tatap dan bosnya pun tersenyum simpatik padanya.
Mata Zoya mengerjap melihat laki laki tampan yang sudah jadi kekasihnya itu yang memainkan biola. Dada Zoya berdesir melihat Nathan semakin tampan saja
Zoya pun melangkahkan kakinya mendekati Nathan yang memainkan musiknya dengan sangat menawan. Bahkan kini lebih banyak orang yang menonton. Tepatnya setelah melihat bos tampannya yang memetik biola dengan gaya menawannya dan mengundang decak kagum.
Dia seakan cosplay menjadi seorang violinis handal yang sedang terdampar di tengah tengah kerumunan mereka.
Banyak sekali yang mengacungkan ponsel ponsel mereka untuk merekam aksi Nathan yang baru kali ini mereka lihat.
Tapi sepasamg mata Nathan tetap menyorot teduh pada Zoya yang membuat jantungnya semakin berdetak ngga berirama.
Dua pengamen lainnya pun mulai mengiringi musik biola Nathan dengan menabuh drumb dan memetik gitar. Lagu Calm Down pun mengalun lebih meriah.
__ADS_1
.