My Ex Crush

My Ex Crush
Bertemu Dokter Hasan


__ADS_3

"Ayo kita pergi. Katanya kamu mau ambil gaun," tukas Dirga menahan senyum.melihat wajah cantik di depannya masih pucat pasi atas kata katanya tadi.


Dia pun melangkah duluan, tapi setelah empat langkah, dia ngga mendengar suara langkah kaki yang mengikutinya. Dirga pun berbalik. Ternyata putri bosnya masih terdiam di sana.


"Mau aku gendong."


TAP TAP TAP


"Nggak! Jangan sentuh sentuh lagi," serunya tersadar ketika laki laki yang dikiranya sosok laki laki sejati yang baik dan ngga panasan sedang mendekat


Dia salah sudah sering menggodanya. Sekaramg dia yang kelabakan.


Dirga membalikkan tubuhnya dan tersenyum tipis. Dia melangkah duluan dengan membiarkan Audrey mengikuti di belakangnya


Tapi tatap matanya bersirobok dengan dokter paruh baya yang menatapnya lekat.


Dada Dirga berdebar. Dokter Hasan yang dulu merawatnya saat dia koma. Setelah sadar dari komanya, Dokter Hasan sangat telaten memeriksanya sebelum papanya memutuskan membawanya pindah.


"Dirga?" tanyanya sambil menghentikan langkah kakinya. Dirga juga begitu.


Audrey yang sedari tadi mengomel juga ikutan menghentikan langkahnya tepat di samping Dirga. Menatap keduanya silih berganti. Dokter Hasan adalah dokter spesialis jantung yang sudah senior dan sangat terkenal akan kejeniusannya dalam menangani pasien.


Dulu rumornya lebih dari lima tahun yang lalu, ada seorang pasien yang sudah sangat sekarat tapi berhasil diselamatkan olehnya. Audrey ngga tau benar atau tidak kabar itu. Tapi selama setahun dia bekerja di rumah sakit ini, memamg sudah terbukti betapa pintarmya dokter Hasan yang sudah menyembuhkan banyak pasien.


Tuhan yang Maha menyembuhkan hamba hambanya, tapi melalui tangan sang dokterlah kekuatan Tuhan diberikan.


Dan yang mengejutkan Audrey, saat Dirga akan menyalim tangan sang dokter, tapi dokter Hasan malah memeluknya. Audrey tercengang melihatnya. Hatinya menduga kalo Dirga adalah mantan pasien dokter Hasan.

__ADS_1


"Syukurlah kamu sudah sehat kembali." Dokter Hasan menepuk nepuk lembut punggungnya. Perasaan bahagianya begitu memenuhi rongga dadanya.


Tentu dokrter Hasan sangat ingat kondisi Dirga saat dibawa oleh para pengawall Sudjatmoko, salah satu pemilik saham terbesar rumah sakit ini Keadaan Dirga sangat parah karena mendapat banyak luka penganiayan. Bahkan Sudjatmoko juga ada di sana bersama putri bungsunya Putrinya ngga henti hentinya menangis sebelum Sudjatmoko memaksanya dan menyeretnya pergi.


Dirga balas memeluk.dengan haru. Menurut papanya, keluarganya sangat berhutang budi pada dokter Hasan, karena melalui tangannya, telah menyelamatkan Dirga.


Dokter Hasan merenggangkan pelukannya dan menatap bangga pada style pemuda itu. Berarti dia sudah sembuh total.


"Saya senang bisa melihat kamu dalam keadaan sehat begini." Senyum hangat ngga pernah lepas dari bibir dokter Hasan.


Dirga tersenyun cukup lebar menanggapi ucapan penuh syukur sang dokter.


Kemudian dokter Hasan melirik Audrey.


"Kamu kenal dokter Audrey?"


Dokter Hasan manggut manggut. Ingatamnya kembali pada putri Sudjatmoko, yang sangat cantik-Felicia.


Apa.dia tau kalo gadis itu akan menikah? batinnya memdadak jadi galau dan khawatir.


Walau ngga tau secara detil, tapi dokter Hasan cukup mengerti kalo Dirga dan putri Sudjatmoko adalah sepasang kekasih yang ngga direstui. Beliau pun yakin apa yang menimpa Dirga dulu adalah ulah Sudjatmoko.


Walaupun belum terungkap karena keluarga pemuda.itu memilih membawanya pergi saat Dirga sudah sadar dari komanya.


Audrey juga bukan gadis biasa. Dia putri tunggal konglo.yang sama kayanya dengan Sudjatmoko. Dokter Hasan cemas dan takut Dirga mengalami nasib yang sama seperti enam tahun yang lalu.


"Ehem... Ini mantan pasien dokter?" tanya Audrey.yang ngga mau dianggap obat nyamuk terus.

__ADS_1


"Iya," senyum dokter Hasan.


"Kalian..... pacaran?" tebaknya melanjutkan omongannya.


"Engga dok," bantah Audrey cepat sambil menggelengkan kepalanya.


Tadi aja ngaku, sindir Dirga membatin.


Pipi Audrey merona ketika sorot matanya menangkap lirikan tajam Dirga padanya. Teringat akan pengakuan palsunya pada Rion di depan Dirga.


Duuuh.... Dia pasti tambah besar kepala, keluh Audrey dalam hati.


"Papi Nona Audrey meminta saya menjemputnya," jelas Dirga agar ngga terjadi kesalahpahaman yang panjang.


"Ooh," senyum dokter Hasan lega, tapi tetap saja kalo kemungkinan mereka berpacaran itu masih ada di alam pikirannya. Itu yang dia takutkan.


"Ya sudah, sepertinya kalian buru buru."


"Oke Pak dokter, kita pulang dulu," pamit Dirga.


"Dah, Om Hasan."


" Ya, hati hati."


Dokter Hasan menatap keduanya yang sudah melangkah pergi. Kemudian menghela nafas panjang.


Besar harapannya Dirga cepat mendapat pengganti Felicia yang akan menikah. Hatinya pun berdenyut sakit mengingat air mata gadis itu yang ngga henti hentinya mengalir ketika tau keluarganya sudah membawa Dirga pergi

__ADS_1


__ADS_2