
Zoya ngga bisa berkonsentrasi dengan pekerjaanya. Apa yang sudah dilihatnya tadi sangat mengganggu pikirannya. Padahal ngga nyampe lima belas menit Zoya meninggalkan Nathan karena pergi ke kamar kecil.
Dia yakin Eleanor datang saat dia sudah pergi. Karena Zoya pun ngga berpapasan dengannya.
Apa bermesraan bisa secepat itu? Zoya agak awam untuk hal yang begituan.
Mau marah, apa dia berhak? Mau bertanya, dia juga malu.
Kalo memang sudah bersama Eleanor, kenapa seperti memberinya harapan?
Apa dia salah menduga sikap Nathan?
Apa dia yang terlalu berkhayal sangat tinggi?
Zoya tau siapa Eleanor. Setara dengan keluarga Nathan.
Apa nasibnya akan sama seperti Bang Dirga?
Zoya menghela nafas panjang, tapi dadanya masih terasa sesak.
Zoya menatap lagi layar laptopnya yang belum menghasilkan apa pun. Otaknya berubah tumpul.
Zoya menggelengkan lagi kepalanya.
Apa yang dia pikirkan. Dia ke sini untuk bekerja. Sebagian tujuannya sudah tercapai. Restoran steaknya sudah mendapat cukup banyak pelanggan baru akhir akhir ini.
Saat pertama menerima tawaran kerja dari sahabat sahabatnya pun, Nathan bukan prioritasnya. Malah ngga kepikir untuk meraih cinta laki laki yang dulunya sempat da sukai tapi terlihat membencinya.
Tapi sekarang dia malah serakah. Dia malah menginginkan Nathan juga. Apa ini jawaban dari keserakahannya?
Zoya menghela nafas panjang lagi, berusaha mengurai sesak di rongga dadanya.
Kemudian Zoya memaksakan otaknya agar bisa menyelesaikan kerjaannya.
Mungkin karena pikirannya yang semrawut, kerjaannya ngga maksimal.
"Kenapa dengan kerjaan kamu hari ini?" Nathan menatap Zoya heran. Ngga seperti biasanya.
"Aku perbaiki. Maaf," mohon Zoya merasa bersalah. Setelah melihat Eleanor tadi, pikirannya ngga bisa fokus lagi.
__ADS_1
Nathan menatap Zoya penuh selidik.
"Sudahlah, biar aku aja yang betulin. Lebih baik kamu ke tempat Cleo aja seperti tadi."
Zoya menatap Nathan bingung mendengar kata katanya.
Kapan dia ke tempat Cleo?
"Aku belum ke tempat Cleo," jujur Zoya.
"Trus tadi pagi kamu kemana?" selidik Nathan kesal.
"Aku ke toilet."
Nathan menatap Zoya lekat seakan ingin tau kebenaran ucapan Zoya. Nathan tadi sempat berpikir kalo Zoya pergi ke ruangan kembarannya-Cleora. Bergosip bersama kembarannya dan ketiga temannya yang lain.
"Tapi malah bagus, kan," sindir Zoya setelah mulai mengerti kemana arah pembicaraan Nathan.
Nathan menaikkan satu alisnya.
"Bagus?"
Dia bermaksud akan pergi meninggalkan Nathan ke tempat Cleora, sesuai sarannya.
Nathan hanya menggelengkan kepalanya, agak aneh dengan sikap uring uringan Zoya.
Dia melihat Eleanor?
Dia marah dan kerjaannya jadi ngga benar karena ini?
Senyum simpul terbit di wajah Nathan. Ada perasaan senang menyelusup dalam hatinya.
Kalo ditembak sudah pasti diterima, nih?
*
*
*
__ADS_1
"Nathan ngga pa pa kamu ke sini?" heboh Indri ketika melihat Zoya, personal asisten Nathan datang.
"Kerjaan kamu udah selesai?" Freya merasa surprise.
Ngga salah nih? Seingat dia personal asisten Nathan yang dulu dulu ngga pernah secepat ini menyelesaikan pekerjaan dari Nathan. Malah mereka jadi harus ikutan lembur karena para asisten itu menyerah akibat tiap hari pulang kerja malam terus. Belum lagi katanya dimarahin sampai mereka merasa jadi sangat bodoh jika bekerja bersama Nathan. Terlalu sering melakukan kesalahan yang membuat Nathan darah tinggi.
"Hanya kamu memang yang bisa jinakkan Nathan," kekeh Moana. Indri dan Freya juga tergelak, setuju dengan pendapat Moana.
"Ngawur," bantah Zoya makin bete melihat kelakuan para sahabatnya.
Apalagi hari ini dia merasa buruk sekali. Biasanya kerjaannya ngga pernah mendapat komen negatif. Baru kali ini. Tapi anehnya Nathan ngga marah, hanya sedikit mencelanya saja.
Dia ke sini sesuai saran Nathan saja.
Harapannya bisa menjernihkan pikirannya.
Tapi sepertinya ngga bakalan bisa. Yang dia butuhkan klarifikasi dari Nathan tentang yang dilihatnya tadi. Ngapain aja bosnya tadi berduaan dengan Eleanor saat dia pergi.
"Cleo di ruangannya?" tanyanya di tengah tawa sahabat sahabatnya
"Ada di dalam." Freya melangkah mendekati Zoya. Indri dan Moana juga.
"Kita masuk aja. Nona muda itu lagi happy," tukas Indri memberitau.
Zoya yang belum tau status hubungan antara Cleora dan Jeff karena kesibukan yang bukannya sedikit, menatap Indri bingung.
"Happy?"
"Cleo udah balikan sama Jeff," tukas Moana riang.
Haah? Ap apa katanya?
"Kamu belum tau?" Indri berbalik menatap Zoya heran.
"Cleo sama Jeff pacaran," jelas Moana yang gemaa melihat kebingungan Zoya.
Sungguh? Sejak kapan? Mata Zoya mengerjap ngga percaya.
Gila! Berapa lama aku ngga beredar sampai baru tau kalo Jeff sudah jadi pacar Cleo?
__ADS_1