My Ex Crush

My Ex Crush
Direstui Dirga


__ADS_3

"Motornya kenapa, Bang?"


"Turun dulu, ya.." Untung saat ada gejala, Dirga cukup tanggap. Dia sudah berjalan di pinggir..


"Maaf, ya. Kayaknya kamu naek ojol atau taksi online aja," ujar Dirga setelah adiknya turun dari motornya.


"Aku tunggu aja, Bang. Siapa tau ngambeknya bentar," canda Zoya membuat Dirga tersenyum.


Tapi dia kemudian melihat sekitar, bermaksud menitipkan motornya dan bersama adiknya naek taksi online. Khawatir juga membiarkan adiknya naek ojol atau taksi online tanpanya


Ngga keburu waktu lagi buat dia memeriksa tunggangannya yang udah lama ngga merajuk.


Padahal papanya sudah berkali kali memintanya mengganti dengan keluaran terbaru. Tapi selalu dia tolak.


Alasannya sudah telanjur sayang. Aneh, kan. Tapi orang orang di rumahnya tau alasan yang ngga ingin didebat. Karena hanya itu kenangannya bersama Felicia.


"Tin tin!"


Keduanya menoleh pada sabuah motor sport yang akhir akhir ini akrab dengan Zoya, berhenti di depan motor Bang Dirga.


Dirga tersenyum sambil melirik adiknya yang nampak kesal, malu dan salah tingkah.


"Motornya kenapa, Bang?" tanya Nathan sambil membuka kaca helmnya.


"Ngga tau juga nih, tiba tiba lagi manja," senyum Dirga yang dibalas Nathan.


"Abang nitip Zoya, ya. Takut dia telat."


"Nggak-nggak. Aku sama bang Dirga aja," protes Zoya cepat. Mana jantungnya saat ini sudah tantrum karena terpesona melihat pemampilan keren Nathan.


"Ngga apa, bang. Kita juga ada meeting ntar," jawab Nathan santai seolah ngga mendengar penolakan Zoya.


"Hiii-iiih... Aku sama Bang Dirga aja. Kamu duluan sana," tolak Zoya kesal karena laki laki malah pura pura ngga mendengar penolakannya.


"Nanti telat loh."


"Nggalah," bantah Zoya tetap menolak.


"Sudah, kamu ikut Nathan aja. Abang kayaknya masih lama. Warung buat nitip motor juga masih agak jauh," pungkas Dirga yang ngga mau adiknya membantah lagi. Dia pura pura tegas, padahal dalam hati tergelak.


"Bang!" protes Zoya ngga terima dengan sikap abangnya yang malah menjerumuskannya ke jurang cinta yang sangat dalam.


"Sudah, ngga apa. Sama Nathan aja," tukas Dirga lagi sambil mendekatkan adiknya ke motor Nathan.


Senyum Nathan melebar di balik helm sportnya melihat wajah terpaksa Zoya. Dia senang kareba Bang Dirga mendukung hubungannya dengan Zoya-adiknya.


"Sana buruan," Dirga membantu Zoya menaiki motor Nathan tanpa menghiraukan wajah protes adiknya.


Makasih, bang, batin Nathan senang.


"Nanti motor Bang Dirga dibawa pengawalku aja." Nathan memberikan solusinya. Dia pun mulai mengetikkan pesan buat pengawalnya, agar cepat datang dan mengutus motor calon abang iparmya.


"Ngga usah. Bang Dirga nitip di sana aja. Udah kenal, kok, sama pemilik warungnya," tolak Dirga. Dia ngga akan memanfaatkan kemudahan fasilitas Nathan untuknya. Bagjnya asal Nathan sudah menjaga adiknya dengan baik sudah lebih dari cukup.


Nathan menatap warung sederhana yang ditunjuk Dirga.

__ADS_1


"Oke kalo gitu, bang." Tapi dia tetap saja mengirimkan pesan itu pada pengawalnya.


Dirga menganggukkan kepalanya.


"Peluk Zoya," kekeh Dirga saat melihat adiknya yang malu malu dengan wajah merona di belakang Nathan.


Nathan pun tertawa juga.


"Nanti," ketus Zoya merasa kesal karena abangnya malah terus menggodanya.


"Tinggal dulu, bang," pamit Nathan sambil menjalankan motornya


"Oke."


"Hati hati, Bang Dirga," seru Zoya yang dibalas dengan lambaian tangan Dirga. Biarpun kesal, Zoya cukup khawatir juga.


Abangnya, kan, juga bisa telat masuk kerja.


"Ngga usah khawatir. Aku udah nyuruh pengawalku nyamperin Bang Dirga," tukas Nathan seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan Zoya. Tangan Nathan meraih tangan Zoya dan meletakkannya di perutnya.


"Peluk seperti biasa. Kenapa malu? Ketahuan bang Dirga, ya, kalo kamu suka meluk aku."


Mata Zoya mendelik.


Kenapa, sih, mulutnya pedas banget, gerutu Zoya membatin. Tapi dia ngga bisa menghentikan perasaan hangat di hatinya ketika Nathan menggenggam tangannya.


Dirga tersenyum menatap kepergian Nathan dan Zoya. Apa salahnya lebih mempermudah jalan keduanya bersama. Semesta saja mendukungnya.


TIN!


"Motornya mogok?"


Satu raut cantik muncul saat kaca jendela mobil diturunkan.


Audrey.


Dirga hanya mengangguk.


"Mau nebeng?" tawar Audrey.


"Saya naek ojek online saja, nona," tolak Dirga bersiap akan menuntun motornya.


Terdengar helaan nafas putri bosnya. Dirga meninggalkannya dan menuntun motornya pergi.


Tapi ngga lama kemudian, ada dua motor mendekat. Tiga orang berseragam pengawal yang menaikinya.


Audrey memperhatikan interaksi mereka dengan Dirga. Terlihat santai.


Dia punya pengawal juga? Memangnya dia siapa? batin Audrey penuh tanya.


Tapi karena masih mangkel sudah mendapatpenolakan laki laki itu, Audrey menjalankan mobilnya melewati Dirga begitu saja.


Dirga hanya menipiskan bibir melihatnya.


Dia ngga mau memberi harapan pada Audrey, dimana hatinya pun belum bisa melupakan Felicia.

__ADS_1


Rupamya itu tiga orang pengawal yang diminta Nathan untuk membantu Dirga.


Ngga lama kemudian Dirga pun di bonceng pengawal itu ke tempat kerjanya.


Sementara salah satu pengawal itu yang ternyata ahli mesin sedang memperbaiki motor Dirga. Temannya menunggu di sampingnya.


*


*


*


Audrey melarikan mobilnya ke rumah teman dekatnya yang akan menikah.ngga nyampe dua minggu lagi.


Tanpa sungkan dia memasuki rumah mewah yang sedang di dekorasi dengan sangat indah itu dan langsung menaiki lift ke lantai tiga tempat kamar temannya berada.


Dia pun membuka pintu yang memang ngga tertutup rapat itu, dan menggelengkan kepalanya melihat teman dekatnya masih saja sibuk bekerja.


"Aku kesel, Fel," adunya sambil membaringkan tubuhnya ke temlat tidur


Felicia yang sedang sibuk dengan laptopnya tersenyum lembut.


"Kenapa?" tanyanya tanpa mengalihkan tatapannya dari layar laptopnya. Harus banyak yang diperiksa walaupun kedua kakak laki lakinya menyarankan dia lebih konsen ke pernikahannya saja.


'Aku kesel, sebel," seru Audrey meluapkan perasaan tertolaknya. Dia malu campur marah. Bahkan sambil tiduran dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Felicia tersenyum, mengalihkan perhatiannya pada Audrey.


"Cowo mana lagi yang bikin kamu kesal?" kekehnya lembut.


"Kok, cowo mana, sih. Aku baru kali ini suka.sama cowo," sungutnya kesal.


Felicia tersenyum lagi melihat kekesalan Audrey.


"Kali ini dia ngapain lagl?"


"Dia nolak waktu aku ajak nebeng. Padahal niat bantu aja. Ge-er doa pasti," sembur Audrey berapi-api.


"Mungkin dia segan sama kamu, kan putri bosnya," kekeh Felicia pelan.


Audrey sudah dua hari ini menemuinya membahas cowo yang jadi targetnya.


"Mungkin juga, sih. Tapi aku, kan, malu, Fel," ringisnya.


"Ya besok besok kalo ketemu, kamu jaim dikit. Biar dia penasaran,"


Audrey manggut manggut. Mumgkin dia terlalu menampakkan rasa sukanya, jadi Dirga merasa malu.


"Oke, akan aku coba saran kamu Mlakasih banget, ya, Fel." Kini hati Audrey mulai lega dan rasa percaya dirinya bangkit lagi.


"Sama sama." Felicia juga lega karena bisa membantu teman dekatnya.


"Semoga berhasil," ucap Feli lagi.


Audrey hanya tertawa sambil menunjukkan jempol tangannya.

__ADS_1


__ADS_2