
Jeff sudah memilih bunga bunga segar yang cantik untuk diberikan pada Cleora. Sengaja Jeff berangkat dari perusahaannya satu jam sebelum waktunya makan siang.
Sekarang dia sudah sampai di lobi perusahaan. Banyak pegawai yang berada di sana menatapnya penuh makna. Terutama yang perempuan. Sangat penasaran dan iri, buket mawar merah darah sebesar itu akan diberikan laki laki bule yang sangat tampan ini pada siapa?
Mereka tentu mengenalnya karena merupakan salah satu sahabat bos mereka.
Tapi mereka ngga tau siapa yang akan diberikan buket bunga seindah itu.
Belum ada isu kekasih tuan muda bule yang tampan ini.
Dengan ngga sabar Jeff terus melangkahkan kakinya keluar dari pintu lift.
"Jeff..! Ini untukku?" seru Eleanor seraya bergerak merebut buket yang berada di tangan Jeff.
Tapi Jeff dengan gesit menyelamatkannya. Dia sudah waspada karena Eleanor bekerja di sana. Pasti gadis itu bisa muncul sewaktu waktu.
"Not for you!" Mata Jeff menatap tajam pada wajah Eleanor yang berdecak kesal.
"Aku tunanganmu," sergah Eleanor sengaja dengan suara agak keras hingga beberapa.orang di lantai itu mendengarnya dan berpaling melihat mereka.
"Jangan mimpi," balas Jeff menaikkan satu alisnya dengan kesal.
Dia tau gadis ini akan membuat rumor. Karenanya sengaja Jeff ngga memperpanjang pembicaraan tentang pertunangan mereka.
Lagi pula keluarganya sudah setuju untuk memutuskan pertunangan mereka. Itu kabar paling menyenangkan yang akan dia sampaikan pada cintanya.
Semoga dengan kata katanya tadi menepis rumor mereka bertunangan. Apalagi mereka sama sama bule. Rumor mereka tunangan akan lebih mudah diterima.
Jeff tambah cepat melangkahkan kakinya meninggalkan Eleanor yang masih menatapnya kesal. Mulutnya yang akan mengeluarkan kata kata beracunnya jadi terkatup.
Dia baru menyadari beberapa staf di divisinya sedang menatap ke arahnya. Jangan sampai dia malah menciptakan rumor jelek untuk dirinya sendiri. MengejarJeff, misalnya.
Moana, Indri dan Freya sampai bangkit dari duduk mereka saat melihat kedatangan Jeff dengan buket mawar yang besar di tangannya.
"Jeff," panggil Moana kaget.
"Nyari siapa?" Indri juga ikut bertanya.
"Bagus banget bunganya," puji Freya heran.
__ADS_1
Ngapain Jeff ke divisi mereka?
Buket mawar itu untuk siapa?
Pertanyaan pertanyaan itu yang ada di hati mereka.
Dan mata mereka membesar ketika melihat Jeff membuka pintu ruangan Cleora.
Cleora mendongakkan wajahnya ketika mendengar suara pintu yang terbuka.
Senyumnya terkembang manis saat melihat buket mawar mewah yang dibawa Jeff yang juga melengkungkan bibirnya hingga paras bulenya tambah memikat.
"Hai," tegur Jeff perlahan dan mulai mendekati Cleora.
Cleora juga berjalan mendekat.
"Buat yang paling indah dari pada mawar," rayu Jeff sambil menyerahkan buket itu ke tangan Cleora.
Gadis itu menerimanya dengan senyum yang masih belum lekang dari bibirnya. Wajahnya pun merona dan jantungnya seakan sedang menyanyikaan lagu yang banyak pukulan drumbnya.
"Terima kasih." Tangannya terulur menyambut buket mawar yang indah.
"Makan siang?" ajak Jeff masih dengan senyum memikatnya.
"Ngga kapok?" Cleora bercanda.
"Hemmm....?" Jeff menatap ngga mengerti.
"Makan soto?" tawa Cleora berderai derai.
Oooh.... Jeff pun ikut tergelak.
"Siapa takut. Asal kamu ngga bosan merawat aku."
"Aaah....," ringis Jeff dalam tawanya saat jari jari tangan Cleora dengan lincah mencubiti lengan Jeff.
Cleora pun makin tergelak melihat bekas bekas bekas merah di lengan Jeff saat laki laki bernata biru itu memperlihatkannya.
"Ada satu kabar gembira lagi untuk kamu," ujar Jeff sambil menarik tangan Cleora hingga mereka nyandar di meja kerja Cleora.
__ADS_1
"Apa?"
Jeff tersenyum lembut
"Siang ini mami, daddy, opa dan oma mau nemeuin orang tua Eleanor untuk membatalkan pertunangan." Mata Jeff berbinar binar saking gembiranya.
"Apa akan berhasil?" Cleora agak hopeless.
Jeff berpaling menatap Cleora. Dia mengelus lembut lengan gadis yang sejak SMA sudah dia suka.
"Pasti berhasil. Jangan khawatir."
Cleora juga balas memandang Jeff. Berusaha mempercayai kata kata Jeff.
"Makan siang sekarang, yuk," ajak Jeff sambil menggandeng tangan Cleora yang menurut saja.
Tapi begitu pintu terbuka, keduanya agak kaget melihar hadangan ketiga sahabat Cleora.
"Kalian pacaran?" tuduh Moana ngga percaya
"Sejak kapan?" Freya juga menatap keduanya ngga percaya
"Kata kamu--?" Indri menghenrikan ucapannya saat melihat isyarat mata dari Cleora.
Jeff tersenyum bersama Cleora mendapat berondongan pertanyaan dari ketiga sahabat Cleora.
"Nanti aku cerita. Aku pergi dulu, ya," senyum Cleora sambil menarik tangan Jeff agar mengikutinya cepat cepat meninggalkan ketiga sahabatnya yang hanya bisa terpaku melihatnya.
Cleora belum bisa menjelaskannya sekarang. Yang jelas, dia hanya ingin berdua saja dengan Jeff saat ini.
"Cleora harus menjelaskan pada kita," tegas Indri ngga sabar.
"Aku penasaran," komentar Freya sambil menatap keduanya yang sudah pergi.
"Mereka manis banget, ya," puji Moana sambil berusaha mengingat keduanya saat SMA. Ngga ada sinyal cinta yang dia tangkap dari keduanya.
Apalagi kata Cleora kalo Jeff bertunangan dengan Eleanor.
Sekarang mereka malah bersama.
__ADS_1