My Ex Crush

My Ex Crush
Pernyataan cinta Nathan


__ADS_3

Zoya bingung dan ngga tau Nathan akan membawanya kemana. Sekarang ini rasanya mereka hanya keliling kota aja. Tapi Zoya menikmatinya.


Zoya yang awalnya berpikir kalo dengan moge ini dia lebih santai, meralatnya cepat. Dia ternyata sangat salah dengan pikiran sucinya. Walau ngga ngebut, tapi Nathan selalu melakukan manuver saat mereka melewati belokan.


Mau ngga mau Zoya pun memeluk erat Nathan. Rasanya sangat nyaman walau jantungnya ngga pernah merasa tentram.


Zoya tersenyum dan mulai menikmati debaran di rongga dadanya yang menjadi senandung yang sangat indah.


Alisnya agak bertaut ketika motor Nathan mulai mengarah ke ancol,.


Ngapain ke sini?


Lihat sea world?


Tapi Zoya ngga membuka mulutnya untuk bertanya


Ngga lama kemudian mereka pun tiba di pantai Marina Ancol.


"Kita ngapain ke sini?" Zoya menatap heran setelah turun dari motor. Dia pun ngga bisa lagi menahan rasa penasaran.


"Maen Jetski," senyum Nathan sambil melepaskan helm Zoya.


Waduh, ngga pernah, batin Zoya merasa udik. Tapi dia menurut saja saat Nathan menggandengnya.


Zoya yakin kalo Nathan sudah familiar di tempat ini. Bosnya itu berjalan masuk dengan santai, bahkan kini sambil merengkuh bahu Zoya yang ngga pernah menolaknya. Tapi deg degan di dadanya semakin kemcang saja.


"Hai bos," sapa beberapa orang yang ada di sana.


Nathan tersenyum dan balas melambaikan tangannya.


Kemudian Nathan mengambil life jacket dan langsung mengenakannya di tubuh Zoya yang hanya diam saja. Seorang laki laki berseragam pengawal menerima jaket kulitnya dan tas kecil Zoya, yang Nathan ulurkan.


"Nathan, aku takut," bisik Zoya saat Nathan menggiringnya ke arah jetski berwarna kuning terang.


"Takut apa?"


Tanpa merasa sungkan dengan tatapan beberapa orang yang mengenalnya, Nathan menggendong Zoya ala bridal disertai pekikan pelan Zoya yang terkejut dengan gerakan tiba tibanya


Orang orang yang mengenal Nathan bersuit suit melihat adegan manis dan romantis itu. Tapi Nathan hanya cuek saja.


"Nathan," bisik Zoya memprotes pelan ketika laki laki itu mendudukkannya. Wajah Zoya sudah sangat merah seperti warna udang yang di rebus.


Nathan hanya tersenyum, kemudian duduk di depannya.


"Peluk--."


Tanpa menunggu kelanjutan ucapan Nathan, Zoya sudah memeluk erat pinggang Nathan.

__ADS_1


"Pertama kali?" bisiknya lembut, ngga bermaksud meremehkan.


"Ya."


"Jangan pernah lepaskan."


"Ya."


Dan Nathan pun mulai menggas jetskinya dengan bibirnya yang tersenyum, merasakan pelukan Zoya yang tambah erat


"Nathan," bisik Zoya takut dengan suara bergetarnya.


"Seru, kan. Jangan takut, ada aku." Nathan menolehkan kepalanya pada Zoya hingga pipi keduanya bertempelan.


Dan Natnan makin sering melakukan manuver manuver berani menerjang ombak.


Awal awal Zoya masih merasa takut, apalagi ombak ombak yang pecah itu menerpa wajah dan tubuh mereka.


Tapi lama kelamaan Zoya mukai menikmati. Dia mulai bisa tersenyum, kadang tertawa lepas menimpali suara tawa Nathan.


Sudah lama Zoya ngga pernah tertawa lepas lagi setelah bertemu Kak Felicia, dan terakhir berrtemu Papi Kak Felicia. Sekaramg rasa tertekan yang menyesakkan dadanyq selama ini berkurang.


Apalagi Nathan seperti sengaja menguji adrenalinnya. Nathan seperti ingin dia melawan rasa ketakutannya selama ini.


Setelah cukup.lama berputar putar dan bermanuver ekstrim, Nathan mematikan jetskinya di tengah suara deburan ombak.


"Ya," senyum Zoya dengan wajah sumringah. Pemandangan di sekitarmya sangat indah karena lokasi lautnya seakan di pagari oleh pulau pulau di kepulauan seribu.


"Jadi pacarku, ya."


Zoya yang sedang mengagumi pemandangan di sekelilingnya, jadi terkejut mendengar ucapan ringan itu. Sangat jauh dari kesan romantis. Tap membuat hatinya bertaburan bunga.


Zoya kini mengalihkan tatapannya ke wajah Nathan. Sekadar memastikan kalo tadi Zoya ngga salah dengar.


Dia kesambet? Ada rasa mulas yang mendadak kerasa di perutnya. Jantungnya pun semakin tantrum.


Ngga ada kesan main main di dalam tatapan Nathan untuknya. Laki laki itu menyorotnya dengan sangat lembut. Angin laut membuat beberapa helaian rambut Zoya terlepas.dari ikatannya.


Nathan pun dengan lembut merapikan helaian rambut Zoya yang berkibaran ditiup angin. Kemudian menyimpannya di balik telinga Zoya. Zoya langsung meremang.


"Diam artinya mau," towel Nathan sebelum membalikkan posisinya lagi. Dia pun menjalankan lagi jetskinya. Kali ini melambat dengan sebelah tangannya mengusqp lembut tangan Zoya yang ada di perutnya.


Hati Nathan serasa plong setelah menyatakan ungkapan cintanya pada Zoya. Ungkapan cinta yang selalu disimpannya di palung terdalam hatinya.


"Nathan......"


"Hemm......."

__ADS_1


"Aku ngga sama dengan kamu," tolak Zoya halus.


Walau hatinya terus berdentam dengan banyak bunga binga bermekaran, tapi perasaan insecurenya muncul lagi.


Dia hanya gadis biasa.


"Kenapa?"


"Kamu bisa mendapatkan yang lebih segala.galanya dari pada aku."


"Itu kamu, Zoya sayang."


Kata kata sayang dari Nathan membuat Zoya terpana dan matanya mengerjap. Jantungnya beneran ngga aman saat ini.


"Aku bukan orang kaya. Aku hanya anak pemilik restoran steak."


Nathan tertawa mendengarnya.


"Aku suka steak."


"Aky serius, Nathan."


"Aku juga serius. Bahkan sangat serius."


Zoya terdiam, bingung untuk mencari alasan untuk membantah laki laki yang mendadak jadi keras kepala.


Bohong kalo dirinya ngga suka dengan pernyataan cinta Nathan. Tapi dia takut kalo orang tua Nathan membencinya jika tau dia sudah menjadi kekasih anaknya Padahal selama ini mereka sangat menyayanginya. Zoya takut mereka akan berubah padanya karena dia menerima pernyataan cinta Nathan. Zoya ngga siap untuk dbenci.


"Aku ngga mau dibenci tante dan om." Zoya menatap Nathan lelah.


"Mami dan daddy sudah memberikan restunya sejak kamu diterima bekerja. Kamu ngga ingat?"


Zoya lagi lagi tersentak.


Jadi waktu itu serius? Bukan becanda?


"Benarkah?"


"Iya."


Nathan mencuri kecupan di pipi Zoya sekilas, setelahnya menggas jetskinya lebih dalam hingga tersentak sentak menghantam gelombang.


"Nathan....!" seru Zoya kaget sambil mengetatkan pelukannya


Nathan tertawa sangat lepas merasakan keterkejutan Zoya.


"Ingat. Mulai sekarang kamu kekasihku!" seru Nathan dalam tawanya yang amat sangat riang.

__ADS_1


__ADS_2