My Posesif Bos

My Posesif Bos
Zahra disiksa


__ADS_3

Hari ini setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan seisi kamar Kenzo, Zahra dengan segera turun kebawah.


Ia berjalan menghampiri Bita yang sepertinya tengah repot mencuci piring yang begitu banyak.


"Aku bantu yah, " tawar Zahra.


dengan wajah masam, Bita tidak memperdulikan perkataan Zahra justru memilih pergi tanpa berkata sepatah kata pun.


"Zahra apa kamu sudah selesai menyiapkan keperluan tuan Kenzo? " tanya Mbok Ina yang baru saja kembali dari pasar.


"Sudah mbok, sisa air hangat untuk mandi, " jujur Zahra.


sebab jika Ia siapkan sekarang, air itu pasti akan dingin karena sejak dirinya memasuki kamar Kenzo, Ia sama sekali tidak menemukan keberadaan pria itu di ranjangnya maupun kamar mandi.


Mbok Ina mengangguk mengiyakan perkataan Zahra, lalu kembali membantu Bita tanpa memperdulikan gadis itu.


Zahra yang mulai canggung disana, sebab tak ada yang mengajaknya mengobrol dengan segera berjalan keluar dapur menuju kamarnya.


setibanya di kamar, dengan segera Zahra mulai membersihkan dirinya lalu mengenakan hoodie dan juga celana panjang. dengan membawa ponselnya, Ia menuju gerbang belakang dan pergi.


Kenzo yang baru selesai dari ruang kerjanya, masuk kedalam kamar mendapati kamarnya telah bersih namun, belum ada air untuknya mandi.


"Mbok, dimana Zahra? kenapa air ku belum di siapkan?! " teriaknya dari lantai bawah, membuat semua yang tengah beraktivitas seketika menghentikan kegiatan mereka.


"Cepat panggil Zahra! " pintah Mbok Ina kepada Bita, sebelum meninggalkan dapur menuju kamar Kenzo.


"Maaf tuan, mari biar saya yang siapkan, " tawarnya.


Namun, Ia hanya di tatap dengan tatapan dingin oleh Kenzo.


"Saya bilang dimana Zahra! " bentaknya membuat mbok Ina seketika menghentikan langkahnya yang sudah hampir masuk kedalam Kamarnya.


tak menjelang lama, Bita menghampiri mereka dengan ekspresi yang ketakutan tanpa membawa Zahra bersamanya.


"Zahra tidak ada di kamarnya tuan, sepertinya dia pergi, "


bruk


Vas bunga yang berada di sana melayang seketika melewati kepala Bita.


Vino yang baru tiba, dengan cepat berlari menghampiri Bita membawa gadis itu menjauh dari tuan mudanya.


"Cepat cari gadisku! " teriak Kenzo membuat semua yang di sana terkejut dengan kata-kata terakhirnya.


Vino mengangguk, dan dengan segera memerintahkan anak buahnya mencari Zahra.


"Jangan temui aku sebelum kalian membawanya kemari! " pintah Kenzo sembari masuk kedalam kamarnya, menutup keras pintu itu.


saat ini, Zahra tengah berjalan menelusuri jalanan kota menuju ke taman dengan air mata yang berlinang.


"Kenapa semuanya dingin sama aku, hiks hiks apa salahku? " ujarnya sembari menyeka air matanya.

__ADS_1


Dari kejauhan tampak Lusi yang baru keluar dari dalam cafe, melihat Zahra yang tengah berjalan menghampirinya.


"Heh kamu ngapain disini? " tanya Lusi dengan judesnya.


Zahra yang tidak memperdulikan gadis itu, melangkah begitu saja meninggalkan Lusi.


"Kalau di tanya itu jawab! " bentak Lusi membuat Zahra ketakutan.


"Ma-mau ke toko buku itu, " ujar Zahra gugup sembari menunjuk toko buku yang ada di seberang.


Lusi yang melihat kegugupan dalam wajah Zahra, menarik gadis itu menuju lorong sempit yang cukup gelap.


"Kok kita kesini? " tanya Zahra polos.


Lusi tersenyum smrik, lalu mengeluarkan sepotong kain dari dalam kantongnya.


"Jauhi tuan Kenzo atau, kain ini akan menyumbat mulutmu selamanya! " ujar Lusi dengan judesnya.


Zahra yang sama sekali tidak mengerti akan arah pembicaraan Lusi, mendorong gadis tersebut.


"Iss minggir, nggak bisa napas aku! " kesal Zahra saat Lusi hampir mencekik lehernya.


"Beraninya kau, " ujar Lusi.


Dengan segera, Lusi menarik rambut panjang Zahra membuatnya kesakitan, lalu membenturkannya di dinding.


"Sakit, " keluh Zahra terengah-engah sembari tangannya menahan tangan Lusi yang terus menjambak rambutnya.


Zahra yang tak kuat menahan tangisnya, meneteskan bulir-bulir bening berharganya itu.


Bruk


Dengan kerasnya Lusi membenturkan kepala Zahra ke tembok, lalu pergi meninggalkan gadis itu yang berlumuran darah.


"Tolong, " keluhnya pelan sebab tak memiliki tenaga lagi.


 


Sagara grup saat ini suasananya begitu tegang, dimana Kenzo yang melaksanakan meeting melalui Zoom. hal ini selalu di takuti oleh seluruh karyawan sebab, jika meeting di lakukan dengan Zoom maka Kenzo sedang tidak baik-baik saja.


"Presentasi macam apa ini? Apa yang kalian kerjakan selama ini huh! " bentak Kenzo saat apa yang di presentasikan tidak sesuai dengan keinginannya.


"Maaf tuan tapi ini sudah-


"Diam! "


seketika seluruh karyawan yang mengikuti rapat menjadi tak berkutik di saat Kenzo memotong pembicaraan Wilona, Kepala devisi keuangan.


"Berhenti membantah perintahku, sekarang revisi semua laporan itu. kirimkan kepada ku dalam waktu dua jam, " pintah Kenzo menutup Zoom itu.


semua yang berada dalam ruang meeting menarik nafas lega, saat Kenzo mematikan Zoomnya.

__ADS_1


"Kemana kamu Jasmine? aku tidak ingin kehilanganmu lagi, " gumam Kenzo yang bangkit dari duduknya dan berjalan mengitari seluruh kamar dengan mengusap kasar wajahnya.


sementara itu, Xio Lang yang tengah berada di cafe dengan pengaman yang minim, tersenyum senang sebab berhasil mendapatkan file kerja sama dengan perusahaan asal Korea.


"Hahaahaa kali ini Kenzo akan ku hancurkan, " ujarnya dengan penuh percaya diri.


"Sory sipit, itu milik tuan Kenzo, " ujar Tio merebut berkas itu dengan gesitnya dari tangan Xio Lang.


"Kurang ajar, cepat tangkap dia! " pintah xio Lang kepada kedua anak buahnya.


dengan cepat Tio berlari keluar menuju belakang cafe mengitari gang yang ada disana dan bersembunyi pada gang yang lumayan gelap.


"Kemana dia? cepat kesana! " ujar seorang anak buah Xio Lang yang melewatinya.


"Selamat, kalau nggak bisa jadi makanan kucing tubuh seksi ku ini, " ujarnya.


"Tolong, "


Tio seketika terkejut, saat suara itu menembus telinganya. Ia berbalik dan mendapati seorang gadis yang berlumuran darah tergeletak lemas disana.


"Heii kau baik-baik saja, " ujarnya sembari membalikkan tubuh Wanita itu.


betapa terkejutnya Ia, saat melihat sosok gadis itu adalah Zahra.


"Hei kau yang bekerja di rumah tuan Kenzo kan, kenapa bisa begini? " tanya Tio sembari mencoba membantu Zahra.


karena tidak mendapat jawaban dari gadis itu, Tio menggendongnya dan membawanya ke mobil yang terparkir lumayan jauh dari sana.


"Akh sial! jika bertemu si sipit itu bagaimana?! "gumamnya.


Tio melirik ke hoodie milik Zahra, lalu melepaskan jaket milik gadis itu dan menutup wajahnya.


setibanya di mobil, dengan segera Tio membaringkan tubuh Zahra. saat itu, anak buah Xio Lang yang melihat dirinya menghampirinya.


"Mau kemana kamu? "


Tio yang terkejut akan suara mereka, berbalik dan menelan kasar ludahnya.


"Hahaahaa kalian berurusan dengan orang salah, "


*Buk


Buk*


Dua tendang dari Tio berhasil membuat kedua anak buah Xio Lang terpental jauh. dengan segera, Ia memasuki mobil lalu meluncur membawa Zahra menuju kediaman Kenzo.


.


.


.

__ADS_1


Haiii sory baru bisa up, makasih buat yang sudah setia. 🌹🌹🌹


__ADS_2