
Kenzo memasuki kafe itu, langsung menyodorkan senjatanya tepat di kening seorang pria yang tak lain adalah Dion.
“Beraninya kau!”
Tak terima dengan perlakuan Kenzo pada Dion, Xio Lang bangkit berdiri mencoba mempertahankan Dion.
“Diam!” bentak Kenzo.
Dion yang sudah sangat ketakutan, hanya bisa berdiam diri dengan tubuh bergetar hebatnya. Sedangkan bekingannya yang tidak lain adalah Xio Lang, mengarahkan senjatanya kembali pada Kenzo.
Masih setia di mobil, Michael hanya memperhatikan pertarungan itu dari parkiran sembari memasukkan permen karet kedalam mulutnya.
“Jangan pernah menyentuhnya!” ujar Xio Lang memperingati Kenzo.
Kenzo tersenyum smrik, menarik pelatuknya menghabisi salah satu anak buah Xio Lang di sana. Beberapa pengunjung yang kebetulan berada di kafe itu, berhamburan keluar dari kafe.
“Dia masih saja seperti dulu, “ gumam Michael tersenyum kecil.
Melihat gertakan Kenzo, Dion semakin ketakutan sampai tak sadar dirinya ngompol di sana. Sedangkan Xio Lang, Ia malah tersenyum menunjukkan rekaman Zahra.
Meski sedikit samar-samar, Michael masih bisa melihat yang berada dalam layar ponsel Xio Lang adalah Zahra.
“Shit!” umpat Michael berlari menuju kafe.
Melihat sosok Michael juga berada di sana, Dion mengambil kesempatan untuk kabur dari mereka. Xio Lang tertawa terbahak-bahak, tersenyum puas.
“Wah wah, dua sahabat lama berkumpul kembali.”
Tak memperdulikan perkataan Xio Lang, Michael mengarahkan senjatanya kearah Mira yang juga ikut hadir dalam kafe itu.
Mira yang juga ketakutan, hanya bisa menutup matanya tidak berani bergerak. Dengan cepat, Michael menariknya mendekati mereka.
“Dimana kau sembunyikan gadisku?!” bentak Kenzo.
Akhirnya, kata-kata itu keluar juga dari mulut Kenzo. Ia sengaja memancing Kenzo, agar mau mengakui jika Zahra adalah kekasihnya.
“Benarkah dia kekasihmu?” Xio Lang sengaja menggoda Kenzo.
Tapi sepertinya Ia salah orang, kesabaran Kenzo hanya setipis tissue saat ini. Michael yang sudah muak, dengan cepat menendang keras perut Xio Lang membuatnya tersungkur jauh.
“Michael, bawah dia ke mobil!” titah Kenzo.
Tanpa menunggu lama, Michael langsung menarik paksa Mira menuju mobil Kenzo sebagai tahanan dan juga petunjuk keberadaan Zahra.
Ketika Xio Lang bangkit berdiri, Kenzo langsung mengajarnya habis-habisan hingga babak belur. Saat itu juga, seluruh pasukan Xio Lang berdatangan dengan masing-masing orang membawa benda tajam.
Dor
Tembakan Kenzo meleset, dengan cepat Ia berlari menuju mobil yang di sana sudah ada Michael bersama Mira.
__ADS_1
“Tunggu apa kalian?! Kejar dia!”
Setelah mendapat perintah yang serius dari Xio Lang, anak buahnya kembali berhamburan mengejar mobil Kenzo yang sudah melaju menjauhi kafe itu.
Ketika Kenzo maupun Michael sibuk dengan Xio Lang, Vino dan juga si kembar saat ini sudah bergerak menuju lokasi di mana Zahra di tahan.
“Tino, hubungi tuan muda!” pintah Vino.
Dengan segera, Tino mengeluarkan ponselnya mengirimkan pesan pada Kenzo. Namun sialnya, ponsel Kenzo sudah kehabisan baterai sedari tadi.
Berbeda dengan Vino dan si kembar, Ciko justru masih sibuk melacak keberadaan Zahra dimana Ia berada.
“Ciko, sudah kau temukan?” Michael bersuara pada ponselnya.
Kenzo yang baru tersadar, sedikit melirik ponselnya sialnya Ia, ponselnya sudah lenyap kehabisan pasokan listrik.
“Sial, Dimana power bank mu?"
Tak menunggu sang empunya bersuara atau mengizinkan, Kenzo mengeledah seluruh tubuh Michael mencari power bank. Kesal dengan tangan Kenzo yang kemana-mana, Michael mengeluarkan power bank dengan kasar menyodorkan kearah Kenzo.
“Percuma kaya, power bank aja nggak ada, “ cibir Michael.
“Apa saya terlihat peduli, “ ledek Michael.
Keduanya begitu sangat santai, sedangkan tawanan mereka di belakang yang tidak lain adalah Mira, gadis itu malah ketakutan dengan kondisinya sekarang.
“Apa Vino dan si kembar sudah menemukan keberadaannya?” Michael terus menatap kearah depan.
Michael yang kesal dengan perkataan Kenzo, menginjak gasnya melaju dengan kecepatan tinggi. Kenzo yang sudah biasa senam jantung bersama Tio, merasa Biasa saja dengan apa yang dilakukan Michael saat ini.
“Aaaa!” teriak Mira menggema.
Keduanya baru saja menyadari keberadaan Mira, saling bertatapan lalu melirik ke kursi belakang. Michael menepikan mobilnya, Kenzo berbalik menyodorkan pistolnya pada kening Mira.
“Katakan, dimana Dion menyembunyikan gadisku?!” bentak Kenzo.
Mira menundukkan kepalanya, tidak berani menatap wajah Kenzo yang sudah memerah menahan emosinya.
“Mira, kau mau jawab atau ku sebarkan ini, “ Michael melemahkan suaranya, menyodorkan ponselnya.
Mata Mira membulat sempurna, melihat isi ponsel Michael yang menunjukkan dirinya sedang bercumbu bersama beberapa orang pria suruhan Xio Lang.
“Tidak, tolong jangan sebarkan itu. Karirku sebagai model akan hancur, “ mohon Mira.
Air matanya sudah membasahi pipinya namun, kedua pria itu sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Yang mereka inginkan hanyalah lokasi Zahra di culik.
“Dimana?!” bentak Kenzo lagi.
Takut dengan amarah kedua pria itu, Mira terpaksa harus membeberkan lokasi Zahra di kurung.
__ADS_1
“Di gudang, tengah hutan.”
Setelah mendapat jawaban yang cukup memasukkan, Michael langsung melajukan kembali mobil Kenzo menuju tempat yang di maksud Mira, dengan kecepatan yang sangat tinggi tentunya.
Kenzo melirik ponselnya, Ia baru saja melihat pesan dari Tino namun, lokasinya berbeda dengan yang di maksud Mira.
“Tunggu, mengapa Tino memberikan lokasi yang berbeda, “ ujar Kenzo.
Michael kembali menginjak rem secara mendadak, membuat mereka harus terhuyung kedepan.
“Kau mencoba membohongi kami?!” ujar Michael melirik Mira dari kaca spion.
“Tidak, mungkin mereka yang salah memberi informasi.” Mira menggelengkan kepalanya, sedikit membantah ucapan Michael.
“Jalan Michael, jika dia berbohong akan ku habisis dia.”
Michael melajukan kembali mobilnya, sembari mengirimkan pesan pada Ciko untuk terus memantau keberadaan Zahra.
Xio Lang bersama beberapa anak buahnya, mengejar mobil Kenzo. Mereka bisa dengan mudah mengikuti mobil Kenzo, sebab di balik baju Mira sudah terpasang pelacak.
Ketika Michael ingin mengambil jalan pintas, mobil anak buah Xio Lang menghadang mereka di pertengahan jalan.
“Kau melapor pada sipit itu?!” bentak Michael menarik rambut panjang Mira.
Sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa selain meringis kesakitan, Mira berusaha menahan tangan Michael agar tidak terlalu kuat menjambak rambutnya.
“Kau sangat keras kepala rupanya, Kenzo unggah foto itu.”
Mata Mira kembali membulat, ketika foto-foto Bu gilnya berhasil di unggah Kenzo pada sebuah web milik Michael.
Anak buah Xio Lang mendekati mobil Kenzo, mengetuk kaca mobil tersebut. Dengan cepat, Michael melepaskan rambut Mira, melajukan mobil tersebut menghantam beberapa orang pria yang menghalanginya.
“Sial! Cepat luncurkan tembakannya.”
Sesuai dengan perintah Xio Lang, seorang penembak jitunya meluncurkan beberapa peluru mengarah pada ban mobil Kenzo. Tapi itu Michael, pria itu dengan gesitnya berhasil melewati peluru yang beterbangan hampir mengenai ban mobil.
Setelah berhasil melewati Xio Lang dengan aman, Michael bersama Kenzo menuju tempat yang di maksud Mira. Ponsel Kenzo yang terus berdering, membuat pria itu harus segera mengangkatnya.
“Hallo,” ujarnya pada benda pipih itu.
“AKAN KU HANCURKAN KALIAN!”
.
.
.
Hai pembaca setiaku...
__ADS_1
Makasih sudah mengikuti sejauh ini, maaf jika kurang srek atau banyak yang kurang dari cerita aku.
Tolong, kalau kalian baca, jangan lupa tinggalin jejak misalnya, komen atau like gitu biar aku tau gitu ada yg baca.