My Posesif Bos

My Posesif Bos
Meeting berujung perkelahian


__ADS_3

Zahra yang sejak pagi malas mengikuti ajakan Kenzo, terpaksa harus mau mengikuti tuannya setelah di ancam.


"Tapi aku nggak mau tuan, " ujar Zahra kesal.


"Ya sudah, kau tidak boleh mendekati kolam."


Dengan sangat terpaksa, Zahra memasuki mobil Kenzo.


Setibanya mereka di sebuah kafe yang di tentukan oleh klien, dengan menggandeng tangan Zahra, Kenzo berjalan menemui tuan Dion klien bisnisnya kali ini.


"Maaf saya terlambat tuan Dion, " sapa Kenzo sembari mengulurkan tangannya.


Kenzo sedikit menarik Zahra, agar duduk di sebelahnya.


"Ah, tidak mengapa tuan Sagara, kami juga baru tiba, " sahut Dion sembari menerima uluran tangan Kenzo.


Tanpa menunggu lama, Dion menyuruh sekretarisnya mengeluarkan berkas kerja sama yang di tawarkannya.


Melihat pakaian sekertaris Dion, Zahra memegang tangan Kenzo takut tuannya tergoda.


Yah, Dion sengaja menyuruh sekretarisnya berpakaian seksi, agar bisa menggoda Kenzo. Jika Kenzo tergoda, mungkin saja kerjasamanya bisa berjalan lancar dan keuntungan besar berada pada pihaknya.


"Bagaimana tuan? Apa anda setuju dengan penawaran dari perusahaan kami?"


Dengan sedikit manja, sekertaris Dion menyentuh pelan belahan dadanya mencoba menggoda.


"Tidak, saya menginginkan delapan puluh persen keuntungan saya, bagaimana Dion?" tawar Kenzo, sembari menggenggam erat tangan Zahra.


Zahra yang sedari tadi bingung harus berbuat apa, terpaksa memainkan urat-urat pada tangan Kenzo.


"Bagiamana kalau Fifty-Fifty, " ujar Dion mencoba bernegosiasi.


"Jika tidak setuju bagian saya delapan puluh persen, lebih baik kita batalkan saja."


"Ya sudah enam puluh persen."


Masih mencoba berusaha, Dion ingin Kenzo mendapatkan keuntungan dibawahnya.


"Iya, atau tidak sama sekali! " tegas Kenzo sembari menatap tajam Dion.


Kenzo adalah pria yang selalu teliti dalam hal bekerja sama, Ia tidak ingin dibodohi rekan bisnisnya di kemudian hari.


Dion sedikit memberi kode pada Nilam asistennya, untuk segera mengeluarkan kecentilannya.


Zahra yang sedari tadi sibuk dengan urat tangan Kenzo, berbalik menatap Nilam ketika gadis itu sudah berdiri di samping Kenzo dengan sedikit menunduk agar belahan dadanya terlihat.


"Bajunya kurang bahan tuan, " ujar Zahra sedikit berbisik.


Kenzo yang sama sekali tidak memperdulikan hal itu, kembali menatap tajam wajah Dion.


Tanpa di sadarinya, Nilam sudah memasukan sesuatu kedalam minum Kenzo.


"Gadis ini lumayan cantik, " titah Dion sembari menatap intens Zahra.


Wajah Kenzo yang awalnya datar, berubah menjadi dingin ketika Dion hendak menyentuh Zahra.


"Saya bisa berbuat lebih, jika tangan anda menyentuh gadis saya. "


Dengan dinginnya, Kenzo memegang erat pergelangan tangan Dion sedikit memelintirnya.


"Hahaha, tenanglah tuan Sagara aku menawarkan tawaran yang menarik."


Dengan melepaskan tangan Dion, Kenzo menarik alisnya menatap wajah Dion tajam.


"Bagaimana kalau kita bertukar, kau bersama Nilam asistenku, aku bersama gadis cantik ini."


Sedikit menyenggol dagu Zahra, Dion kembali menyandarkan kepalanya pada tempat duduknya.

__ADS_1


Zahra yang mendengar hal itu, Menatap kearah Kenzo dengan tangan bergetar hebatnya.


Sebuah pistol dari Vino, sudah di arahkan tepat pada kening Dion.


"Peka cur itu tidak akan sebanding dengan Nonaku."


Kenzo menarik senyumannya, wajah Vino sudah tidak bisa di kendalikan lagi. Antara marah atau tidak, hanya Ia yang tau dengan ekspresi itu.


"Lihat tuan Dion, bahkan hanya dengan satu tarikan nafasku, nyawamu pasti berpisah dari tubuhmu."


Masih dengan memegang tangan Zahra, Kenzo bangkit berdiri hendak meninggalkan tempat itu.


Namun, dengan bang satnya Nilam menghampiri Kenzo dengan baju yang sudah terbuka sebagian tanpa bra.


"Menjijikkan, " ujar Zahra memalingkan wajahnya.


Bruk


Kenzo mendorong keras tubuh Nilam, hingga gadis itu tersungkur jauh.


"Tidak ada yang semenarik tubuh gadisku." batin Kenzo.


Saat Kenzo sudah hendak berlalu dari sana, Dion dengan cepat memerintahkan beberapa anak buahnya yang duduk jauh dari sana menghadangnya.


"Rebut gadis itu! "


Dor


Dengan berakhirnya Kalimat yang di ucapkan Dion, Vino meluncurkan tembakan tepat pada lengan Dion.


"Sial!" umpat Dion.


Dengan segera, seluruh anak buahnya yang berjumlah sekitar lima orang, sudah mengepung Kenzo dan Zahra.


"Tuan, bagaimana ini? "


Kenzo dengan cepat, menarik Zahra kedalam pelukannya lalu mengeluarkan senjata api dari dalam kantong celananya.


Kenzo yang dengan ujung pistolnya, menyerang musuh di hadapannya. Sementara Vino, saat ini sudah menjauh dari Kenzo bersama Dion.


Suara tembakan keduanya beradu, membuat para pelayan berlainan dari sana.


"Sayang, pake masker ini."


Tak ingin reputasinya hancur, Kenzo menutup wajahnya menggunakan masker hitam begitu juga dengan Vino.


Bruk


Suara pukulan terus diciptakan Kenzo, hingga tiga orang anak buah Dion tersungkur tak berdaya.


Tanpa Kenzo sadari karena terlalu fokus pada musuhnya, Nila sudah menarik Zahra jauh dari pelukannya.


"Tuan! "


Mendengar teriakkan Zahra, Kenzo yang baru tersadar ingin mendekati Zahra namun, Ia di hadang dua orang musuh yang masih tersisa.


"Dasar ja Lang, kau tidak pantas bersama tuan muda Sagara."


Rambut panjang Zahra sudah dijambak Nilam, membuatnya meringis kesakitan.


"Ayolah Vino, apa kau mau terus menjadi babu Kenzo?"


"Setidaknya uang yang di berikan tuan Kenzo, bisa membeli harga dirimu."


Sebuah tembakan diluncurkan Vino namun, gagal mengenai tubuh Dion.


Tak terima dengan ucapan Vino, Dion ikut meluncurkan tembakannya membalas perbuatan Vino.

__ADS_1


Kenzo yang melihat Zahra meneteskan air matanya karena kesakitan, dengan segera melumpuhkan lawannya.


Ketika kedua musuhnya sudah tidak berdaya, Kenzo mendekati Nilam yang sudah membuat Zahra meringis tak berdaya dilantai.


Namun sayangnya, salah satu dari anak buah Dion, memegang kakinya.


Dor


Tidak terlalu berlama-lama, Kenzo menembak mati musuhnya itu.


"Ken, " ujar Zahra menahan sakitnya.


Dengan satu dorongan keras, Kenzo berhasil menjauhkan Nilam dari Zahra.


Pria itu menarik Zahra masuk kedalam pelukannya, mengusap lembut bekas rambut yang dijambak Nilam.


"Tuan, dia tidak pantas bersama anda, " ujar Nila dibuat-buat, berharap Kenzo tergoda.


Tak memperdulikan perkataan wanita gila tersebut, Kenzo mengusap bekas air mata pada pipi Zahra mengecup singkat pipi itu.


"Apa masih sakit? "


Mendapat anggukan kepala dari Zahra, Kenzo memberikan pistolnya pada Zahra lalu menggenggam tangan Zahra bersamaan dengan pistol itu.


Dor


Suara tembakan yang berhasil di loloskan Kenzo dengan memegang tangan Zahra, berhasil menembus tubuh Nilam.


"Argggh!" ringis Nilam kesakitan.


Zahra yang ketakutan dengan begitu banyak darah di sana, melepaskan genggaman tangan Zahra masuk kedalam pelukan Kenzo.


"Tenanglah, ada saya disini, " ujar Kenzo menenangkan.


"Aku takut Ken."


Kenzo yang mendengar namanya di panggil stengah, mengecup singkat kening Zahra kemudian mengusap lembut surai hitam gadisnya.


Sementara Vino, yang sudah hampir melayangkan tembakannya, seketika menghentikan niatnya saat Dion sudah kabur dari sana.


"Pengecut, " umpatnya sesaat sebelum akhirnya berbalik mendekati Kenzo.


"Pastikan perusahaannya hancur, " ujar Kenzo ketika Vino sudah berada di sampingnya.


"Baik tuan, " sahut Vino.


Sembari menggenggam erat tangan Zahra, Kenzo membawa gadis itu menuju parkiran.


"Vino, bersihkan tempat ini. Jangan sampai, Sagara yang menjadi korban."


Vino mengangguk mengerti, kembali lagi kedalam kafe tadi.


Setelah kepergian Vino, Kenzo membuka pintu untuk Zahra lalu masuk mengikuti gadis itu. keduanya melaju, meninggalkan tempat itu.


"Jadi dia bersama seorang gadi, bagus Kenzo kehancuran mu semakin dekat."


Dari kejauhan, Xio Lang tampak memperhatikan mereka. Kemudian ikut meninggalkan tempat itu.


.


.


.


Hai pembaca setiaku...


Makasih sudah mengikuti sejauh ini, maaf jika kurang srek atau banyak yang kurang dari cerita aku.

__ADS_1


Tolong, kalau kalian baca, jangan lupa tinggalin jejak misalnya, komen atau like gitu biar aku tau gitu ada yg baca.


Dan lagi satu, yuk kritik dan sarannya dong 😚


__ADS_2