My Posesif Bos

My Posesif Bos
Sebuah kotak


__ADS_3

Seorang wanita menarik kopernya berjalan keluar bandara menuju sebuah mobil yang sudah sejam yang lalu menunggu kedatangannya.


“Jalan pak, " ucapnya saat sudah duduk di dalam mobil tersebut, dengan menampilkan sebagian paha mulusnya.


Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota menuju kediamannya. Namun, tak lama dari itu ponselnya berdering.


“Baiklah Dady, " ujarnya sesaat sebelum memutuskan panggilan secara sepihak.


Ia memberi Isyarat kepada sopirnya agar melaju berlawanan arah menuju Sagara grup.


***


“Bawa bekalnya Tuan, “ ujar Zahra sembari menghalangi jalan Kenzo.


Vino dan Bita yang sedari tadi menjadi penonton setia, sesekali tersenyum lebar saat kedua insan tersebut saling mengoceh mengenai masalah sepele.


“Sangat serasi bukan, “ ujar Vino dengan tatapan yang tak beralih dari Kenzo dan juga Zahra.


Bita mengangguk antusias menyetujui perkataan Victor. “ Benar sekali, dan kali ini aku setuju dengan perkataan Anda. “


“Yah sangat cantik, “ ujar Vino lagi, namun pandangan kali ini beralih menatap wajah manis Bita.


Kenzo dan Zahra seketika menghentikan perdebatan keduanya, dan beralih menatap dua orang di hadapan mereka dengan sesekali saling melempar pandangan dan kembali menatap dua orang di hadapannya.


“Sudah cukup! Gak ada penolakan, pokoknya Anda harus bawa bekal ini. “ ujar Zahra sembari melangkah pergi tanpa mempedulikan ekspresi marah di wajah Tuannya tersebut.


"Kau pikir aku bocah yang harus bawa bekal, Huh! "


Zahra menutup kedua telinganya, saat suara Kenzo melambung tinggi.


"Bodoh! "


Sembari menjulurkan lidahnya, Zahra kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Dasar ART tidak tau diri, beraninya kau! " bentak Kenzo dengan emosi yang sudah tersulut.


Zahra menarik nafasnya panjang, melangkah keluar dapur tanpa memperdulikan Amarah Kenzo lagi.


“Ayok! “


Vino yang melihat kepergian Zahra, dengan cepat menarik tangan Tuannya dan berlalu keluar rumah.


“Anda tidak akan bisa menang melawan mahluk yang bernama perempuan Tuan, ” ujar Vino setelah mereka sudah berada dalam mobil sport mewah milik Kenzo.


Dengan kecepatan sedang, Vino melajukan kuda besi tersebut menuju Sagara grup.


Zahra menarik nafasnya lega, setelah mobil Kenzo sudah menjauh dari halaman rumah mewah tersebut.


Ia membawa beberapa alat pembersih, melangkahkan kakinya menuju kamar Kenzo yang berada di lantai atas.


“Pantas saja jomblo, jorok gini mana ada yang mau, “ ujarnya.

__ADS_1


Zahra memandangi setiap inci kamar Kenzo yang baru saja semalam di bereskan dan paginya, sudah bisa di samakan dengan tempat sampah, hanya saja tempat sampah ini tempat sampah berkelas.


Dengan sedikit menggelengkan kepalanya, Zahra dengan telatennya membereskan barang-barangnya Kenzo sembari mengoceh tak jelas.


“Beres juga, “ ujarnya setelah selesai dengan kegiatannya pagi ini.


Saat hendak melangkah keluar, manik coklatnya tak sengaja menangkap sebuah kotak berwarna hitam, yang penutupnya tak tertutup dengan baik.


Zahra melangkahkan kakinya hendak menutup kotak tersebut dengan baik. Namun....


“Zahra, ayok sebentar lagi drakornya akan mulai! “ teriakan Buta dari lantai bawah menghentikan niatnya tadi.


“Aku kesana, “ ujarnya dengan nada yang hanya bisa di dengarnya sendiri.


Zahra dengan cepat mengambil alat-alat pembersihnya, dan berjalan turun menuju ruang televisi yang di sana sudah terdapat Bita dengan beberapa cemilan di atas meja.


Sementara Kenzo yang baru saja tiba di kantornya, di sambut dengan beberapa anak buahnya yang berbaris rapi di sepanjang pintu masuk.


“Ada Mira putrinya tuan Ardan, sedang menunggu mu di ruangan, “ ujar Dirwan menyambut kedatangan Kenzo, tepatnya di depan lift khusus milik Kenzo seorang.


Kenzo tersenyum smrik saat pintu lift tertutup. Vino yang mengerti akan senyuman tersebut, ikut berbahagia karena sebentar lagi Ia akan mendapatkan mainan baru yang seru.


Ting


Pintu lift terbuka, dan dengan di buntuti Victor dan Dirwan serta beberapa anak buahnya.


Kenzo melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan, yang di sana sudah terdapat Mira yang tengah berbaring di sofa sembari menunggu kedatangannya.


“Hallo Kenzo, “ ujar Mira bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Kenzo, lalu menyentuh bibir pria tersebut dengan lancangnya.


“Kau taukan Vino, hukuman bagi orang yang dengan lancangnya menyentuh tubuhku, “ ujarnya dengan nada yang terdengar dingin dan menusuk.


“Berhentilah menakut-nakuti diriku sayang, aku tau kau sangat tidak tahan dengan tubuhku ini, “ ujar Mira yang semakin memancing amarah Kenzo.


Kenzo yang sudah berada di puncak kemarahan, memelintir tangan Mira lalu membaringkan wajah gadis ke atas meja dengan kasarnya.


“Bawa dia keluar dari ruangan ku! “ Teriak Kenzo menggema, mendorong kasar tubuh Mira hingga terpental ke arah pintu.


Mira yang takut akan suara Kenzo, tubuhnya bergetar hebat dan dengan cepat mengambil tasnya berlari keluar, sebelum Dirwan hendak menyeretnya paksa.


“Pastikan perusahaan Ardan hancur, “ ujar Kenzo memberi perintah kepada Victor, yang saat itu juga langsung di laksanakan oleh pria tersebut.


...***...


Zahra yang sudah menyelesaikan tontonannya bersama Bita, melangkah masuk kedalam kamarnya dan berbaring di ranjangnya.


Namun, tetap saja matanya tak bisa tertutup. Ia bangkit dan duduk di bibir ranjang sembari mengotak-atik ponselnya. Tak lama, muncullah sebuah ide gila dalam benaknya untuk menjahili Tuannya.


...Bos Gila...


[Ada apa menelpon]

__ADS_1


Zahra mendengar suara Kenzo yang sepertinya tak bersahabat, mematikan panggilan tersebut secara tiba-tiba.


Kenzo dengan cepat menghubungi kembali nomor gadis tersebut, saat melihat Zahra memutuskan panggilan secara sepihak.


Yah bukannya menjawab dengan segera, seolah menguji kesabaran tuannya itu, Zahra menunggu hingga panggilan ke sepuluh barulah di jawabnya.


“Ada apa?! “ tanya Kenzo dari balik telepon .


“Bapak punya cepek gak? “ tanya. Zahra to the point.


Kenzo sedikit mengerutkan keningnya lalu menjauhkan ponselnya dari telinga dan kembali menempelkan ponselnya lagi.


“Banyak, ” sombong pria tersebut, lalu memutuskan panggilan tersebut.


Zahra menarik nafasnya panjang lalu menggelengkan kepalanya menyaksikan tingkah laku Tuannya. Tak lama kemudian, sebuah motif masuk ke dalam ponselnya yang menampilkan beberapa jumlah uang masuk kedalam rekening pribadinya.


“Zahra, bercandanya kamu salah orang, " ujarnya sembari terus menatap ponselnya tanpa berkedip sedikit pun.


Di sebuah rumah yang letaknya jauh dari perkotaan, seorang pria paruh baya turun dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah tua yang sangat usang.


“Mari saya antar, Bos ku sudah menunggu, “ ujar seorang pria bertubuh kekar dan hitam, menuntut pria paruh baya yang tak lain adalah Ardan, menuju rekan bisnisnya.


“Hahahaha Ardan, apa yang membawa mu kemari hmmm, “ ujar seorang pria dari balik kegelapan.


“Aku ingin memberikan mu penawaran menarik, “ ujar Ardan.


“Katakan! “


“Aku tawarkan kerja sama untuk menghabisi Kenzo, “


Pria tersebut berjalan mendekati Ardan dan keluar dari kegelapan.


Yah dialah Michael Jackson Wong, musuh bebuyutan Kenzo.


Permusuhan tersebut di ciptakan oleh Michael saat, dirinya tak terima jika Kenzo lebih unggul darinya dalam segala hal.


Tak hanya itu saja, permusuhan itu sudah terjalin beberapa tahun yang lalu ketika orang tua Michael meninggal dunia.


“Deal. “


Tanpa memikirkan kedepannya, Michael mengulurkan tangannya sebagai persetujuan kerjasamanya dengan Ardan.


Baginya, selama itu merugikan Kenzo dirinya akan menerima dengan lapang dada.


“Ternyata Ia ingin bermain-main denganku, “ ujar Kenzo tersenyum smirk lalu menutup tablet Vino dan berjalan keluar.


:


:


🌾🌾🌾

__ADS_1


Sory up-nya lama 🙏😂


__ADS_2