My Posesif Bos

My Posesif Bos
Menjadi yang pertama


__ADS_3

Zahra yang baru terbangun dari tidur panjangnya semalam, mengambil ponselnya dari bawa bantal lalu mengecek pesan apa saja yang masuk.


Seketika, matanya membulat melihat transferan yang masuk ke akun banknya sebesar seratus juta.


“Ya ampun! “ teriak Zahra sembari menjatuhkan ponselnya.


Zahra kembali memungut ponselnya dengan tangan yang bergetar hebat. Dirinya kembali mengecek apakah itu benar atau hanya sekedar mimpi, sembari menepuk pipinya.


"Mimpi ni pasti, " ujarnya.


“Gak usah sok kaget begitu, dan semuanya bukan mimpi. “ ujar Kenzo yang sedari tadi memperhatikan tingkah Zahra sembari melangkah mendekati wanita tersebut.


“Tuan! Kenapa kesini? “ ujar Zahra bangkit dari ranjang lalu berdiri linglung di hadapan Kenzo sebab Ia bingung harus bersikap bagaimana sekarang.


“Kesini! “ pintah Kenzo sembari menepuk sisi ranjang yang kosong tepat di sebelahnya.


Zahra yang sedikit ragu, tidak berani melangkahkan kakinya Ia tetap pada posisi yang sama sehingga membuat Kenzo tersulut emosi.


“Apa kau tuli? “ bentak Kenzo yang seketika menyadarkan Zahra.


"Gilak ni orang, bukan tuli lebih kek apa sih Lo! " batin Zahra menjerit.


Gadis tersebut dengan perlahan berjalan ke sebelah Kenzo, lalu mendudukkan bokongnya di sana.


“Sejak kapan kamar ini berubah menjadi tempat sampah?! “ ujar Kenzo sembari menatap ke sekeliling kamar yang di sana banyak terpasang poster Jimin BTS.


“Sejak Zahra jadi pemilik kamar ini, “ tukas Zahra sembari menatap instan bosnya tersebut.


Kenzo menarik nafasnya panjang, lalu mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang Zahra.


“Sangat tidak nyaman sekali. “ ujarnya sembari bangkit dari ranjang dan berjalan menuju jendela kamar Zahra yang mengerah tepat ke taman.


"Apa sih pak, orang ini bapak yang kasih kok mala nyalain saya, " oceh Zahra tak terima.


"Ya salah kamu lah. "


Mendengar penuturan Kenzo, Zahra menghentakkan kakinya geram dengan kelakuan gila bosnya itu.


“Apa uangnya cukup? “ tanya Kenzo mendekat ke arah Zahra.


“Kebanyakan! "


Kenzo melangkah semakin mendekatinya, membuat Zahra yang tadinya riuh seketika terdiam tanpa suara.


Kenzo hanya tersenyum, sembari menarik tangan gadis tersebut berjalan ke arah taman.


Zahra yang bingung harus berbuat apa, hanya bisa pasrah dan mengikuti setiap langkah Kenzo.


“Sejuk banget, “ ujar Zahra saat keduanya tiba di tengah-tengah taman yang letaknya berada di belakang rumah Kenzo.


“Ceritakan tentang dirimu, “ pintah Kenzo sembari menatap teduh kepada Zahra.


Zahra sedikit terkejut dengan perkataan Kenzo namun, Ia mencoba berusaha tenang.


“Aku Zahra, umurku 21 tahun. Aku cantik, baik hati dan tidak sombong. “


Kenzo yang mendengar hal itu, menatap Zahra dengan tatapan tajamnya yang seketika membuat Zahra menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Maaf tuan, belum saatnya aku menceritakan kehidupanku pada orang orang asing. “ ujar Zahra sembari melangkah pergi.


Namun, baru selangkah dengan cepat Kenzo menarik kuat tangannya, hingga Ia bertubrukan dengan dada bidang milik bosnya itu.


Kenzo menatap dalam ke wajah Zahra, yang terlihat begitu sangat manis. Tatapan turun tepat di bibir ranum gadis tersebut.


Dan tanpa persetujuan Zahra, dengan cepat Kenzo menyapu bersih setiap inci bibir gadis tersebut dengan sesekali **********.


Zahra yang mendapat perlakuan seperti itu, membulatkan matanya lalu mendorong kasar tubuh Kenzo saat dirinya sudah kehabisan nafas.


“My first kiss! “ ucap Zahra dengan sedikit berteriak sembari menyentuh bibirnya.


Kenzo hanya bisa terkekeh geli, segalius senang mendengar pengakuan Zahra. Ia bangga menjadi yang pertama merasakan bibir Zahra, walaupun dengan cara mencuri.


Kenzo lalu menarik gadis tersebut, masuk kedalam pelukannya.


“Kau milikku! “ ujarnya, sembari mengusap uurai hitam gadis tersebut.


“Apa sih tuan, gak jelas banget! “ ucap Zahra melepaskan pelukan Kenzo secara paksa meskipun semua itu hanya sia-sia.


“Aaaa Jimin oppa, bagaimana ini first kiss aku sudah di curi. “


Kenzo yang begitu pusing mendengar setiap ocehan yang keluar dari gadis tersebut, mendaratkan ciuman tepat di bibir Zahra yang seketika membuat Zahra terdiam.


“Menyebalkan! “ ucap Zahra lalu melangkah masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan Bosnya lagi.


***


Setelah kejadian di taman, belakangan ini Zahra terus menghindar ketika hendak berpapasan dengan Kenzo.


Hari ini, mbok Ina tidak masuk karena sedang mengurus anaknya yang tinggal beberapa hari lagi akan menikah.


“Sana panggil Tuan Kenzo! “ pintah Bita setelah selesai menata makanan di atas meja.


“Gimana kalau kamu saja Bit? “


Bita yang mendengar penolakan gadis tersebut menggelengkan kepalanya dan hendak melangkah menuju kamar Kenzo.


Namun, langkahnya terhenti saat Tuan muda tersebut sudah tiba di meja makan.


Zahra yang melihat kedatangan Kenzo dengan cepat berlalu menuju dapur. Tak menjelang lama, Bita mengikutinya lalu mengambil keranjang belanjaan.


“Mau kemana Bit? “ tanya Zahra saat Bita sudah hampir mencapai meja makan.


“Belanja, Kenapa Mau ikut? “


Zahra yang mendengar hal itu dengan cepat menggelengkan kepalanya lalu menghampiri Bita dengan sedikit kekehan di wajahnya.


“Nitip boleh? “ ujarnya.


Bita tersenyum kesal lalu mengangguk mengiyakan perkataan Zahra, yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan sok imutnya itu menurut Bita. Namun, menurut Kenzo tatapan tersebut adalah yang sangat menggemaskan.


“Belikan coffe yang kemasan luarnya ada gambar suami aku, “ ujar Zahra yang seketika membuat Kenzo terbatuk mendengar perkataannya.


“Njir, mana gue tau suami lo yang mana! “ ucap Bita sembari menatap kesal ke arah Zahra.


“Itu loh, yang ada wajah Jiminnya. Kalau gak tau tanya aja kek mabuk kasirnya pasti tau, “ ucap Zahra menerangkan maksud dari suaminya ternyata Jimin.

__ADS_1


Kenzo menarik nafasnya lega, lalu kembali melanjutkan sarapannya.


Zahra mengambil selembar kertas berwarna merah dari dalam kantongnya, lalu memberikan kepada Bita.


Bita menerima dengan sedikit kasar, dan berjalan menuju mobil Tino yang sudah menunggunya sejam yang lalu.


Setelah kepergian Bita, Zahra pun kembali ke dapur menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang masih setia menunggunya.


Sedangkan Kenzo yang sudah selesai dengan sarapannya, melangkah menuju mobilnya di ikuti Vino dari belakang dengan membawa tasnya.


Zahra yang mendengar suara mobil Kenzo sudah keluar dari halaman rumah, menarik nafasnya lega.


Ia melangkahkan kakinya menuju meja makan dan mulai memungut bekas makan Kenzo tadi.


Saat hendak kembali ke dapur, matanya tak sengaja menangkap sebuah map hitam yang berisikan berkas penting milik Kenzo.


“Kan ketinggalan, “ ujarnya lalu mengambil ponselnya menghubungi Vino.


Namun, sudah hampir tiga puluh panggilan pria tersebut sama sekali tidak menjawab.


Al hasil, Zahra memutuskan mengantarkan sendiri ke Sagara grup.


Selesai dengan semua pekerjaannya Zahra lalu bersiap-siap menuju kantor Kenzo guna mengantarkan berkas yang tertinggal di atas meja.


“Menyusahkan saja! “ pintanya sembari melangkah menuju kantor Kenzo.


Setibanya di sana, Zahra langsung menuju ruangan Kenzo yang berada di lantai dua puluh.


Saat sudah di ambang pintu, gadis tersebut mengetuk sebentar setelah ada suara dalam barulah Ia melangkah masuk.


“Berkasnya ketinggalan, jadi Zahra inisiatif antar, “ ucapnya sembari menyerahkan berkas tersebut kepada Vino.


“Kenapa tidak menghubungi Vino dulu? “ tanya Kenzo.


“Sudah tiga puluh kali dan tak di jawab satu pun. “


Vino yang mendengar penuturan Zahra, hanya bisa cengengesan melihat tatapan tak bersahabat dari bosnya.


“Mau kemana? “ tanya Kenzo saat Zahra sudah melangkah keluar hingga ambang pintu.


“pulang. “


“Tinggallah di sini.”


"Nggak mau! " serkah Zahra menolak.


"Mau! Vino tutup pintunya. "


Dengan sangat amat pasrah akan keadaannya, Vino melangkah keluar menutup pintu ruang kerja tuannya dari luar.


Setelahnya, Vino berlalu meninggalkan tempat tersebut.


Zahra yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa, berdecak kesal lalu berjalan menuju Sofa.


"Good girl. "


Zahra menampilkan mata putihnya, lalu memainkan ponselnya tak peduli dengan kegiatan Kenzo.

__ADS_1


🌾🌾🌾


Makasih buat yang masi setia sama cerita ini nih dapat lope ❤️


__ADS_2