My Posesif Rich Man

My Posesif Rich Man
Alasan...


__ADS_3

"Tolong jangan biarkan kami di penjara Bang Galang. Ku mohon." Cherry Sindy dan Hana menghiba pada Galang.


Di depan pos satpam mereka masih berdiri dengan urusannya masing-masing sementara Alula dan Nakula sudah pulang.


Cherry Sindy dan Hana pernah berurusan dengan polisi karena kasus pembullyan, mereka selamat karena masih di bawah umur dan orang tuanya masih berkuasa.


Akan tetapi, jika kali ini kasus mereka terciduk tamat lah riwayat mereka. Apa lagi, ternyata Raden masih peduli pada Alula. Sudah bisa di pastikan Raden tidak akan tinggal diam.


"Ku mohon, jangan lapor polisi."


Galang menggeleng. "Aku serahkan semua pada Lula, aku di sini hanya orang yang menjadi saksi atas tindakan bejat kalian! Kesalahan kalian kali ini bukan kesalahan biasa karena terdapat pelecehan dan percobaan penganiayaan, percobaan pemerkosaan, percobaan penyebaran video asusila, bahkan fitnah! Aku yakin Alula tidak akan tinggal diam. Jadi siap-siap saja untuk mendapatkan hukuman." Terangnya.


Galang berjalan menuju mobil miliknya, tapi kemudian Cherry mencegah. "Galang!"


"Apa lagi?" Ketus Galang.


"Tolong aku, hapus rekaman video itu, ku mohon. Masa depan ku masih panjang."


"Kamu memikirkan masa depan, tapi mau menghancurkan masa depan gadis lain. Bukanya kamu sendiri yang merekamnya, jadi untuk apa di hapus kembali?"


Cherry menggeleng. "Kami melakukan ini karena Alula sendiri, dia merebut Raden dari Sindy, juga, ..."


"Aku dari kamu?" Sela Galang menukas dan Cherry mengangguk perlahan.


Galang tersenyum getir. "Dengar Cherr, aku tidak pernah bisa menyukai mu, selamanya kita berteman dan akan tetap seperti itu, penolakan ku padamu bukan karena Alula, tapi karena memang aku tidak pernah bisa menyukai mu lebih dari teman saja."


"Kamu tega."


"Kenyataannya perasaan tidak bisa di paksakan Cherry." Galang mengalihkan pandangan ke arah Sindy.


"Dan ini juga harus kamu ketahui Sindy. Semakin tinggi kecurangan mu, aku yakin semakin banyak pula hukuman yang akan Raden berikan, bukanya membuat Raden memilih mu justru semakin membuat Raden jauh dari mu."

__ADS_1


Sindy menelan saliva, apa yang dikatakan Galang benar adanya, Raden memang bukan orang yang jahat, tapi jika terkasihnya mengalami ketidak adilan, Raden bisa menjelma menjadi iblis klan tertinggi.


...------------...


Di dalam ruangan luas nan gelap. Bastian duduk merentangkan sebelah tangan, menyaksikan langsung betapa serunya hukuman cambuk yang anak buahnya timpakan pada Gun.


Suara teriakan kesakitan Gunawan cukup menghibur. Satu gelas bir dia tenteng di sebelah tangannya.


Bastian menyayangi Nyonya muda nya seperti adik sendiri, sang Tuan saja di protes jika bersalah pada Alula apa lagi hanya hama tikus seperti Gunawan ini.


Sebagian kulit wajah Gun mengelupas, lebam separuhnya, membiru juga memerah. Sepertinya Gun lebih memilih di bunuh saja dari pada harus tersiksa.


"Biarkan polisi yang menghukum ku." Gun menghiba agar di serahkan pada hukum semestinya. Napas pun sudah tersisa separuh limitnya. Bahkan hampir tak mampu bernapas.


Bastian terkikik. "Kepolisian memang masih memegang hak asasi, mungkin kau akan di selamatkan di sana, tapi bagaimana dengan narapidana di dalamnya? Mengetahui kebusukan mu yang menjadikan anak-anak sebagai korban, memperkosa bahkan ada yang di sengaja membunuhnya, mereka pasti tidak akan tinggal diam, narapidana di sana akan menghukum mu sama seperti ku, kau juga akan mati di dalam penjara sana, jadi lebih baik mati tersiksa di sini saja." Katanya menyengir.


Penjahat anak-anak durjana sepertinya memang harus musnah secara perlahan. Setidaknya itu menurut Bastian. Lumayan, mengurangi jumlah pedofil di dunia ini.


...----------------...


Hampir semua warna yang Alula pilih untuk kamar ini adalah merah muda, Alula sangat menyukainya.


"Ma." Alula meraba gambar wajah ibunya yang mirip dengan dirinya. "Apa Papa juga pernah menyukai wanita lain sebelum Mama?" Tanyanya.


"Apa Mama yakin cinta Papa hanya untuk Mama?" Imbuhnya lagi.


"Hari ini Lula tahu satu hal, bahwa ternyata Om Raden masih peduli sama Lula, tapi hati manusia tidak bisa di ukur dalamnya kan? Buktinya Om Raden masih menyebut nama Emelly saat bersama Lula." Tak sadar buliran bening melipir jika mengingat kembali hal itu.


"Apa Papa juga pernah menyukai wanita lain sebelum bersama Mama?" Foto senyum itu tak memberikan jawaban apa pun, tapi terlihat jelas Fajar sangat mencintai Yasmin.


"Kalian definisi cinta sehidup semati, bahkan Lula dan Nakula saja tega kalian biarkan hidup bersama Abang seorang diri." Lirihnya.

__ADS_1


Cukup lama Alula terdiam menatap foto-foto milik orang tuanya. Tak mau terus merindu Alula membuka laci nakas, kemudian membereskan semua foto yang dia ambil dari album berwarna merah muda.


Alula masukkan kembali album kenangan itu pada laci nakas. Tak sengaja iris coklat Alula mengarah pada foto lain di dalam laci tersebut. Ada yang janggal dari foto keluarga miliknya.


Foto berukuran sedang yang di bungkus bingkai kaca, pertanyaannya adalah, sejak kapan gambar kepala ayah dan ibunya terpotong? Bahkan sepertinya sengaja di potong dengan pisau cutter.


"Siapa yang melakukan ini?" Gumam Alula lirih. "Apa Kak Rini?"


...----------------...


^^^Di negara lain, tepatnya di Perancis.^^^


Wanita cantik itu melenggangkan pandangan pada kaca jendela besar yang menyuguhkan turunnya salju.


Teh panas yang berangsur hangat dia genggam dengan kedua tangan. Rambut ikal coklatnya terurai, syal dan pakaian panjang membalutnya.


Emelly Missy, masih berada di negara ini dan mungkin untuk beberapa waktu ke depan.


Tinggal di Indonesia membuatnya sesak, dua kenyataan pahit menghantam relung hatinya.


Setelah lama di penuhi segudang pertanyaan penasaran, pada akhirnya Emelly mampu membuktikan bahwa ternyata benar, rumah yang dia beli adalah rumah almarhum ayahnya yang lari meninggalkan ibunya.


Emelly sempat mendatangi rumah Alula, mencari sesuatu di dalam rumah sederhana itu.


Bukan tanpa alasan Emelly membeli rumah sederhana bahkan terbilang biasa. Ada desas desus tentang tempat tinggal ayahnya setelah pergi meninggalkan ibunya dan Emelly masih penasaran akan hal itu.


Lelaki yang membuat ibunya terluka, lelaki yang membuat ibunya merana, lelaki yang meninggalkan ibunya dalam keadaan hamil, lelaki yang ingin sekali Emelly bunuh tapi ternyata sudah tidak ada di dunia fana ini.


Di atas ranjang berukuran super king miliknya, berita kasus kecelakaan yang di muat dalam koran tahun 2016 lalu.


Fajar dan Yasmin mengalami kecelakaan, berita itu Emelly dapat saat mendatangi rumah Alula dan menjajaki rumah sederhana tersebut.

__ADS_1


"Jadi ternyata, kau meninggalkan ibu ku yang kaya raya hanya untuk wanita rendah seperti ibunya!" Hardik Emelly. "Usul pelakor ternyata dari seorang pelakor." Imbuhnya lagi.


__ADS_2