
Proses transplantasi dari orang yang masih hidup dan sehat bisa langsung dilakukan setelah pendonor menjalani serangkaian tes yang membuktikan bahwa kondisi tubuh dan hatinya sehat dan tepat untuk penerima.
Sifat regenerasi hati memungkinkan organ hati yang tersisa dari pendonor bisa tumbuh kembali menjadi organ baru yang sehat.
Tahapan selanjutnya adalah operasi back table, yang dilakukan di rumah sakit penerima untuk membuat perubahan pada jaringan organ hati dari pendonor agar tepat dengan kebutuhan penerima.
Perubahan ini termasuk pada ukuran hati dan dilakukan tepat sebelum proses pemindahan atau transplantasi hati dilaksanakan.
Setelah berjam-jam melakukan penanaman jaringan hati berkondisi sehat dari pendonor kepada penerima, menggantikan jaringan hati yang telah rusak dan tidak lagi berfungsi dengan baik.
Dokter akhirnya keluar dari ruang operasi dengan senyum manis yang membuat Raden lega.
"Bagaimana Dok?" Kendatipun tahu keberhasilan dokter, Raden tak urung bertanya. Dia bangkit dari duduk kemudian menyambut kedatangan dokter.
Di belakangnya Arga, Ayu dan Alula juga menanti jawaban sang dokter. Mereka berkumpul tidak terkecuali dengan Kaesang.
Bastian sudah pulang tapi barusan izin untuk mengantar Emelly. Aryan dan Nakula pun sama, mereka sengaja pulang dan akan datang setelah Karlina lebih baik dan boleh di besuk.
"Operasi berjalan lancar, terima kasih atas doa doa Tuan muda." Sahut Pramana tersenyum.
Raden memeluk Pramana dengan wajah haru. "Aku yang harus berterima kasih Dok, ini berkat usaha mu." Ujarnya.
"Tidak usah khawatir. Ahli bedah sudah memasang beberapa tabung medis untuk membantu tubuh Nyonya besar melaksanakan fungsinya pasca operasi. Setelah ini Nyonya akan di pindah ke ruang ICU kemudian jika memungkinkan di pindahkan ke ruangan perawatan lainnya."
"Apa ada pantangan atau tidak? Jaminan Ibu ku sembuh masih sangat besar kan?"
Pramana tersenyum. "Tentu saja. Meski demikian sering kali tubuh melakukan penyerangan terhadap jaringan hati baru karena menganggapnya sebagai jaringan asing. Kondisi ini disebut penolakan graft, dan jika dibiarkan dapat menyebabkan hati yang baru menjadi rusak. Tapi tenang saja. Agar tidak terjadi, kami meresepkan obat imunosupresan yang harus dikonsumsi oleh penerima transplantasi hati seumur hidup Nya."
"Apa pun itu, asal Ibu hidup lebih lama tidak masalah." Sambung Raden lirih.
"Baiklah. Sekarang saya harus ke ruangan saya." Pramana tersenyum pamit kemudian melangkah pergi setelah mendapat anggukan kepala Raden.
__ADS_1
Alula dan Kaesang tersenyum manis lalu masuk ke dalam pelukan pria tampan berjambang tipis itu. "Syukurlah, Oma baik-baik saja."
"Ini juga berkat doa mu." Kecupan ringan berlabuh di puncak dahi Alula dan Kaesang yang tertawa senang.
Melihat ayahnya di sisi ibunya Kaesang bahagia, bocah kecil itu tidak tahu bagaimana Oma nya sedang berjuang untuk hidup lebih lama lagi di dalam ruangan operasi sana.
Sementara di dalam dekapan hangat Arga, Ayu pilu di pojokan sembari mengusap air mata. "Kenapa Romo tidak juga mau datang? Kenapa Romo tega Mas?"
"Bukan tega, Romo hanya tidak ingin merasa lebih sakit lagi, itu saja. Jangan berpikir buruk begitu, bagaimana pun dia Romo mu." Tutur Arga dan Ayu terdiam.
Setelah memastikan kondisi ibunya baik, Arga melepas pelukan kemudian pamit. "Sekarang kamu di sini saja sama Mas Raden juga Lula." Ujarnya pada Ayu.
"Memangnya Mas Arga mau kemana?"
"Mau ada urusan."
Raden yang mendengar seolah protes dengan menampilkan kerutan di kening. "Ibu lagi dalam kondisi begitu kamu mau main?"
"Hanya sebentar, nanti aku ke sini lagi." Sanggah Arga menyengir.
"Bye." Arga menipis bibirnya kemudian melengos pergi meninggalkan Raden dan lainnya yang tidak habis pikir dengan kelakuannya.
Raden menatap Alula yang terdiam menatap berlalunya punggung Arga seperti sedang merasakan curiga. Tidak mungkin Arga keluar main pasti ada alasan lain.
"Baby ingat, dia adik ipar mu. Dekat boleh tapi jangan sampai terlalu. Apa lagi kalian akan bekerja di gedung yang sama, jangan sampai ada Cinta lokasi di sana."
Sontak Alula menoleh mendelik pada wajah cemburu suaminya. "Ya Tuhan Papi, jadi Papi cemburu sama Arga! Yang benar saja?" Tukasnya.
"Bagaimana pun kalian masih berbeda gender, banyak di luar sana adik dan kakak ipar yang saling jatuh cinta, bahkan selingkuh di belakang suaminya."
Alula menggeleng ringan. "Papi kebanyakan nonton film azab sih jadi pikirannya buruk gitu."
__ADS_1
"Bukan buruk tapi waspada Sayang." Sanggah Raden yang membuat Alula menghela napas.
...🍀🍀🍀...
Arga keluar dari koridor tersebut, dia masuk ke dalam lift yang kosong dan menekan tombol nomor delapan, Hanya tiga lantai yang dia lewati dari lantai bawah menuju ke atas.
Sampai di lantai yang Arga tuju, pemuda tampan itu keluar lalu mengayunkan kakinya mendatangi sebuah kamar VVIP yang sangat jarang di masuki. Hanya orang-orang tertentu yang boleh.
Sebelumnya Arga mengganti pakaian khusus saat ingin masuk juga tak lupa melewati pintu sterilisasi terlebih dahulu.
Di sanalah tempat ayahnya berada, Arga masuk seiring dengan terbukanya pintu dan Abimanyu tersenyum menatap nanar putra tampannya datang.
Seharusnya Abimanyu berada di ICU tapi ruangan ini sengaja di buat khusus untuk pemulihan Abimanyu setelah melakukan pengangkatan secuil hati yang kini berada di dalam tubuh istrinya.
"Ibu mu baik?" Lirih sekali Abimanyu berucap, sudah sekitar tiga hari dia berada di rumah sakit ini. Dan hanya Arga yang tahu tentang hal ini.
Itu pun baru malam kemarin saat bersamaan dengan di rawatnya Karlina di rumah sakit.
Arga baru mendengar berita Abimanyu telah melakukan operasi pengangkatan organ setelah diam-diam mengamati aktivitas ayahnya lewat orang-orang suruhan.
Lalu setelah Abimanyu sudah di operasi dokter baru mengatakan yang sebenarnya pada antek-antek Arga.
Arga sempat memarahi ayahnya, jika masalah tranplantasi hati mungkin Arga lebih layak tapi kemudian Abi berkata jika dia juga sehat dan dalam kondisi layak menjadi pendonor.
Abimanyu tidak minum minuman keras, pola makan pun sehat dan Karlina lah yang menjaganya selama ini. Pada akhirnya sekarang Arga yang bolak-balik menjenguk ayahnya.
Sejatinya Arga mau Karlina juga tahu kabar ini, setidaknya setelah pulih Abimanyu langsung membesuk Karlina.
Seharusnya Abimanyu juga menunjukkan perhatian lewat SMS sekedar memberikan semangat dan doa. Namun, Abimanyu tak memiliki keberanian untuk itu.
Arga tersenyum. "Operasi berjalan dengan baik, setelah ini Ibu di pindah ke ruang ICU."
__ADS_1
"Syukurlah." Kendati sudah sangat terlambat untuk menyesal. Setidaknya sekali dalam seumur hidup, biarkan Abi melakukan hal yang membuat Karlina baik-baik saja.
Lagi pun, melakukan donor hati bukan hal yang cukup di takuti karena hati akan tumbuh ke ukuran awal setelah meregenerasi.