My Posesif Rich Man

My Posesif Rich Man
Last episode_one


__ADS_3

Dua tahun kembali berlalu, waktu memang berjalan sangat cepat dan begitu seterusnya. Tiada sadar masa demi masa kita lalui hingga yang tadinya masa depan menjadi masa silam.


Sorak sorai dari semua mahasiswa terdengar riuh, mereka menjalani sejumlah ujian, sampai sidang skripsi demi untuk memakai toga wisuda.


Nakula Ayu dan Alula mereka bersyukur bisa lulus tanpa hambatan.


Di sela kesibukan mengurus anak yang tumbuh menjadi anak tampan, Alula pun mampu melanjutkan pendidikan sampai sarjana. Perkara nantinya akan mengambil gelar magister juga belum begitu tahu, sekarang ini Alula cukup dengan pencapaian itu.


Semua keluarga hadir di tengah-tengah kericuhan kampus ini. Bastian, Emelly, Aryan dan istrinya juga ada, mereka bahagia dengan kehidupannya masing-masing dan berusaha melupakan masa lalu hingga masa depan terlihat cerah.


"Selamat yah Lula." Emelly tersenyum kecil pada adik satu ayahnya.


"Iya, terima kasih---- Kak." Alula menyengir menyebutkan panggilan itu. Sekarang gadis mungil itu sudah sedikit berubah bentuk tubuhnya menjadi wanita seksi.


"Kau terlahir lebih manis dariku. Dan itu sangat tidak adil." Keduanya berpelukan dengan bibir yang tersenyum.


Bastian ikut bahagia, meski ada rahasia yang masih dia pegang yaitu kematian orang tua Alula yang di dalangi Selvia.


Bastian salah satu pemegang rahasia itu selain Aryan dan Emelly. Entah apa yang akan Alula dan Raden lakukan jika mereka tahu Bastian menjadi bagian dari penutupan kasus ini.


"Kapan kalian punya Baby?" Raden bertanya pada Emelly sambil merangkul istrinya.


"Belum, nanti saja, setelah aku berhenti total dari panggung hiburan." Jawab Emelly.


"Apa pun itu semoga bahagia."


"Terima kasih Raden." Emelly mengusap lengan Raden yang lalu di tepis Alula. "Tidak perlu sentuh." Katanya melarang.


Raden terkikik lalu memeluk istrinya dengan melabuhkan kecupan lembut di puncak kepala wanita itu. "Just for you."


Di sisi Bastian Emelly melihat senyum yang tersungging di bibir mantan kekasihnya, betapa Raden bahagia hidup bersama Alula, bahkan di tengah-tengah kesibukan menjadi seorang presiden direktur Raden masih sanggup membagi waktu untuk anak istrinya.


Setelah saling memberi selamat, mereka mulai berpose ria untuk berfoto bersama.


Mengabadikan momen penting ini untuk di jadikan kenangan indah. Keluarga besar Alula lengkap. Ada juga Abimanyu yang sengaja datang untuk kedua putrinya.


Ayu dan Alula menjadi alasan utama Abimanyu mendatangi acara wisuda kampus ini.

__ADS_1


Di halaman kampus yang di penuhi dengan bunga-bunga berwarna-warni, keluarga besar Alula berderet menatap Arga yang bersiap diri untuk mengambil gambar.


Karlina tersenyum manis namun kikuk saat melihat suaminya juga ada di antara mereka. Lama tak bertemu, lelaki itu masih setampan dahulu.


Pose foto mulai Arga atur agar tepat dengan posisinya. Ayu, Raden menggendong Kaesang, Aryan menggandeng putranya, Alula dan Nakula berjajar tersenyum.


Mulanya Abimanyu dan Karlina berjauhan, mereka mendapat posisi ujung kanan dan ujung kiri. Namun kemudian Arga menyuruh Abimanyu dan Karlina berdampingan.


"Ayok Romo, pindah ke sisi Ibu, tidak estetika kalo kalian berjauhan begitu." Teriaknya mengatur.


Abimanyu yang dingin melumer, rasanya kok kikuk sekali jika harus berdampingan dengan Karlina padahal masih istrinya. Grogi ini sama seperti saat mereka baru pertama kali bertemu.


"Ibu, ayok." Alula meraih tangan Karlina kemudian memposisikan tubuh wanita itu tepat di sisi Abimanyu yang jantungnya berdebar mengurai canggung.


Karlina tersenyum manis pada kamera, dari samping Abi menatap senyum istrinya.


Betapa rindu dirinya selama beberapa tahun terakhir namun pisah rumah dan ranjang menjadi pilihan bagi mereka.


Tidak sedikit pasangan yang pada akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan pernikahan tapi enggan untuk bercerai. Abi dan Karlina salah satunya.


"Senyum, ciiiiiiz." Kata Arga lalu mengambil gambar lewat kamera canggihnya.


Pesta saling peluk dan ucapan selamat pun terburai. Sekarang sudah waktunya pulang ke rumah masing-masing, karena malam nanti akan ada pesta syukuran di kediaman keluarga Raden.


Salam perpisahan mulai terurai. Bastian mengantar istrinya pulang, Aryan pun sama.


Sementara Arga mengajak ke dua orang tua dan adiknya naik di mobil yang dia beli dari hasil kerja sendiri.


"Arga kan beli mobil baru, jadi kali ini, Arga mau, mengajak kalian jalan-jalan dengan mobil hasil jeripayah ku sendiri."


"Tapi Ibu mau mengantar Kaes periksa ke rumah sakit." Sanggah Karlina.


Kaesang memang masih hidup dengan kekurangan yang tidak bisa mengecap rasa asin, pedas, dan lainnya.


Keluarga mereka sedang berusaha yang terbaik untuk kelangsungan hidup Kaesang. Berharap ada dokter genius yang mampu mengembalikan rasa-rasa yang seharusnya ada pada lidah Kaesang.


"Sudah ada Lula dan Papi nya kok Buk, jadi Ibu lebih baik ikut Arga saja, Ayu kan juga butuh di dampingi Ibu." Kata Alula.

__ADS_1


"Iya Lin, kita sudah lama tidak jalan-jalan, sekali kali kita jalan-jalan dengan anak anak." Pada akhirnya Abi berani juga berkata demikian meski kikuk yang dia rasakan.


"Ayok Buk, Ayu juga mau jalan-jalan sama kalian." Rengek Ayu cemberut.


"Iya baiklah." Karlina kemudian mengalah.


Mungkin sudah terlalu tua untuk merasakan getaran cinta lagi tapi setidaknya anak-anak akan senang dengan keberadaan Abimanyu bersama dirinya.


Mobil kuning itu berjenis sport tanpa atap. Raden membuka pintu mobil bagian belakang untuk Romo dan ibunya, sedang Ayu duduk di kursi penumpang bagian depan.


Mata Ayu melirik ke arah Nakula yang berdiri diam menatap dirinya. Ada sesuatu yang terjadi pada mereka selama beberapa tahun ini tapi keduanya enggan untuk melanjutkan.


Nakula terlalu acuh dan Ayu sudah lelah terus mengejar pemuda itu. Mungkin, kisah Karlina dan Abimanyu menjadi sebuah pelajaran bagi Ayu, bahwa cinta tak harus di paksakan karena bisa saja berujung menyakitkan.


"Ok, kita berangkat." Arga mengambil alih kemudi.


"Jangan ngebut Ga." Pesan Raden yang di jawab dengan senyum kecil dari Arga.


Alula dan Raden melambaikan tangan pada mobil milik Arga yang mulai berlalu dari pandangan mereka.


"Sekarang kita ke rumah sakit?" Raden menatap Alula yang bersisian dengan putra tampannya.


Alula mengangguk. "Iya, semoga kali ini dokter masih bisa mengetahui penyebab pasti penyakit Kaes."


"Pasti Sayang." Raden mengangkat putranya lalu membawanya kepada mobil mewah miliknya.


Alula menoleh pada Nakula, "Aku pulang yah, kamu mau ke mana setelah ini?"


"Pulang juga." Ucap Nakula dingin.


Alula memeluk kembarannya. "Ok, selamat yah saudara kesayangan ku, kamu lulus dan sebentar lagi menduduki kursi kantor suamiku."


Nakula tersenyum. "Kamu juga selamat. Semoga semakin sukses, Kaes sehat selalu. Penyakitnya bisa sembuh dan tumbuh kembang seperti anak-anak lainnya."


"Aamiin."


...----------------...

__ADS_1


...Sudah memasuki last episode tolong jangan tinggalkan aku sendiri... Karena cerita Kaesang akan bikin bapel kalian......


__ADS_2