My Posesif Rich Man

My Posesif Rich Man
Berita pernikahan


__ADS_3

...Eh ketemu lagi nih, di bab ke tiga untuk hari ini......


...Hehe maaf yah, kalo aku kasih unsur poligami, karena sebuah novel harus menceritakan kehidupan latar belakang tokoh utamanya biar lebih hidup dan reader ikut terbawa arus cerita....


...Part selain Raden dan Alula hanya bagian pengembangan cerita, di sini Raden tokoh yang sempurna, setia, kaya, ganteng, Posesif, pokoknya idaman Pasha Ayu banget deh....


...Tapi tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik author eh salah, Tuhan maksudnya. Canda gais, jangan baperan....


...Jadi skip bagian yang bukan Raden Alula dan Emelly, kalo tidak begitu suka, tapi seperti biasanya, aku tidak akan berlama-lama menonjolkan peran selain tokoh utama....


...Itu moto author ku... Yeay... Terimakasih partisipasi komentar nya KK KK sayang. Happy reading......


...😘...


Di kamar klasik nan luas, yaitu kamar yang berdominasi warna putih, Alula duduk di sisi ranjang sementara Raden dan Abimanyu berdiri menatap wanita hamil itu.


"Selamat mantu ku, sehat selalu, jaga baik-baik kandungan mu, doa Romo menyertai mu."


Abimanyu mengusap lembut puncak kepala menantunya. Menyayangi adalah bagian dari kodrat manusia, dan Abimanyu menyayangi putra putri bahkan menantunya.


"Terima kasih Romo." Angguk Alula tersenyum.


Abimanyu mencekal tangan ke belakang namun pandangan masih kepada Alula.


"Romo sudah mempersiapkan resepsi pernikahan kalian, jadi mulai Minggu depan, pulang lah ke rumah utama, ajak suami mu juga." Lelaki itu mengerling kecil ke arah putranya yang terdiam.


Alula mengangguk. "Baik Romo."


"Kami akan datang tepat di hari resepsi nya saja, Alula juga masih harus melanjutkan kuliah. Jadi mohon Romo mengerti." Pada akhirnya Raden menyeletuk.


Abimanyu menoleh. "Tentu saja, semua terserah padamu. Romo hanya berharap kalian masih menganggap ku orang tua."


Seketika ruangan menjadi hening, tak ada yang bicara setelah itu. Abimanyu galau dengan penyesalan dan ketakutan nya, sementara Raden dan Alula entah dengan apa, yang pasti mereka sibuk berpikir masing-masing.


"Ya sudah. Romo harus pulang, ibu mu juga akan ikut pulang." Kata Abimanyu pada akhirnya pamit.


Raden tersenyum getir. "Kenapa? Apa Romo kesepian tanpa Ibu?"

__ADS_1


"Jika kau berpikir seperti itu, anggap saja begitu." Abimanyu melangkah pergi setelah mengatakan itu.


Raden mendengus sementara Alula mengusap lembut dada bidang suaminya.


"Om nggak boleh begitu sama Romo, selagi masih ada orang tua di dunia ini, berbaik hati lah." Nasehat Alula. Dia sendiri tidak lagi punya kesempatan untuk berbaik hati pada kedua orang tuanya.


"Jika aku tidak berbaik hati, sudah lama aku tinggalkan perusahaannya, aku masih bertahan di perusahaan hanya karena aku masih memikirkan adik-adik dan Ibu." Sambung Raden lirih.


"Jangan membenci. Jadikan pelajaran buat Om, bahwa sebaik-baiknya istri adalah istri yang menemani dari awal sampai akhir. Godaan suami berwajah tampan dan kaya raya memang tidak jauh dari wanita, tapi Lula harap, Om punya pendirian yang kuat saat ada wanita lain yang mencoba masuk ke dalam rumah tangga kita. Lihatlah, baru di tinggal satu hari saja Romo sudah kelimpungan, itu berarti kebahagiaannya selama ini masih karena Ibu." Tutur Alula.


Raden menatap Alula, dia peluk tubuh mungil itu dengan senyum. "Beruntung, aku memiliki istri yang dua belas tahun lebih muda. Baby masih akan terlihat manis meskipun usia ku sudah tua." Katanya.


Alula mendongak. "Gimana kalo Lula saja yang nyari berondong." Ide nya.


"Baby." Geleng Raden.


Alula terkikik melihat ekspresi posesif suaminya. "Lula menyayangi, Om." Ucapnya.


"Terlebih aku." Kecupan ringan berlabuh pada kening Alula yang masih mendongak menatapnya.


"Jadi Lula masih boleh kuliah kan? Apa pihak kampus tidak keberatan?"


"Terima kasih Om Rich Man ku." Alula mempererat pelukannya.


"Sama-sama my gulali." Raden terkikik.


"Sugar." Protes Alula mencebik.


"Bitter cocoa Baby."


"Seksi!"


"Yah seksi, itu lah kelebihan mu yang tidak pernah bisa aku tolak."


Alula tersenyum dalam dekapan suaminya. Kemarin masih gamang, tapi semakin hari mengenal Raden semakin Alula di buat mencintai.


...----------------...

__ADS_1


Di kursi kemudi Arga memutar bola matanya lalu mendengus. Ayu duduk di sisinya dengan bibir mencebik, sementara Karlina duduk di kursi penumpang bagian belakang.


Pawang sudah memerintah, mau tidak mau mereka pun pulang meskipun masih merasa betah dengan suasana rumah Raden.


Abimanyu membuka pintu mobil Karlina lalu membungkuk menatap wanita itu. "Kamu pulang bersama ku dengan mobil ku." Ajaknya.


Karlina menggeleng. "Aku mau pulang sama Arga dan Ayu, kenapa tidak ikut saja sama-sama?" Sanggah nya.


Abimanyu menghela napas dalam tapi kemudian dia mengalah. "Baiklah, kita sama-sama." Dia duduk di sisi Karlina seraya menutup pintu mobil.


Ada alasan kenapa Karlina tidak mau pulang berdua saja yaitu menghindari terjadinya cekcok dengan suaminya.


Sudah lama Abimanyu tidak cemburu, tidak lucu kalau di usia tua masih cemburu pada Bastian yang masih seumuran putranya.


Hanya karena melihat Karlina tertawa cekikikan dengan Bastian, mereka harus segera pulang.


Abimanyu ingin menggenggam tangan Karlina namun dengan segera tangan Karlina naik memeluk lengannya sendiri.


Abimanyu memejamkan matanya merasakan sesal yang perlahan merangsek memukuli relung hatinya. Tiada pembalasan dari Karlina tapi Abimanyu sendiri yang tersiksa.


Biar saja seperti biasanya, Karlina lebih nyaman tanpa sentuhan suaminya. Bertahannya Karlina di sisi Abimanyu hanya karena janji yang telah terucap saat Benvolio meregang nyawa.


Sekarang Karlina nyaman dengan kesendirian yang menjadi istri tua dan tersisih, itu lebih baik dari pada di gilir cinta setiap malamnya.


Di bandingkan rasa dengan istri mudanya tentu akan lebih menyakitkan. Bukan kalah tapi yang terjadi adalah, Karlina yang sengaja membiarkan Abimanyu di kuasai istri mudanya.


...----------------...


Berita pernikahan Raden dan Alula telah mengudara, semua insan di belahan negara ini mulai mengecumik bibirnya.


Raden Mas super seksi dan kaya raya mendapatkan gadis dari keluarga biasa? Itu berita yang membuat seluruh wanita dari yang tua hingga yang muda patah hati berjamaah, termasuk author dan Emelly.


Dalam kamar serba kaca, Emelly duduk di sisi ranjang menatap latar ponselnya. Memindai seluruh komentar netizen teruntuk postingan yang Raden unggah.


...[Everyone has a past, including me, and let it be, there is only a future that we will meet together.] ...


...[Setiap orang memiliki masa lalu, termasuk aku, dan biarlah, hanya ada masa depan yang akan kita temui bersama.]...

__ADS_1


Kata-kata yang sudah pasti hanya untuk Alula seorang.


Emelly tersenyum getir. "Di harapkan atau tidak, aku tetap akan datang." Gumam Emelly.


__ADS_2