My Posesif Rich Man

My Posesif Rich Man
Resepsi ...


__ADS_3

Hari berganti hingga sampai lah pada malam resepsi.


Alula resmi menjadi menantu keluarga Abimanyu.


Kasta dan kelayakan sempat di pertanyakan, tapi pada akhirnya cinta Raden mengalahkan segalanya.


Tembok perbedaan yang tinggi itu runtuh dan kini bersatulah keduanya dalam satu atap bahkan ranjang yang sama.


Malam ini Alula sangat cantik dengan kebaya pengantin berbahan beludru, berwarna hitam campur batik berwarna gold, Alula cantik dengan sanggul dan konde nya. Di sisi Alula Raden berpakaian ala bangsawan Jawa.


Sedari pagi Raden terus menerus di buat kagum bahkan tak segan memuji kecantikan manglingi Alula.


Raden Mas Rafael dan Alula Humaira sudah seperti raja dan ratunya. Mereka serasi dengan pakaian ala kerajaan. Persis Rama dan Shinta.


Pernikahan ini di adakan memakai adat Jawa sesuai tradisi keluarga konglomerat itu.


Senyum manis kedua mempelai tersungging begitu impresif, para tamu undangan pun tersenyum bahagia seolah ikut merasakan kebahagiaan kedua mempelai dan keluarga hajat.


Hidangan di meja prasmanan tak ada hentinya di tambahkan, menu nya beraneka ragam. Dari yang khas Indonesia sampai yang khas Eropa ada.


Tamu di sini bukan dari Indonesia saja, tapi kalangan elit luar negeri pun hadir memenuhi tempat luas nan megah itu.


Bunga-bunga bergelantungan menebar aroma asri. Pakaian pelayan seragam menambah kesan glamor istana ini.


Sungguh tidak di sangka Alula Humaira di terima sebagai menantu keturunan bangsawan. Aryan dan Nakula juga tampan dengan jas nya. Rini dan putranya pun tak kalah berbinar dan menawan nya.


Karlina apa lagi, wanita itu terus tersenyum manis menebar pesona yang tanpa sadar tersiar di hadapan semua insan kecantikan hakiki milik wanita itu.


Abimanyu gagah dengan kepala keris di pinggangnya, menyambut kedatangan para tamu yang terhormat.


"Selamat Lin, akhirnya Raden melepas masa lajangnya." Satu perempuan bernama Hilda memeluk Karlina.


"Terima kasih." Jawab Karlina.


"Lalu Arga kapan? Andira putri ku juga cantik loh." Hilda promosi putrinya untuk Arga yang sudah berusia mendekati pantas.


Karlina menggeleng tersenyum. "Arga masih suka main-main, dia belum bisa serius, belum waktunya." Sanggah nya. Rasanya belum rela saja baginya melepaskan putra kedua.


"Tunangan saja dulu kan boleh." Goda Hilda menyengir.

__ADS_1


"Tidak-tidak, pokoknya aku masih terserah Arga saja. Seperti Raden, biar Arga juga mencari jodohnya sendiri." Sambung Karlina.


Hilda terkikik ala bangsawan. "Karena dulu kamu di jodohkan ya kan? makanya nggak mau anak-anaknya merasakan sedihnya menikah dengan pria yang tidak di kenal dan harus merelakan mantan."


Wanita itu tertawa renyah tanpa peduli dengan perasaan Abimanyu yang mendengar.


"Tidak juga." Sanggah Karlina.


"Oya, aku ke sini sama keluarga Indra, dari pada aku jauh-jauh pake mobil dari Jawa tengah ke ibukota mending nebeng pesawat jet gratis."


Hilda menunjuk satu pria paruh baya dan Indra Lesmana yang barusan di bicarakan tersenyum mendekati Karlina.


Tatapan Abimanyu semakin dingin bahkan begitu mencekam melihat saingan lamanya berada di depan tubuh Karlina.


Abimanyu tahu, kisah cinta Karlina dan Indra Lesmana yang sudah lama terjalin dari masih anak-anak sampai kuliah bersama.


Keduanya harus berpisah karena Karlina di jodohkan dengan Abimanyu Kertawiguna yang saat itu lebih segala-galanya dari Indra.


Sekarang Indra sudah menjadi gubernur di kota lahirnya. Dari sini Abimanyu merasa ada celah yang mungkin bisa membuat Karlina berpaling seperti dirinya.


Padahal, Karlina tak pernah memandang seseorang dari kaya raya nya, tapi dari ketulusan hatinya.


Lalu siapa yang bisa menolak? Abimanyu paket lengkap saat itu. Baik, tampan, kaya dan gagah.


"Lin, gimana kabarnya? Selamat yah." Ucap Indra tersenyum.


"Baik, terima kasih sudah mau datang ke sini Mas Indra." Kata Karlina tersenyum.


Indra beralih pada Abimanyu. "Gimana kabar mu Abi?"


"Seperti yang kau lihat kami bahagia." Jawab Abimanyu dingin.


"Kalo kalian bahagia, terima kasih lah padaku, karena setiap malam, aku selalu mendoakan Karlina." Indra menjawab seraya tergelak.


Abimanyu mengeras rahangnya sementara Karlina menggeleng. "Terima kasih, tapi lebih baik hentikan kebiasaan bercanda mu, itu tidak lucu." Tolak nya.


Karlina memang terabaikan, tapi bukan lantas ingin di goda seperti itu oleh pria lain, Karlina mahal dengan segala keanggunan yang ada. Takkan bucin hanya karena godaan receh dari sang mantan.


Menjadi ibu yang di bahagiakan anak-anaknya adalah cita-citanya. Menikah dan mencari pengganti Abimanyu yang belum tentu lebih baik juga tidak sama sekali Karlina pikirkan.

__ADS_1


Menuju usia senja, Karlina hanya ingin bahagia dengan cara hidupnya. Itu saja.


Di sudut tempat ada Ayu dan Arga, jangan di tanya bagaimana rupa mereka, sudah pasti sangat manis dengan pakaian jawa serba hitam emas yang senada.


Eyang cengar cengir bersama Bastian yang diam-diam melaksanakan tugas dari sang Tuan untuk mengamankan acara.


Ucapan selamat sedang kedua mempelai tuai dari banyaknya tamu undangan. Sudah sedari pagi tadi Alula mengikuti satu persatu ritual pernikahan.


Dari pasang tratag, pasang tawuhan, sungkeman, siraman, dan lain sebagainya sudah selesai Alula ikuti.


Sekarang kakinya pegal, Alula hanya duduk begitu pun dengan Raden. "Baby mau istirahat?" Tanyanya.


Alula menoleh memelas. "Iya, apa boleh? Lula capek Om."


"Boleh sayang." Setelah mengusap pipi istrinya. Raden menjentikkan jari pada pelayan dan mereka segera berlari mendekat.


Alula di tuntun untuk berdiri. "Tes tes selamat malam." Belum lagi bisa pergi dari kursi pelaminan, seseorang yang paling Alula tidak sukai kini tampak di depan retinanya.


Terdengar suara Emelly yang hadir dengan busana menawan bahkan terlihat sangat seksi. Long dress hitam berbahan licin, ada belahan yang sampai ke paha. Sepatu heels juga tas yang senada warnanya.


Raden menatap mantannya, sejujurnya mereka sudah tidak ada lagi yang di permasalahkan, kemarin Emelly bilang menerima maka dari itu Raden juga mengundangnya.


Tak ada yang mampu menggoyahkan komitmen Raden hanya karena kehadiran mantan berbaju seksi.


"Dengarkan aku." Barusan Emelly merebut mic yang di pakai pembawa acara lalu mengoceh. "Selamat hari pernikahan mantan ku." Katanya tersenyum.


Di sudut sana Bastian dan Aryan sama-sama mengeras rahang. Sudah pasti akan ada hal yang membuat pesta ini berantakan. Tapi jika di hentikan mereka takkan pernah tahu apa yang Emelly rencanakan.


"Kalian semua tahu, peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." Suara lengar itu terdengar oleh semua orang, termasuk awak media. Sepertinya Emelly mabuk.


"Begitu juga dengan yang di alami aku sekarang. Aku Emelly Missy, aku punya ibu yang di khianati ayah ku, dari kecil aku tidak pernah tahu bagaimana kasih sayang seorang ayah, aku mencoba kuat tanpa belaian kasih sayang ayah, belakangan aku tahu, ayah pergi bersama wanita lain meninggalkan ibu ku, dan perlahan aku menerima kondisi ini. Tapi, tragisnya adalah, anak pelakor ibuku di nikahi mantan ku."


Emelly tersenyum getir menatap semua orang yang mulai mengecumik bibirnya. Tidak terkecuali keluarga Raden.


"Kalian mau tahu siapa yang aku maksud?"


"Yah benar, mempelai wanita yang sekarang duduk di kursi pelaminan adalah anak dari ayah ku, anak dari pelakor ibu ku, dia yang merebut ayah ku lalu sekarang merebut kekasih ku."


Alula tersentak. "Papa, pernah menikah?" Begitupun dengan Nakula. Tapi tidak dengan Aryan yang sudah sangat mengenal ibunya.

__ADS_1


__ADS_2