My Posesif Rich Man

My Posesif Rich Man
Tanpa jelas


__ADS_3

Tak menunggu persetujuan Raden arahkan bibirnya, memagut lembut semungil bibir merekah milik istrinya dengan mata yang terpejam.


Ujung hidung menghirup aroma damai pada pipi Alula sementara bibirnya terus menuntut penyatuan.


Raden menuntun Alula untuk mengalungkan tangan pada tengkuk lehernya sebelum kemudian tangan besar itu turun dan menanggalkan rok lipat pendek berwarna hitam milik Alula.


Karena gerakan itu Alula tertarik turun ke air, kaki mungilnya membelit perut kotak-kotak suaminya yang tercetak di antara kaos ketat nan tipis hitam itu.


Di saat bersamaan dada Alula berada tepat pada wajah Raden. Tak mau pikir panjang, Raden pagut butiran kecil berwarna merah muda itu, sementara kedua tangannya meremas punggung melengking Alula.


"Emmh." Satu lenguh mencelos dari gemuruh napas Alula. Menolak? Tentu saja tidak ingin, sentuhan lembut Raden ini menghipnotis dirinya untuk mendongak pasrah.


Jingga nya senja masih tersingsing bersamaan dengan renjana yang sepasang suami istri itu miliki.


Gigitan yang Raden ciptakan menghanyutkan Alula dari leher hingga ke bagian telinga.


Tubuh kecil itu Raden dorong agar kembali duduk di atas batu. Mata mereka kembali bertemu dan seolah bicara dari batin Alula membuka paha agar memudahkan pemiliknya mengabsen bagian itu juga.


Raden tarik handuk kering dan membuatnya menjadi bantal Alula, wanita itu terbaring pasrah saat kakinya mengalungi tengkuk suaminya.


Netra Alula melenggangkan pandangan ke langit yang menjadi atapnya, dan batu itu sebagai alas kegiatan romansa nya.


Di bawah sana Raden sudah menenggelamkan wajah dan bibirnya pada bagian inti yang ranum meskipun sudah pernah di singgahi pusaka nya.


Budak cinta, itulah Raden, sesekali dia percikan air pada lubuk inti Alula lalu mencecap dan meminumnya dari sana.

__ADS_1


Dua tangan besarnya tak pernah lepas dari buah empuk Alula, sementara wajah terus tenggelam di antara paha mulus Alula.


Tidak seperti kemarin kali ini Alula menikmatinya, sore ini Alula merasakan ketulusan dan kelembutan Raden Mas Rafael.


Bernapas kasar, meremang, tangan mungil Alula meremas rambut pekat suaminya, seolah berkata jangan lepaskan aku lagi.


Tidak ada kasar sama sekali, Raden terus membuai erotisme dengan kelembutan. Sesekali tak di sengaja jambang tipis Raden menggores bagian sensitif yang membuat Alula mengeluarkan desah kenikmatan.


Riak air terdengar mengiringi lenguhan nikmat Alula. Di saat kehamilan, ada sebagian orang yang lebih agresif dan itu terjadi pada Alula, tanpa malu dia menginginkan itu.


Puas dengan bagian inti, kembali Raden menarik tangan Alula agar turun ke air dan kembali memagut bibir mungil nya.


Bibir bak ikan kehausan itu terus bersatu meluah rindu tak berujung. Pagutan masih menghanyutkan, Alula pun ikut memejamkan mata menikmati setiap detik kebersamaan yang lama dia inginkan di sela kemunafikan.


"Bos!" Teriakan dari suara Bastian yang mengembalikan kewarasan keduanya hingga terlepas bibir mereka spontan.


Raden menyudutkan punggung Alula pada salah satu batu yang berpotensi menyembunyikan aurat istrinya.


Di tepi sungai sana Bastian menggeleng sambil melipat kedua lengan. "Jadi rupanya di sini kalian hah? Ini sudah hampir malam. Mau sampai kapan kalian mandi?"


"Sial!"


Alula terdiam menutup mulutnya menatap Raden. Meskipun terganggu keduanya sempat terkikik menyadari keanehan diri.


Bercinta di sungai, ini pengalaman pertama bagi sepasang suami istri itu. "Baby lanjutkan mandinya. Kita langsung ke tenda setelah ini."

__ADS_1


Alula mengangguk tanpa bersuara, dia malu dengan situasi ini, niat tak ingin meladeni lagi tapi kenyataannya masih menikmati.


Selesai membilas, Raden meraih handuk Alula lalu memakaikan nya, sebisa mungkin agar Bastia tak melihat kemolekan tubuh mungil itu. Alula hanya miliknya hari ini dan seterusnya.


Bastian melemparkan handuk kimono pada Raden dan digunakan dengan baik. Setelah selesai dengan mandi dan mengganti pakaian. Raden dan Bastian mengantar Alula ke tenda.


Tak ada satupun kata yang Alula ucap selama perjalanan, Raden sibuk mengobrol dengan Bastian sementara tangannya menggandeng Alula.


Sampai saat sudah hampir sampai ke tenda, Alula melepas gandengan tangan Raden dan membuat lelaki itu menoleh seketika.


"Why?"


"Sampai sini saja, Lula bisa sendiri." Alula berlari menuju tenda tanpa memberikan kejelasan hatinya.


Raden mendengus menatapnya. "Lihatlah. Bahkan setelah bercumbu bersama dia lari dariku begitu saja." Gumamnya kecewa.


"Apa dia malu memamerkan hubungan pernikahan dengan Om-om seperti ku?" Sensitif Raden lirih.


"Sama seperti Bos yang memulangkan Nyonya muda tanpa penjelasan. Sekarang Nyonya muda pun melakukan hal yang sama." Kata Bastian.


"Jadi lebih baik jelas kan dulu kenapa Bos memulangkan nya kemarin, mungkin setelah itu Nyonya muda akan paham." Tuturnya.


...----------------...


...Wah, sepertinya sakit ku serius, mungkin aku akan up besok atau malam jam 23:00. Aku mau pulihkan dulu badan ku, biar lebih fokus pas nulisnya. Terimakasih partisipasi komentar dan doa support nya... Boleh vote nya yah... Untuk dompleng semangat ku... Semoga kalian sehat selalu......

__ADS_1


__ADS_2