
Rencana yang sudah Bastian niatkan, segera lelaki itu jalankan, Bastian meraih kotak kecil yang di masukkan ke dalam kotak sedang.
Kotak pink berpita merah Bastian tenteng, dia turun dari mobil lalu melangkah pada pintu masuk utama hunian mewah, sejenak dia berdiri melamun sebelum kemudian meletakkan kotak di tangannya tepat di depan pintu kaca ini.
Ini adalah rumah dari pemilik gelang kaki yang Bastian simpan selama kurang lebih lima tahun lamanya, dan kini Bastian memilih untuk tidak lagi menyimpan nya. Melupakan adalah hal yang ingin sekali dia lakukan.
Bertahun-tahun lamanya Bastian harus berpura-pura tidak menyukai pemilik gelang kaki itu hanya karena tidak mau membuat sang Tuan murka.
"Semoga kejadian malam itu akan terhapus dari memori ingatan ku setelah aku mengembalikan gelang ini." Gumam Bastian lirih.
Dia tinggalkan kotak tersebut begitu saja, kembali Bastian berlari memasuki mobil miliknya kemudian bergegas berlalu dari tempat itu.
Di belakang mobilnya, rupanya ada mobil yang mengamati gerak-geriknya. Seorang wanita yang memiliki rumah kaca ini.
Rumah yang selama beberapa hari ini di biarkan tak berpenghuni. Kini pemiliknya datang dengan sejumlah pertanyaan yang tidak keruan.
"Bastian datang ke sini? Apa di suruh Raden?" Gumamnya pelan. Segera wanita itu keluar dari mobilnya berlari dan mengambil kotak yang Bastian tinggalkan di sana lantas segera membukanya.
Berharap, kotak ini masih ada sangkut pautnya dengan Raden mantan kekasihnya.
Emelly, adalah pemilik dari rumah kaca dan kotak yang Bastian tinggalkan ini. Emelly, yah dia lah pemilik dari gelang kaki yang Bastian simpan bertahun-tahun lamanya.
"Gelang ini." Emelly membulatkan matanya, saat melihat gelang kaki itu berada di dalam kotak yang Bastian tinggalkan.
Saking shok nya. Kotak itu sampai terjatuh namun gelang kaki itu sudah menyangkut di antara jemari lentiknya.
Emelly menutup mulutnya. "Ya Tuhan, apakah dia yang? Jadi dia yang bersama ku malam itu? Apa ini alasan dia tidak pernah mendukung hubungan ku dengan Raden?" Tangannya bergetar hebat.
"Brengsek!" Segera Emelly berlari memasuki mobil miliknya lagi, bergegas melajukan mobilnya mengejar mobil Bastian berharap masih bisa terkejar.
Di sela mengendarai ingatan Emelly kembali pada lima tahun yang lalu, satu bulan sebelum dirinya bertemu dengan Raden, Emelly sudah pernah terjebak cinta satu malam bersama seorang pria yang sampai detik ini belum pernah Emelly ketahui.
Mengingat kebodohan malam itu, Emelly menitihkan air matanya, jadi apakah Bastian yang mengambil keperawanannya saat dia mabuk dan sempat membuatnya hamil lalu gugur?
Emelly mempercepat laju mobilnya, memainkan stir memasang awas netra beriris coklat miliknya, pikiran kalut mengiringi setiap putaran stir.
Sampai pada tempat yang sepi Emelly menjumpai mobil yang sangat ia kenal.
Yah....
__ADS_1
Bastian belum jauh, dia masih bisa mencegatnya. Kembali Emelly injak pedal gas, dan membanting stir ke kiri setelah berhasil melewati mobil Bastian.
Grekkk...
Tubuhnya terhuyung ke depan akibat dari rem yang tiba-tiba. Gegas Emelly keluar dari mobil pink miliknya dan berjalan cepat melabrak pemilik mobil yang terpaksa berhenti karena mobilnya.
"Emelly!" Bastian melotot saat membuka pintu kaca mobilnya.
"Jangan pura-pura terkejut kamu! Turun!" Teriak Emelly sambil menggebrak atap mobil hitam Bastian, wajahnya sudah tidak terkondisi marahnya.
"Mau apa?"
"Masih pura-pura bego kamu?" Sergah Emelly mendelik.
"Emelly." Geleng Bastian. Menghadapi langsung wanita itu, rasanya sudah tidak memiliki keberanian.
"Turun bajingan!"
"Aku tidak ada urusan dengan mu!" Sanggah Bastian.
Emelly tersenyum getir. "Oya, jadi apa ini? Kau barusan meletakkan gelang kaki ku, lalu pura-pura tidak tahu?" Tangannya meraih kerah kemeja milik Bastian dan menariknya kuat-kuat.
"Hentikan emelly!" Bastian terpaksa keluar dan berdiri berhadapan dengan Emelly.
"Jelaskan dulu, apa ini?" Apa kau orang yang bersama ku waktu itu? Ini gelang limited edition yang aku pakai saat aku terenggut. Kau diam saja tidak mengakui perbuatan mu padahal aku kekasih Bos mu!"
"Kalo pun iya memang aku orangnya, itu hanya masa lalu! Kita melakukan hubungan itu sebelum kau di perkasih Bos ku."
"Enak sekali kau bilang begitu?" Dorongan kasar Emelly timpakan pada dada bidang pria itu.
"Lalu apa lagi? semua sudah berlalu!" Sanggah Bastian seperti pecundang.
Emelly meredup tatapan sendu. "Jadi ini alasan kau menghalangi hubungan ku dengan Raden? Karena kau yang sudah merebut kesucian ku Bas?" Wanita itu terisak.
"Yah. Karena kau tidak layak untuk nya yang berasal dari keluarga baik-baik dan sangat baik."
"Tapi kamu yang membuat ku tidak layak untuk nya!" Teriak Emelly.
"Itu masa lalu Emelly!" Pekik Bastian. "Aku sempat mencari mu tapi saat itu, Bos lebih dulu menyukai mu."
__ADS_1
"Mudah sekali kau bilang begitu setelah merebut keperawanan ku Bas! Kamu bajingan, kamu m e m p e r k o s a ku! Lalu sekarang kamu bilang hanya masa lalu, kamu bahkan tidak pernah tahu bagaimana sakitnya aku saat keguguran benih setan mu!"
Bastian mencekal kedua lengan Emelly yang hampir tak mampu berdiri. "Aku tidak m e m p e r k o s a mu, kau mabuk dan memaksa ku melakukan itu!"
"Bohong!"
"Kau yang menyerah kan dirimu sendiri, kau membuka seluruh pakaian mu di hadapan ku, dan saat itu aku hanya laki-laki normal yang membantu mu melepas siksaan gairah mu."
"Kamu tega bas!" Lirih Emelly.
Dia sadar, saat itu dia mabuk berat. Karena menang kontes Emelly dan teman-teman mabuk untuk merayakannya, namun saat ingin pulang, Emelly salah masuk mobil seorang pria yang tidak dia kenal.
Bastian yang terpesona dengan segala bentuk tubuh seksi Emelly. Tentu saja khilaf untuk memangsanya, apa lagi saat itu, Emelly sendiri yang menyerahkan diri.
Emelly membuka satu persatu pakaiannya dan memaksa Bastian menyentuhnya. Malam itu, di parkiran basemen diskotek mereka menggerakkan mobil dengan gairah satu malam.
"Terserah, yang pasti aku sudah tidak ada urusan lagi dengan mu!" Kembali Bastian masuk ke dalam mobil dengan raut dingin lalu segera melajukan kendaraannya.
Untuk bertanggung jawab pun sudah tidak pantas, Emelly sudah berlebel mantan kekasih Bos nya. Apa jadinya jika dia menggegerkan dunia dengan berita ini.
"Hiks, hiks," Emelly terduduk tepat di tengah-tengah aspal dengan guratan frustasi yang menggelayuti. "Kenapa nasib ku selalu seperti ini? Berasal dari keluarga berantakan, dan harus berakhir terenggut oleh pria tidak tahu diri." Gumamnya lirih.
Bastian melirik kaca spion dan melihat Emelly kacau di tengah jalan raya. Rasanya tidak tega. Emelly adalah wanita yang pernah merenggut bilahan hatinya, wanita yang pernah ingin dia cari dan nikahi tapi kenyataannya Raden sudah lebih dulu menjadikannya seorang kekasih.
"Sial! Kenapa aku harus melihat ini?" Kembali Bastian memberhentikan mobilnya lantas memundurkan nya tepat di depan tubuh Emelly, dengan mengenyampingkan ego lelaki itu keluar dari kendaraannya kemudian bergegas meraih tubuh Emelly. "Bangun!"
"Pergi!" Tolak Emelly memukul.
"Ini sudah tengah malam, jalan ini sangat sepi dan berbahaya!" Tutur Bastian.
"Peduli apa kau padaku? Kau bahkan merenggut mahkota paling berharga ku."
Tanpa pikir panjang. Bastian meraup tubuh tiada celah Emelly yang meracau. "Mau apa kau membawa ku? Apa kamu berniat m e m p e r k o s a ku lagi?"
"Diam saja!" Teriak Bastian.
Sontak Emelly terdiam, namun masih menyisakan isak kecil yang tak mampu ia tahan. Sementara Bastian memasukkannya ke dalam mobil miliknya.
...----------------...
__ADS_1
...Hay Gaiss, kalo kalian agak merasa cerita ini alurnya mirip SITBH, itu karena aku mengambil inspirasi dari sana. Hanya sedikit tapi tidak ku sama kan. Jadi endingnya Karlina tidak akan sama yang menikah dengan berondong. Ini hanya pengembangan cerita supaya aku mudah mengambil alur berikutnya....
...Bukan Karlina yah Gaiss cintanya Bastian. Jadi sekarang tahu kan, kenapa Om Bas lebih memahami watak Emelly ketimbang Raden?...