My Posesif Rich Man

My Posesif Rich Man
N u j u h b u l a n


__ADS_3

📥 Nona Emelly. "Baiklah Aku akan datang memenuhi panggilan mu, tapi aku harap kamu tidak mengusir ku anak kecil." Pesan yang di kirim Emelly menjadi antrian berikutnya.


Alula menghela napas panjang membaca pesan arogan dari kakak beda ibu. "Dia kakak ku, setidaknya dia sudah tidak lagi mengejar suamiku. Acara nujuh bulan nanti malam. Biarkan Nona Emelly ikut memeriahkan nya." Gumamnya pelan.


"Emelly?" Alula berjingkrak menoleh pada pria di belakangnya, rupanya Bastian yang berdiri di sana. "Om! Lula kaget."


"Maaf Nyonya." Bastian terkikik, sekarang Bastian sendiri yang menjadi bodyguard Nyonya muda nya. "Aku dengar Emelly akan di undang?"


"Iya." Angguk Alula.


"Oh." Ada dentuman hangat yang tiba-tiba menyerang jantung hati Bastian. Bahagia kah, atau mungkin hanya sekedar rasa penasaran.


...----------------...


Kado dari Abimanyu sudah Minggu lalu, hari ini Alula mendapati banyak perhiasan warisan turun temurun dari Eyang.


Alula sangat bersyukur, meski bukan dari kalangan elit, keluarga dari suaminya sangat menyayangi dirinya.


Tidak ada mertua jahat, ipar jahat dan lain sebagainya seperti yang selama ini Alula takutkan, Arga satu server karena mereka sama-sama menyukai animasi dan membaca komik.


Ayu satu usia makanya mereka sangat nyambung, tak ada topik yang terlewat saat bersama, bahkan Abimanyu yang terkenal dingin saja terkesan menyayanginya dengan hangat.


Acara nujuh bulan telah tiba, ritual demi ritual pun telah di lewati, ribet menurut Alula karena adat yang berlaku di rumah besar mertuanya harus berjalan sesuai tradisi.


Pada kolam pemandian halaman belakang kaki Alula sedang di lulur oleh dua orang wanita dengan racikan kunyit, sore ini mereka membuat ritual seperti yang Eyang instruksi kan.


Perut menyembul Alula hanya tertutup kain batik dan atasnya di balut selendang lain untuk melindungi pundak mulusnya.


"Mbak."


Alula sengaja mengajak ngobrol pelayan setelah matanya menangkap sosok perempuan berdiri di pojokan dengan bibir cemberut. Alula tahu Lisya cemburu saat dirinya di berikan banyak emas yang bernilai milyaran.


"Iya Ndoro." Sahut satu pelayan.


"Kalian nonton film di saluran kesayangan Lula enggak?" Tanya Alula bersemangat.


"Kesayangan?" Satu pelayan lagi bertanya.


"Iya, film ku menangis yang tayangnya tiap hari dari pagi, siang, sore, malam ada terus, yang isinya pelakor sama azab." Kata Alula.


Netra Alula melirik kecil pada Lisya yang sepertinya mendengarkan percakapan mereka.


"Lah yo Ndoro, Mbak nonton, seru, itu kisah nyata loh Ndoro, ada stempel nya." Satu pelayan antusias setelah tahu film apa yang Alula maksud.


"Seru kan? Jadi itu pelakor azab nya beneran di cor?" Sambung Alula.

__ADS_1


"Iya, kemarin lebih sadis lagi Ndoro, pelakor nya di santet sama anak-anak nya istri pertama." Imbuh satu nya.


"Kalo yang di santet sama mantunya istri pertama ada enggak Mbak?" Tanya Alula.


"Belum ada, mungkin karena di kisah nyatanya belum ada Ndoro." Sanggah pelayan.


"Wah, perlu di coba." Alula menyengir.


"Lula!" Lisya yang sedari tadi gerah mulai menyuarakan gemuruh aspirasi.


"Iya Tante." Toleh Alula pura-pura terkejut.


"Kamu ngomongin aku?" Lisya berkecak pinggang.


Alula menggeleng polos. "Tidak. Lula lagi ngomongin pelakor, memangnya Tante pelakor?" Tanyanya.


Lisya melangkah maju dan berdiri tepat di depan tubuh Alula. "Kamu kan tahu aku istri ke dua, dan di luar sana, istri ke dua identik dengan pelakor, jadi secara tidak langsung kamu membicarakan status ku." Tukas nya.


"Loh, Tante kok tersinggung? Kan Lula tidak pernah menganggap Tante pelakor, lalu apakah Tante sendiri yang mengklaim bahwa Tante seorang pelakor?" Sergah Alula.


Lisya semakin geram di buatnya, tapi jika di teruskan ribut dengan Alula sudah pasti Raden semakin membencinya.


"Ah sudahlah, aku yang menjadi istri ke dua pasti selalu salah di mata kalian!"


"Makanya besok Tante pindah saja ke hidung."


"Sayang." Suara berat nan merdu itu terdengar dari belakang tubuh Lisya.


Lisya mengalihkan pandangan untuk tidak terus terpancing amarah, sepertinya Alula memang sengaja menabuh genderang perang padanya.


Di lihat dari kekuatan, mereka sangat tidak imbang, sebab sekarang Alula memiliki banyak pendukung sedang dirinya tidak.


"Om." Alula menyengir menyambut kedatangan suaminya. Bag super Hero di sore hari.


"Sudah selesai?" Raden berjongkok kemudian mengecup lembut pipi Alula. Ada wangi yang menusuk indera penciuman dan Raden menyukainya.


"Sudah, sekarang gendong Lula ke dalam, Lula mau bilas baru setelah itu di rias." Pinta Alula.


"Hmm." Segera Raden menuruti kemauan istrinya untuk menggotong nya masuk ke dalam kamar.


Lisya mendengus kasar. Rasanya ingin sekali mencekik bocah kecil yang sedang hamil besar itu. Semenjak ada Alula, Lisya tidak betah tinggal di sini.


...----------------...


Malam harinya. Alula telah cantik dengan dandanan ala Jawa, Raden sangat menyukai saat wajah bulat Alula di rias seperti ini. Bukan terlihat tua, Alula justru terkesan manis dan menggemaskan.

__ADS_1


Raden tampan dengan jas slim fit nya. Seharusnya memakai kain batik tapi Raden lebih nyaman dan cocok dengan gaya kasual seperti itu.


Ada Bastian juga di sisi kiri Alula sebagai bodyguard ekslusifnya. Semua orang hadir, termasuk keluarga Alula, yaitu Aryan dan Nakula.


Bukanya bahagia Alula justru terlihat muram. Aryan curiga pada adik kesayangannya.


"Kamu kenapa?" Aryan bertanya. Akhir-akhir ini Aryan sering bertanya kenapa padahal Alula tidak sedang merasa apa-apa.


Sejatinya Aryan sendiri memiliki ketakutan bahwa suatu saat nanti, Alula mengetahui bahwa kematian orang tuanya karena Selvia dan Aryan termasuk orang yang menyembunyikan kebenaran tersebut.


"Lula nggak apa-apa Bang." Sanggah Alula.


"Baby lapar?" Tanya Raden menimpa.


"Tidak." Geleng Alula lirih.


"Lalu? Mules?"


Alula menggeleng menatap suami tampan nya. "Lula takut mantan Om datang dan Om akan terpesona lagi padanya."


"Kenapa di undang?" Tukas Raden.


"Orang bilang, dia kakak ku kan?" Sahut Alula polos.


"Kalo begitu cukup percaya pada suami mu, hanya kamu yang aku sayangi, cintai, bahkan candu."


Alula meraih lengan Raden. "Lula minder, sekarang Lula gemuk kan? Pasti dia semakin terlihat cantik di mata Om." Merengut nya.


"Dengar, meskipun sulit, tapi setidaknya mencoba lah untuk percaya, only you." Tutur Raden.


"Maaf Om."


"Aku tahu semua ini karena Baby sangat menyayangi ku. Tapi kepercayaan juga perlu." Kata Raden lagi dan Alula mengangguk setuju.


Klik... Pesan teks yang Alula terima dari Emelly. Segera ia membukanya.


📥 "Maaf anak kecil, aku tidak bisa hadir, tiba-tiba saja kepala ku sakit, tapi tenang, doa ku akan tetap menyertai mu. Semoga Baby dalam perut mu sehat, terlebih dirimu."


"Kenapa?" Raden menatap penuh tanya pada wajah Alula. "Dia tidak bisa datang." Jawabnya.


"Kenapa?" Tiba-tiba Bastian yang menyerobot penasaran membuat Alula menoleh padanya. "Katanya sakit kepala tiba-tiba."


"Begitu kah?" Timpal Bastian lagi terlihat cemas. Raden mengernyit mengamatinya.


Sejak kapan lelaki itu menunjukkan raut tersebut? Selama ini, Bastian terkesan membenci Emelly.

__ADS_1


...Boleh Like komentar nya???...


__ADS_2