My Posesif Rich Man

My Posesif Rich Man
M u a k


__ADS_3

Tatapan menusuk telah terusung pada pemuda tampan berwajah bule itu, Arga kembali setelah fajar menyingsing.


Bersamaan dengan itu, Abimanyu menunggu tepat di depan sofa ruang tamu menyiapkan tamparan teruntuk putranya.


Sedari tadi hanya wara wiri yang Abimanyu lakukan, kasih sayang seorang ayah membuat Abimanyu memiliki alasan untuk posesif.


Sementara Arga mendekat tanpa rasa bersalah karena tidak perlu merasa begitu, dia mampu menjaga dirinya sendiri. Arga bukan anak kecil lagi. Bermain adalah cara dia menghibur kejenuhan hidup.


"Dari mana saja kamu?" Arga menghentikan langkah setelah Abimanyu menyerukan pertanyaan.


"Main." Sahut Arga.


"Klab malam? Lalu setelah itu ke hotel?" Sela Abimanyu.


Kening Arga mengerut. "Apa Romo mengawasi Arga?" Tukasnya.


"Kenapa? Tidak suka? Sudah bisa berdiri dengan kaki mu sendiri sekarang? Mau jadi apa kamu setelah ini? Lulus kuliah bukanya ikut mengambil bagian di perusahaan, kamu justru semakin berani menunjukkan kenakalan mu!" Berang Abimanyu mendelik.


Arga tersenyum getir. "Menurut Romo, apa definisi dari kenakalan?" Tanyanya.


"Apa hanya pemuda yang main di klab malam saja yang Romo klaim nakal? Lalu bagaimana dengan perselingkuhan?"


Plak!


Sebuah tamparan yang sudah sangat gatal berhasil melayang juga pada akhirnya.


Arga berpaling dengan memegangi pipinya. Seumur hidup, baru kali ini Abimanyu menamparnya. Bukan sakit di pipinya, tapi ini berhasil memasygulkan hatinya.


"Kau menyindir ku?" Tuding Abimanyu menceku.


Arga menoleh dengan senyum sinis yang terbit di sudut bibir. "Tidak sekalipun Arga berani menyindir Romo, tapi jika Romo berpikir demikian, berarti Romo sadar diri."

__ADS_1


"Arga!" Teriak Abimanyu.


Arga menepuk dadanya. "Romo mengawasi aku yang mampu menjaga diri, tapi istri muda Romo yang sundal, tidak?" Dia tuding arah lain bermaksud menunjuk ibu tirinya yang entah berada di mana.


"Arga!"


Melotot mata Abimanyu, berani sekali Arga bicara keras padanya. Kurang apa dia selama ini, meski Arga terkesan nakal, Abimanyu tidak pernah membedakan putra putri nya, semuanya mendapat perlindungan dan kehangatan cinta yang sama.


"Ini," Arga membanting foto-foto ibu tirinya bersama Boy di kamar hotel, foto-foto yang Boy kirim setelah membuat Tantenya puas dengan pencapaian nikmat.


Sebelum pulang, sengaja Arga mampir ke tempat temannya dahulu untuk meminjam perangkat supaya bisa mencetak foto Lisya bersama berondong bayarannya.


"Arga tidak sedang menyindir Romo, Arga bicara soal wanita Romo yang ini!" Tunjuk nya geram.


Abimanyu terkesiap, matanya melebar pada foto-foto yang Arga beberkan di atas permukaan mejanya. Foto-foto Lisya tanpa baju dan berada dalam selimut tebal yang sama dengan seorang pemuda.


"Arga main di klab malam, tapi Arga tidak minum minuman keras, Arga juga tidak main perempuan, Arga tahu batasan menjadi anak bangsawan." Pekik Arga.


"Apa arti kenalan yang Romo bicarakan? Kenapa mengawasi ku, tapi tidak mengawasi istri mu yang sundal?" Imbuhnya.


Abimanyu terdiam, bukan apa-apa, dia syok mendapati kenyataan pahit ini. Apa tidak cukup dengan perubahan sikap Karlina? Lalu sekarang dia harus malu dengan ulah istri kedua.


"Seratus juta dia membayar Boy untuk memuaskan kebutuhan seksual nya." Sergah Arga lagi membeberkan.


Arga menunjuk sembarang arah. "Di sana orang-orang menertawakan Romo karena sudah tidak lagi di butuhkan bahkan di hormati sebagai seorang suami. Istri Romo sampai membayar pemuda lain untuk kesenangannya sendiri." Ungkapnya.


Senyum cibir Arga pun terbit pula pada akhirnya. "Berapa lama Romo tidak menyentuhnya? Dia sampai berani berbuat memalukan seperti ini, tapi bagaimana dengan cinta Ibu ku yang Romo dua kan? Dia bahkan masih setia menjaga martabat nya, meskipun sakit sering kali dia rasakan, oh Tuhan, jangan buat Arga melakukan hal itu jika kelak Arga menikah." Ada doa yang Arga lambung tinggi.


Setidaknya contoh yang buruk tidak ingin pemuda itu ikuti. "Bohong, kalau Ibu bilang ikhlas, Bohong kalau Ibu bilang baik-baik saja. Arga tahu Ibu membenci mu Romo." Katanya.


Abimanyu terduduk pada sofa, saking sudah lemahnya kaki itu untuk berdiri. Rasanya sesak, sakit itu begitu mencekik rongga dadanya.

__ADS_1


Bukan pengkhianatan Lisya, tapi rasa malu yang membuatnya ingin menenggelamkan diri di kerak bumi terdalam.


Jika itu terjadi setelah perceraian mungkin Abimanyu tidak akan malu seperti ini, jadi ini alasan Lisya sering meminta izin pulang ke rumah orang tuanya?


Lama sudah Lisya tidak tersentuh, sebab semenjak ada menantu, Abimanyu sibuk dengan urusannya sendiri.


Menyambut kehadiran cucu, membuatnya bahagia seolah tidak membutuhkan kebahagiaan dari siapa pun lagi.


Cukup sudah dia memiliki Karlina, anak dan cucunya, alangkah bahagia itu hingga lupa telah memiliki Lisya yang perlu belaian kasih sayang, bukan hanya sekedar jatah uang bulanan.


Langka wanita seperti Karlina yang mampu memperbaiki kualitas diri meskipun sedang dalam posisi yang terjepit luka.


Karlina menyibukkan diri dengan tanggung jawabnya sebagai seorang istri, Ibu, dan menantu, sementara Lisya menghibur diri dengan kesenangan seksual yang di dapatkan dengan menghamburkan uangnya.


Jadi bongkahan berlian seperti Karlina harus Abi tukar dengan sepotek batu kali yang tidak lebih berharga dari kerikil jalanan.


"Sekarang Arga muak dengan semua aturan Romo! Ini sangat tidak adil!" Arga pergi menaiki anak tangga. Sementara Abimanyu membisu tak berkutik.


Di sudut tempat, ada Karlina yang mendengar semua percekcokan suami dan putra ke dua nya.


Pagi ini Karlina bersiap untuk membuat sarapan lalu setelah itu datang lagi ke rumah sakit merawat menantu dan cucunya. Tidak di sangka, Karlina mendapati perdebatan sengit Arga dan suaminya.


Entah lah, harus senang atau sedih, yang pasti Karlina sangat menyayangkan sekali perbuatan Lisya kali ini.


Keheningan yang Abimanyu tunjukkan masih sanggup membuat wanita berhati lembut itu iba. Tapi jika soal perasaan, mungkin rasa itu sudah lama mati.


Seberapa pun Abi mencoba menyirami nya lagi, takkan mudah tumbuh hijaunya daun cinta yang Karlina punya jika akar hatinya telah membusuk lama.


...----------------...


...Pertanyaan ku pada kalian reader kooh, apakah cerita ku membosankan???????????...

__ADS_1


__ADS_2