
Bibir bicara tidak tapi masih mencintainya. Itu lah yang tengah Karlina rasakan. Rupanya kabar menderita Abimanyu masih berhasil meraih kekalutan mental nya.
Raden sengaja memperlambat langkah, agar ibunya lebih dahulu sampai dan memiliki kesempatan berdua.
Karlina berjalan cepat memasuki kamar VVIP. Namun kemudian langkah terhenti saat melihat seorang wanita duduk di sisi ranjang pasien suaminya.
Terlihat canda dan tawa mereka menggema, Abimanyu tampak bahagia dengan situasinya.
Karlina menciut, Kemarin Abi bilang ingin menunggu sampai Karlina mau kembali ke rumah utama.
Kemudian sekarang cekikikan bersama wanita lain yang lebih muda dari Lisya. Karlina lupa, Abimanyu sejenis hot Daddy yang masih sanggup mencari wanita lagi.
Langkah kaki nya urung untuk mendekati, Karlina melengos bersamaan dengan tabrakan tubuh tinggi tegap putra keduanya.
Brukkk....
Dada bidang yang kokoh berotot itu membuat Karlina meringis menahan sakit. "Arga."
Abimanyu dan wanita di sisinya menoleh ke arah pintu. Di mana ada Arga dan Karlina saling berhadapan.
"Maaf Buk." Arga menatap teliti wajah ibunya, terburai air mata yang terlihat pilu. "Ibu kenapa?"
"Tidak apa-apa." Geleng Karlina menyeka satu butir air matanya.
Arga tahu ini pasti karena wanita yang duduk di sisi ranjang ayahnya. Arga raih tangan penuh kasih sayang ibunya lalu menggandeng wanita itu menuju ranjang ayahnya.
Karlina menurut mengikuti langkah putranya. Di depan sana wanita cantik itu menoleh dan menundukkan kepalanya khidmat.
Pakaian ala kantoran yang wanita itu kenakan persis seperti saat pertama kali Karlina melihat busana Lisya.
Karlina terdiam. Dahulu Lisya sudah sering membuat dirinya cemburu. Seharusnya sudah terbiasa. Lalu kenapa kali ini lebih terasa sakit. Padahal kemarin Karlina bilang akan ikhlas jika Abimanyu menikah lagi.
Arga tersenyum kemudian berdiri bersisian dengan wanita cantik yang Karlina cemburui. "Ini Laudya. Pacar Arga." Ujarnya.
Karlina mengernyit. "Pacar?" Dia tidak menyangka, jika di teliti kembali Laudya tidak sepantaran dengan Arga.
Laudya pantas menjadi istri Raden mungkin, tapi untuk Arga terlalu tua. Wanita di hadapannya ini pasti sudah berumur lebih dari tiga puluh lima tahun. Sementara Arga masih dua puluh sembilan tahun.
"Sejak kapan kalian bersama?"
"Sudah lama." Jawab Arga, dan Laudya seperti mendapat penolakan dari Karlina. Entahlah, sulit melepaskan Arga yang masih suka main-main. Bagaimana jika dia mengikuti jejak ayahnya.
"Kamu di sini Lin? Kamu sakit?"
__ADS_1
Suara lirih yang membuat Karlina melenggang pandangan ke arah Abimanyu.
Pria tampan yang masih setia menyinggahi kekhawatirannya bahkan setelah pengkhianatan.
"Aku, ..." Ucapannya tercekat. Apa semua orang sulit percaya bahwa Karlina ke sini untuk Abimanyu saja.
"Kamu sakit Lin?" Ulang Abi.
"Aku mau membesuk Mas."
Abimanyu tersenyum. "Benarkah?"
Arga merangkul kekasihnya kemudian menggiring wanita itu keluar dari ruangan, membiarkan Karlina dan Abimanyu berdua.
"Mas sakit apa? Apa efek dari donor hati?" Karlina duduk di sisi ranjang pasien meraba tangan, dada juga wajah tampan suaminya. Ada yang ingin ia pastikan, yaitu kondisi lelaki itu.
"Bukan sakit serius Lin, aku hanya demam biasa. Yang muda saja bisa sakit apa lagi aku yang tua." Kata Abi tersenyum.
Karlina tersenyum haru, syukurlah kalau hanya demam biasa. Ia menjatuhkan pelukan pada dada suaminya.
Runtuh egonya, runtuh bersikeras nya, runtuh pendiriannya. Membayangkan saat-saat mereka menua tanpa seorang tercinta.
Jantung Abimanyu berdetak lebih cepat, Karlina bisa merasakan bagaimana iramanya.
Karlina hirup perlahan aroma damai suaminya. Ini wangi tubuh yang sama seperti biasanya, wangi yang dahulu hanya menjadi miliknya.
"Untuk apa? Kamu tidak pernah membuat ku marah." Abimanyu memberanikan diri memeluk punggung istrinya.
Hangat dan menentramkan jiwa. Aroma ini, masih melekat pada tubuh Karlina, aroma yang dahulu Abimanyu suka.
"Karena Mas Abi memang tidak pernah bisa marah padaku." Sanggah Karlina.
Senyum kecil tak Karlina sadari terbit dari bibir dingin suaminya. "Kamu bukan wanita yang bisa aku marahi." Katanya.
Seperti itu lah mereka, meski ada Lisya dan tidak pernah mengabaikan Karlina selama itu, Abimanyu tak pernah menyisihkan Karlina dengan kemarahan.
Tidak seperti laki-laki lain yang setelah menemukan wanita baru kemudian yang lama di murkai.
Sejauh ini, Karlina tak pernah menerima perlakuan buruk Abimanyu selain penyelewengan hatinya saja.
Raden, Arga, Alula dan Laudya tersenyum di balik pintu sana. Bersatunya Karlina dan Abimanyu masih menjadi keinginan mereka.
Bagaimana pun, Abimanyu masih menjadi ayah dan mertua yang baik. Arga saja tidak segan membawa kekasihnya mengingat sikap Abi yang sudah tidak sekolot dahulu.
__ADS_1
Sampai detik ini, anak-anak masih ingin kedua orang tuanya kembali, bukan karena lupa pengkhianatan seorang Abi, tapi cinta keduanya masih saling terpatri.
Sedikit saja menghilangkan ego, pasti kembali mereka bersatu. Usia sudah senja, maka lebih baik menikmati sisa hidup bersama.
...--------TAMAT--------...
...Untuk Bonus chapter, insya Allah aku kasih dan akan aku buat semenarik mungkin. Karena masih banyak cerita di novel ini....
Hai reader kooh, terimakasih yang sudah Sudi mengikuti perjalanan ku sampai novel ini tamat, kalo aku boleh sedikit cerita dan kalian mau mendengarkan. Simak saja.
Jadi kisah ini adalah, cerita iseng ku yang awalnya tuh kayak kurang PD buat lanjut, bahkan sempat mau ku hapus dari NT, aku juga minta saran dari beberapa admin Pasha, mereka tim sukses, hihi, 🙈
Mereka yang udah ngikutin aku dari karya sebelum-sebelumnya, ada sekitar beberapa orang dan yah Alhamdulillah masih mau mendampingi ku sampai sekarang meskipun aku masih penulis silver hihi.
Nggak perlu sebut siapa saja mereka karena mereka selalu ada di top fans karya kooh. Terimakasih yah kalian semua. Tiada bisa aku balas dengan apa pun hanya doa yang bisa ku panjatkan sesuai keyakinan ku untuk kebaikan kalian semua.
Wait, aku sempat mau hapus cerita ini Tapi ku lihat hadiah dan vote nya dah Banyak bahkan dari awal cerita ini di buat, yah mau nggak mau aku lanjut.
Oya untuk cerita selanjutnya, sabar yah. Aku mau Hiatus dulu sejenak mengistirahatkan otak supaya punya beberapa ide menarik, nah tanggal satu bulan depan aku baru bisa Rilis buku baru lagi.
Kalo enggak cerita Kaesang, ya Queen. Tapi yang pasti keduanya bakal lebih Greget dari yang ini, karena mereka sudah aku rencanakan jauh-jauh hari. Enggak dadakan seperti Buku bulat ini. Tahu kali ah.😪
Yang masih mau tahu bagaimana kisah Kaesang, aku sarankan untuk tidak pergi dari sini. Sinopsisnya dulu aku kasih bocoran.
...----------------...
Kaesang Narendra Wardhana, CEO tampan yang kehilangan indera perasa dan sering mengalami demensia.
Kaesang tak mampu mencecap bagaimana rasanya pahit asin manis dan pedas sejak kecil.
Tapi Kaesang bisa merasakan rasa eskrim untuk yang pertama kalinya ketika ia mencicipinya dari bibir seorang gadis bertubuh sintal.
"Rasa apa ini?" Kaesang bertanya pada gadis yang berada tepat di bawah kungkungan nya.
"Itu coklat late." Jawab gadis itu tebata, jantung waras nya berdebar kencang, tidak seperti Kaesang yang teramat santai menikmati eskrim dari bibir dan wajahnya.
"Ini sangat enak."
"Maaf, tapi aku harus pergi!"
Bagai Cinderella yang terburu-buru saat jam dua belas malam, Laluna melarikan diri dari kungkungan Kaesang. Ada hal yang harus Lalula hindari entah apa, masih rahasianya.
Usai kejadian itu Kaesang menganggap indera perasa nya mulai berfungsi kembali, tapi tidak, rupanya hanya pada saat dia mencicipinya dari bibir Laluna saja.
__ADS_1
Seratus eskrim coklat late dia beli dan cicipi tak ada yang mampu dia rasakan manisnya.
"Cari gadis itu sampai ke ujung dunia sekalipun!" Titahnya.