Mysterious Shender

Mysterious Shender
第二十二集 : The Fake Qingqing Is Wei Ruofan, One Of The Killer Of The Late Concubine Li


__ADS_3

Qingqing palsu menggigit bibir bawahnya dengan perasaan kacau-balau. Dia amat gelisah dipojokkan hingga ke posisi seperti itu oleh Xi Wei. Dia melirik ke arah Ying Yue, tidak ada yang salah dari Sang Putri.


"Kau tinggal memilih saja, Wei Ruofan. Kau tinggal memilih antara kau ingin mengatakan kebenarannya dan aku akan melepaskan dirimu, atau kau tidak akan mengatakannya dan kau akan kehilangan nyawamu sia-sia di sini."


Qingqing palsu yang bernama asli Wei Ruofan itu kaget karena Xi Wei tahu siapa dia yang sebenarnya. Ying Yue saja tidak tahu identitasnya dan penyamarannya sebagai Qingqing. Pemuda berkulit sawo matang berbeda, dia tahu segalanya.


Ying Yue tetap berada dalam posisinya. Dia tahu Xi Wei sudah mendesak Ruofan dan berhasil memojokkannya. Namun hal itu belum cukup untuk memaksa Ruofan agar mengatakan semuanya. Sang Putri harus menunggu sedikit lebih lama.


"Siapa kau sebenarnya?!"


Xi Wei menjauhkan pisau dengan mudah dari leher yang kulitnya sudah terkelupas. Dia menyentuh area leher yang terluka dan melihat bercak darah segar yang segera kering terterpa udara di jemarinya. Sang Pemuda mendengus tidak sabar. Dia bersumpah di dalam hatinya, jika Ruofan tidak segera menjawab bagaimana cara komplotan yang telah disebutkannya membunuh Mendiang Selir Li dan memfitnah Mendiang Tabib Mei, Sang Gadis Assassin akan segera dilempar ke Arena Tantangan Pertama yang tidak akan bisa dilewatinya sama sekali. Ruofan tidak mempelajari Ilmu Tenaga Dalam.


"Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya lulusan Akademi di sebelah sana. Aku membangun tempat ini lantaran bosan dengan sistem di sana. Hanya aku yang bisa mengikuti semua kelas tanpa terkecuali."


Xi Wei menceritakan hal yang tidak masuk akal kepada Ruofan dan Ying Yue yang masih setia mendengarkan. Dia merasa kalau dia itu tidak masuk akal. Sang Pemuda percaya kalau dia berada di antara Titisan Iblis ataupun Malaikat. Dia sudah gila.


'Dia adalah orang gila!'


Bahkan Ruofan pun tidak menyangkal bahwa Xi Wei adalah orang gila. Dia merutuki pemuda berkulit sawo matang di dalam hatinya lantaran tidak ingin membiarkannya begitu saja—tentu saja tidak bisa, setiap pekerjaan punya resiko dan karena Ruofan sudah memilih untuk bekerja sebagai seorang Assassin, juga sudah ikut campur dalam masalah Pembunuhan Mendiang Selir Li, dia harus menghadapi resiko seperti ini: Ketahuan oleh seseorang. Tidak selamanya kejahatan itu bisa ditutupi. Bagai bau bangkai yang akan tercium jika sudah dibiarkan lama-lama.


'Jika aku memberitahu Tuan ini tentang Pembunuhan Mendiang Selir Li sama saja dengan aku mengkhianati Permaisuri dan Putra Mahkota. Tapi, jika aku tidak menjawab pertanyaannya, aku tidak akan bisa selamat dari tempat ini. Tempat ini adalah daerah kekuasaannya.'

__ADS_1


Ruofan tidak bisa memikirkan cara yang lebih baik untuk keluar dari tempat itu hidup-hidup selain menuruti Xi Wei dan menjawab apa yang ditanyakan oleh Sang Pemuda. Namun di sisi lain, dia juga takut mengkhianati Permaisuri dan Putra Mahkota.


"Kau hampir kehabisan waktu dan aku hampir kehabisan kesabaran, Wei Ruofan. Jika kau tidak ingin memberitahu, katakan saja. Lebih cepat aku membunuhmu itu lebih baik daripada menundanya dan berakhir kalau aku akan menyiksamu perlahan hingga kau meninggal."


Tubuh Ruofan gemetar. Dia bisa melihat tidak adanya keraguan dari netra fajar yang dingin dan keras. Sang Gadis Assassin bersumpah kalau Xi Wei terlihat lebih buas dan lebih kejam dari Zixuan.


"Baiklah, akan kukatakan."


Xi Wei tersenyum dingin. Netra fajar-nya masih belum melepaskan tatapan dari Ruofan. Jikalau pun dia melepaskan tatapannya, dia bisa menjamin kalau Ruofan tidak akan bermacam-macam, apalagi berusaha kabur dari tempat itu.


Tentu saja Xi Wei merancang tempat itu dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagai jebakan yang hanya dia tahu letaknya. Tidak mudah untuk masuk, tidak mudah juga untuk keluar.


Xi Wei sudah siap untuk memperingatkan Ying Yue agar tidak mengubah kepribadiannya hanya karena cerita yang sebenarnya tentang Ibunda Kandung-nya. Pemuda berkulit sawo matang tahu itu akan terdengar sangat kejam, tapi dia melakukannya demi kebaikan Ying Yue. Jika sampai Sang Putri berbuat macam-macam, nyawanya bisa berada dalam bahaya. Saat itu tiba, Sang Pemuda sama sekali tidak memiliki akses untuk menyelamatkannya.


"Pada pertengahan musim semi dua tahun lalu ...."


Sulit sekali bagi Ruofan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Itu sama saja dengan dia mengakui dosa yang telah diperbuat olehnya. Setiap orang—sampai seorang Kaisar sekali pun, juga akan sulit mengakui dosa yang diperbuat semasa hidupnya.


"Aku direkrut oleh Putra Mahkota dari Partai Wanwei. Ketua juga sudah setuju karena diberikan kompensasi besar. Aku direkrut bersama dengan lima orang rekan lainnya. Dua dari kami adalah perempuan, sudah termasuk diriku."


Xi Wei menyela Ruofan. Dia berdecak.

__ADS_1


"Wei Qin. Empat orang lagi: Wei Bing, Wei Xiong, Wei Quanchan, dan Wei Caozai."


Ruofan menahan napasnya. Dia terheran-heran bagaimana Xi Wei bisa mengetahui sampai se-detail itu. Ying Yue pun sama.


"Lanjutkan ceritamu dan langsung ke intinya saja."


Ruofan menghembuskan napas perlahan.


"Dua tahun lalu di awal musim dingin, aku dan Adik Qin mulai diperintahkan oleh Putra Mahkota untuk mengamati gerak-gerik Mendiang Selir Li dan Tuan Putri Agung Li Ying Yue. Demi kelancaran hal itu, kami menculik Qingqing dan aku menyamar menjadi Qingqing."


Ying Yue menegang.


'Sudah dua tahun berlalu ... sudah dua tahun berlalu dan baru hari ini aku tahu kalau Qingqing diculik!'


"Qingqing masih kami tahan di sebuah tempat gelap. Tapi, mungkin dia tidak akan bertahan lama. Dia hanya diberi makan satu kali sehari."


Ruofan menghentikan ceritanya sebentar untuk mengambil napas. Pengakuan dosa ini terasa begitu berat. Di depan Xi Wei yang dingin sudah bagai Pengadilan Surga dan Neraka.


"Setelah satu bulan mengamati, kami akhirnya tahu bahwa Mendiang Tabib Mei Yinghua adalah orang yang paling dipercaya oleh Mendiang Selir Li. Aku melaporkan hal itu kepada Permaisuri dan Putra Mahkota. Aku memberitahu mereka kalau Mendiang Tabib Mei Yinghua sangat dekat dengan Mendiang Selir Li. Mereka mulai merencanakan sebuah hal yang sangat jahat. Karena aku yang menyamar menjadi Qingqing, aku juga diseret dan terlibat di dalamnya."


Xi Wei mendengus. Dia ingin mendengarnya bukan karena mau. Ying Yue harus tahu dan berhenti menyalahkan Mendiang Tabib Mei. Lagipula, Sang Pemuda sudah tahu ceritanya. Yang paling dia takutkan hanyalah Ying Yue yang akan berubah setelah mendengarnya. Itu saja.

__ADS_1


__ADS_2