Mysterious Shender

Mysterious Shender
第四十三集 : Oddness and Amazement


__ADS_3

"Aku sudah menemukan apa yang akan aku beli, Elena."


"Kau selalu punya selera yang bagus, Serigala Salju. Aku tidak akan penasaran lagi dengan apa yang akan kau beli."


Xi Wei tertawa ringan. Dia pergi ke bagian bertuliskan SKADINAVIA dan mengambil Manisan Pengantin Sopran yang tadi dilihatnya. Kemudian, pemuda berkulit sawo matang pergi ke bagian bertuliskan ATLANTA dan mengambil sebuah camilan ringan yang terbuat dari kulit salmon.


"Sudah kubilang! Kau memang memiliki selera yang bagus."


"Aku juga ingin ini."


Xi Wei menunjuk ke arah replika bola mata yang terbuat dari coklat.


Elena menganggukkan kepala dan mengambilkan yang baru untuk Xi Wei. Yang mereka makan tadinya hanyalah untuk percobaan.


Sembari menunggu Elena mengambil pesanan, Xi Wei melihat-lihat di bagian BOLIVIA bersama dengan Ying Yue.


Pandangan Xi Wei berhenti di sebuah produk camilan yang digunakan oleh orang-orang di Bolivia sebagai sarapan mereka. Salteñas.


"Itu adalah Salteñas. Biasanya orang-orang memakannya sebagai sarapan mereka."


Sudah dua kali Ying Yue dibuat kaget oleh Elena.


Xi Wei mengambil satu Salteñas.


"Kau boleh mencobanya, Serigala Salju."


"Akan ku bayar."


Xi Wei memasukkan robekan Salteñas ke dalam mulutnya.


'Rasa ini ... pedas. Tapi, juga manis. Menarik. Akan ku beli beberapa.'


"Aku ingin empat."


"Kau benar-benar rakus."


Elena menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Namun dia tidak menolak. Mana ada pedagang yang akan menolak jika keuntungan datang kepada mereka.


Xi Wei kembali melihat-lihat. Kali ini BOSNIA-HERZEGOVINA.


"Em ... bagaimana cara membaca tulisan-tulisan ini?"


Ying Yue kesulitan membacanya. Bahkan tidak bisa sama sekali.


"Ini adalah tulisan yang digunakan oleh orang asing. Tulisan kita adalah Aksara. Tapi, juga memiliki Pinyin. Kau tidak pernah belajar Pinyin dengan baik ya?"


Ying Yue menggembungkan pipinya. Tentu saja dia pernah belajar. Dia lebih terbiasa menggunakan Aksara. Xi Wei hanya bisa menghela napas panjang.


"Ini dibaca Bosnia-Herzegovina."


"Bosnia-Herzegovina?"


"Itu adalah nama sebuah negara. Tepatnya Negara Bosnia-Herzegovina."


Sesaat, Ying Yue seperti dibawa menuju dunia lain oleh kata-kata sulit yang membuat lidahnya merasa kaku dan lunglai.


"Cevapi. Aku ingin ini dua."

__ADS_1


Elena sedikit kaget karena Xi Wei tahu kalau roti pita khas Bosnia-Herzegovina adalah Cevapi. Di Yinying, orang-orangnya masih bingung dengan dunia luar. Tidak heran jika orang luar akan kaget jika bertemu dengan orang lokal yang tahu tentang dunia luar.


"Aku pernah makan ini di daerah Chizi."


"Oh pantas saja! Memang daerah Chizi adalah yang paling berkembang dari semua daerah di Negeri Yinying! Tidak heran sih kalau kau tahu ini adalah Cevapi."


Elena sudah selesai membungkus Salteñas dan Cevapi yang akan dibeli oleh Xi Wei.


"Apakah masih ada?"


"Tidak. Tapi, tolong pisahkan ini dan ini dengan yang lainnya."


Xi Wei menunjuk ke arah replika bola mata dan Manisan Pengantin Sopran.


"Baiklah. Tunggu sebentar!"


Elena bekerja dengan sangat cepat. Hanya sebentar saja dia sudah selesai memisahkan dan merapikan barang-barang di dalam dua buah peti dengan ukuran yang berbeda, sesuai dengan besar barangnya.


"Sudah selesai!"


"Terima kasih, Elena. Berapa harganya?"


"Sepuluh tael emas."


"Apakah kau yakin akan menjualnya semurah itu?"


"Hei! Aku tidak bekerja untuk keuntungan pribadi! Lagipula camilan khas Yinying juga tidak akan kalah enak dengan camilan di negeri luar."


Xi Wei menatap ke arah Ying Yue.


"Tentu saja."


Setelah semuanya selesai, Xi Wei dan Ying Yue keluar dari kedai aneh itu. Pemuda berkulit sawo matang menyerahkan peti berisi replika bola mata dan Manisan Pengantin Sopran kepada sang Putri.


"Ini?"


"Kau suka manisan. Aku hanya membelikannya untukmu."


"Terima kasih."


Saat Ying Yue melihat ke arah kedai, tidak ada lagi kedai di sana, melainkan hanya sebuah tanah kosong. Dia tentu saja sangat kaget. Namun Xi Wei terlihat biasa saja dan tidak tertarik dengan hal itu.


"Kena ... pa ...?"


Tentu saja Ying Yue takut dengan kedai camilan itu. Bagai hantu, sesaat tak dipandang saja sudah lenyap entah kemana.


"Dia ada untuk memberikan rasa baru kepada orang-orang dari belahan dunia yang berbeda. Kau tidak perlu terkejut seperti itu."


"Bagaimana kau bisa tahu kalau kedai camilan itu akan muncul di sana, Kakak Xi Wei?"


"Entahlah. Aku hanya mengikuti perasaanku saja."


Xi Wei tersenyum penuh arti.


Dunia baru yang baru saja Ying Yue lihat lenyap. Dia akan selalu mengingat kedai camilan itu, mungkin?


"Malam sudah hampir tiba. Ayo kita segera pulang ke Wufalou. Setelah makan malam, Xincai akan mengajarimu."

__ADS_1


Ying Yue menganggukkan kepalanya dengan semangat.


'Nah, Elena Ashvorsky, ke tempat seperti apa kau akan berhenti?'


***


"Saya melihat dengan mata dan kepala saya sendiri, Yang Mulia! Saya tidak mungkin salah! Tuan Putri Agung dan orang aneh itu menghilang di sebuah tanah kosong. Kemudian mereka kembali ke sana membawa sesuatu."


Seseorang melaporkan kejadian yang dilihatnya kepada Xiao Zixuan.


"Kau menyuruhku mempercayai ucapan itu? Adik Kesembilan menghilang di sebuah tanah kosong secara terang-terangan?"


"Itu benar, Putra Mahkota. Saya juga melihatnya dengan mata dan kepala saya sendiri."


Zixuan memukul meja dan mengamuk ke orang-orang yang memberinya laporan aneh itu.


"Bagaimana mungkin seseorang bisa menghilang di tanah kosong?! Kalian ingin mempermainkan aku ya?!"


"Mohon Pangeran jangan marah ...! Kami benar-benar melihatnya sendiri! Mereka menghilang di tanah kosong dan kembali dengan membawa sesuatu. Saya juga awalnya tidak percaya. Tapi, hal itu terlalu nyata."


Zixuan meredam amarahnya, tapi masih tidak percaya dengan perkataan orang-orang yang telah melihat hal aneh itu.


'Li Ying Yue ... jika tidak cepat-cepat dibasmi, aku tidak akan bertahan lama di posisiku. Wei Ruofan juga sudah berkhianat. Wei Caozai tidak boleh dipercaya. Fraksi yang susah payah ku bentuk dengan Partai Wanwei, apakah akan berakhir sampai di sini saja? Tidak! Aku masih bisa menggunakan mereka.'


Zixuan menyeringai manis penuh arti.


***


Xi Wei dan Ying Yue sampai di Wufalou ketika matahari sepenuhnya telah tenggelam di ufuk barat. Xincai yang melihat langsung menghampiri mereka berdua.


"Kemana saja kalian?"


Xi Wei tidak menjawab. Dia membuka peti dan menyerahkan wadah kecil berisi camilan kulit salmon kepada Xincai.


"Kau bertemu dengan Elena?!"


Xi Wei menganggukkan kepala.


"Kau yang terbaik, Xi Wei!"


Xincai memeluk Xi Wei dan langsung pergi dengan keadaan sangat senang. Tuan Putri Ketiga bagai anak kecil yang diberi permen.


"Mana bagian milikku?"


Xiangheng tanpa basa-basi bertanya kepada Xi Wei tatkala mendengar kalau pemuda berkulit sawo matang bertemu dengan Elena.


"Tidak ada."


"Hei!"


Xi Wei tersenyum dan menyerahkan bungkusan Cevapi kepada Xiangheng. Pemilik Wufalou juga pergi, tapi dia mengatakan sesuatu sebelum menghilang dari pandangan.


"Kalian boleh makan malam dengan gratis!"


Sepertinya suasana hati Xiangheng sangat bagus.


Ying Yue hanya menatap dengan ekspresi kebingungan tanpa bisa berkata apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2