Mysterious Shender

Mysterious Shender
第四十集 : Ying Yue Must Learn to Recognize Her Magic Element


__ADS_3

"Itu? Siapa dia?"


Ying Yue sedikit kaget karena Xianwu tiba-tiba saja menghilang dari pandangan.


"Abaikan saja orang itu. Dia adalah bawahan Wei Caozai. Xiao Zixuan tidak akan senang ketika tahu kalau bawahan orang itu tidak berhasil meracuni dirimu."


"Itu bawahan Kakak Pertama?!"


Xi Wei mengangguk. Dia menghela napas dan memukul pelan kepala Ying Yue.


"Lain kali jangan berkeliaran seorang diri di luar. Kau tidak tahu bahaya apa yang akan kau hadapi. Jika kau memakan Tanghulu itu bagaimana? Apakah kau menyuruhku untuk menyelamatkan nyawamu lagi?"


Mata Ying Yue berkaca-kaca.


'Benar-benar menyeramkan. Mana mungkin aku membiarkan calon suamiku mati begitu mudah? Aku tidak ingin menjadi seorang janda muda!'


Xi Wei menyentil kening Ying Yue.


"Jangan berpikiran buruk! Kau ini benar-benar merepotkan. Kebetulan sekali Xincai juga sedang berjalan-jalan di jalan besar Distrik. Kita akan pergi menemui dirinya."


"Kakak Xincai? Untuk apa?"


"Aku akan menyuruhnya melatih dirimu agar bisa mencapai setidaknya Deret Kultivator Tingkat Menengah."


Xi Wei tersenyum penuh arti dan Ying Yue merasa kalau ada sesuatu di baliknya. Sang Putri langsung menjauh dari si Pemuda.


"Kenapa kau menjauh?"


"Senyummu menyeramkan."


"Eh? Padahal manis begini loh!"


"Pasti kau sedang menyembunyikan sesuatu."


Xi Wei tertawa ringan.


"Kau akan segera tahu, Adik Kecil."


Xi Wei dan Ying Yue berhenti di sebuah tempat kumuh.


'Aliansi Pengemis? Untuk apa Kakak Xi Wei membawaku ke tempat ini?'


Xi Wei melangkah masuk ke dalam tempat kumuh itu. Mau tak mau, Ying Yue juga harus ikut masuk. Sang Putri tentu saja tidak akan berani berkeliaran sembarangan lagi, apalagi setelah dia tahu kalau dirinya sedang diincar oleh Zixuan.


"Tidak perlu merasa jijik. Walau tempat ini terlihat kumuh, sesuai pikiranmu ini adalah Aliansi Pengemis. Tapi, yang kita datangi adalah Aliansi Pengemis Putih."


Ying Yue menganggukkan kepala mendengar perkataan Xi Wei. Walau tempat itu terlihat kumuh, tapi sangat rapi dan cukup bersih. Hanya ada beberapa lumut dan tanaman rambat yang terlihat. Tidak ada sampah atau benda kotor lainnya.

__ADS_1


"Aku memang hebat!"


Ying Yue bisa mendengar suara Xincai. Besar pula. Dia sedikit malu dengan kelakuan Kakak Ketiganya. Padahal di dalam Istana Xincai adalah orang yang sangat kalem dan sopan. Ternyata di luar dia begitu ceria dan lepas.


"Tidak usah memperdulikan bagaimana sikap Kakakmu. Dia adalah orang yang tangguh. Di Istana, dia dituntut untuk menjadi sempurna. Tapi, di dunia luar, dia dituntut untuk menjadi dirinya sendiri. Ini adalah sisi aslinya."


Ying Yue tentu saja mengerti. Xincai juga selalu mengajarinya untuk menjadi diri sendiri di luar Istana. Di dalam Istana mereka sudah ditekan oleh banyak peraturan.


"Xiangheng kau kalah! Traktir 'mantou' dan sup kaldu ayam untuk mereka semua!"


Di telinga Ying Yue, itu terdengar seperti sebuah taruhan. Ketika ditatap olehnya, Xi Wei hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya, seolah mengatakan, "Kenapa kau tidak melihat apa yang terjadi sendiri?". Sang Tuan Putri Agung hanya bisa menghela napas.


Saat Xi Wei dan Ying Yue menemukan Xincai dan Xiangheng, mereka tengah bermain dengan anak-anak pengemis di daerah tersebut.


"Itu! Itu! Kakak Xi Wei datang!"


Sepertinya anak-anak itu sudah mengenal Xi Wei. Mereka berlari menghampiri dan memeluk pemuda berkulit sawo matang. Mereka tidak takut dengannya sama sekali. Padahal dulu saat pertama kali melihatnya, ada yang menangis histeris karena warna rambut dan warna manik matanya yang berbeda. Dia disebut 'monster' kala itu.


Namun perlahan-lahan semua orang yang ada di sana menerimanya. Karena Xi Wei tidak berbuat jahat kepada mereka, juga karena dia suka membagikan makanan kepada para keluarga pengemis.


"Monster baik, apakah kamu memiliki manisan untuk kami?"


Xi Wei menurunkan seorang anak yang berada dalam gendongannya. Dia merogoh lengan bajunya dan menyerahkan sekantong, entah berisi apa kepada anak-anak tersebut.


"Bagi-bagi ya!"


Ying Yue penasaran seberapa dekat Xi Wei dengan anak-anak itu.


"Kenapa? Apakah kau juga ingin manisan?"


"Aku ingin Tanghulu. Tapi, tadi kau mencegahku membelinya."


"Karena itu beracun. Kau ingin makan Racun Pembelah Nadi?"


"Apa?! Siapa yang ingin makan Racun Pembelah Nadi?!"


Xincai menatap Xi Wei dan Ying Yue bergantian. Dia menatap curiga ke arah Xi Wei, seakan-akan mengancam si Pemuda, "Awas saja kau berani macam-macam! Kau baru saja sembuh."


Xi Wei melirik Ying Yue dengan wajah polosnya. Ying Yue langsung menjelaskan apa yang terjadi pada Xincai. Xiangheng juga mendengarkan.


"Ngomong-ngomong, dimana Wei Ruofan? Aku tidak melihatnya seharian ini."


Baru saja dibilang, orangnya sudah muncul entah dari mana.


"Oh ini dia orangnya! Aku baru saja bertanya tentangmu. Bagaimana bisa kau langsung muncul dan mengagetkan diriku?"


"Perhatikan langkahmu, Kakak Xi Wei. Kau akan menumpahkan semua sup kaldu ayam yang susah-payah kubawa dari Wufalou ini!"

__ADS_1


"Galak sekali."


Xi Wei tertawa lepas mendengar gerutu Ruofan terhadapnya.


Ruofan meletakkan nampan yang berisi mangkuk-mangkuk di atas meja kecil yang biasa digunakan anak-anak untuk berkumpul dan makan siang—Xi Wei tentu tahu. Setelah itu, dia bergabung dengan mereka di sisi lain perumahan kumuh itu.


"Aku ingin minta bantuan, Fang Xincai."


Xincai menyeringai manis. Tumben sekali Xi Wei ingin meminta bantuan padanya. Biasanya pemuda berkulit sawo matang selalu menyelesaikan masalahnya seorang diri. Namun Tuan Putri Ketiga tentu saja senang karena akhirnya Xi Wei yang jarang meminta bantuan itu meminta bantuan padanya.


"Apa itu?"


"Aku ingin kau mengajari Adik Kecil ini kultivasi."


Xi Wei menunjuk ke arah Ying Yue dan berdeham.


"Oh?"


"Sudah ku jelaskan keadaannya kemarin kepadamu kan?"


"Sebelum itu, apakah Adik Kesembilan tahu elemen apa yang dimilikinya?"


Ying Yue menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak tahu elemennya. Kasusnya sama seperti Xi Wei.


"Ilmu apa yang ingin kau perdalam?"


"Ilmu Tenaga Dalam, Jurus Kurong!"


Ying Yue terdengar sangat bersemangat.


'Ternyata Adik Kesembilan sudah tahu apa yang ingin didalaminya. Tapi, calon suaminya sepertinya masih bingung. Masa adikku yang manis ini lebih berpendirian daripada dirinya?'


Xi Wei langsung memelototi Xincai yang menyengir lebar meliriknya. Si Pemuda tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Tuan Putri Ketiga.


"Aku tahu aku tidak berpendirian, Fang Xincai. Aku tidak akan memungkiri hal itu. Jangan menatapku seperti itu! Tatapan itu sangat menyeramkan."


"Baiklah. Xi Wei, aku memintamu untuk melakukan hal itu."


"Kau yakin?"


"Iya! Di sini yang sihirnya tidak berbahaya hanya dirimu."


"Lancang sekali kau, Tuan Putri!"


Xincai tertawa keras.


Xi Wei setuju dengan apa yang ingin diuji oleh Xincai terhadap Ying Yue. Oleh karena itu, Tuan Putri Ketiga menyuruh pemuda berkulit sawo matang untuk menyerang Ying Yue secara mendadak. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan elemen sihir yang ada di dalam tubuhnya.

__ADS_1


'Maafkan aku, Li Ying Yue!'


__ADS_2