Mysterious Shender

Mysterious Shender
第六十八集 : Balanced


__ADS_3

Sementara Xi Wei sedang melawan Kunang-Kunang Cahaya Api Biru, Ying Yue mendapatkan masalah dengan dipanggilnya dirinya oleh Permaisuri Kerajaan yang sekarang sudah menjadi favorit Kaisar Yongheng. Dia pun hanya bisa berdecak kesal dan menghela napas panjang.


Ying Yue bertemu dengan Xincai di lorong Istana.


"Halo, Adik Kesembilan," sapa Xincai. "Kau ingin pergi ke mana?"


Dengan lemas, Ying Yue pun menjawab pertanyaan Xincai, "Aku akan pergi menghadap Permaisuri, Kakak Ketiga. Aku berharap kalau aku tidak akan mendapatkan masalah."


"Kebetulan sekali aku juga ingin menemui Permaisuri. Aku akan menemanimu. Aku tahu betapa kau tidak menyukainya. Apalagi setelah mendengar cerita Xi Wei," kata Xincai sambil menepuk pundak Ying Yue.


Ying Yue sedikit lega karena Xincai mengerti kerisauannya. Dia merasa sedikit beruntung karena memiliki kakak sebaik Xincai. Namun ada satu hal yang mengganggu dirinya: dia tidak begitu nyaman dengan status Tuan Putri Agung miliknya.


Sebenarnya, Ying Yue sudah pernah protes soal status Tuan Putri Agung yang dimilikinya, tapi Kaisar malah memarahinya karena semua Tuan Putri—yang tentu saja tidak termasuk Xincai—menginginkannya. Dia pun sempat membantah perkataan Kaisar. Namun tetap saja dia tidak berhasil membuat Kaisar mengurungkan niatnya.


Bahu Ying Yue tiba-tiba saja semakin merosot karena dia mengingatkan penglihatan yang diberikan oleh Xi Chen dan Jialing kepadanya.


Xincai yang menyadari kalau Ying Yue memiliki masalah pun bertanya kepada sang Tuan Putri Agung, "Kenapa kau terlihat sedih? Apakah ada masalah yang mengganggumu, Adik Kesembilan?"


Awalnya, Ying Yue tidak ingin menceritakan yang sebenarnya kepada Xincai, tapi yang tidak disangka-sangka adalah dia malah meneteskan air mata dan mulai menangis.


Xincai tentu saja langsung panik dan menarik Ying Yue menjauh dari pandangan orang-orang. Dia berusaha untuk menghibur Adik Kesembilannya, "Kenapa kau menangis? Jangan menangis, kau masih harus menemui Permaisuri."


"Aku sangat sakit, Kakak Xincai…," gumam Ying Yue. Dia sangat sesak. Sungguh… dia merasa, merasa sangat sesak. Sampai mungkin dia hanya akan bercerita hingga tengah jalan.


"Dengarkan aku, Li Ying Yue…," kata Xincai sambil menaikkan wajah Ying Yue yang tertunduk. Dia menatap lekat ke dalam mata Adik Kesembilannya. "Aku tidak ingin mendengar apa pun ceritamu jika kau seperti ini, Adik Kesembilan…."


Tidak ada yang suka melihat seseorang menangis begitu saja di depan wajahnya. Tentu saja, Xincai sangat kaget dengan tangisan Ying Yue yang tiba-tiba saja pecah. Mereka berdua akan bertemu dengan Permaisuri!

__ADS_1


"Sekarang, kau harus berhenti menangis terlebih dahulu."


Xincai membantu Ying Yue menghapus air matanya yang berlinang-linang. Kemudian, dia melanjutkan, "Kita akan bertemu Permaisuri, jadi, jaga sikapmu dan wajahmu. Jangan sampai dia menemukan kelemahanmu! Aku akan mendengarkan ceritamu jika kau sudah siap untuk bercerita."


"Terima kasih, Kakak Xincai."


Ying Yue cepat-cepat menghapus air matanya. Jika Xincai tidak memperingatkan dirinya bahwa mereka akan bertemu Permaisuri, dia pasti sudah melupakannya.


...☆☆☆...


"Apakah Anda tidak ingin kembali?!" teriak Maorong bertanya dari dalam semak-semak.


Sebagian dari Kunang-Kunang Cahaya Api Biru berhenti menyerang Xi Wei dan beralih mencari Maorong.


Xi Wei hanya bisa berdecak kesal. Bebannya bertambah satu. Dia sedikit menyesal telah membawa Maorong. Namun, dia tidak memiliki pilihan lain karena hanya Maoronglah yang bisa diandalkannya untuk mencari gua kecil di hutan bambu yang luas itu.


Maorong menyadari satu kesalahan yang telah dia perbuat. Dia ingin berteriak meminta maaf, tapi dia mengurungkan niatnya.


Sebagai seorang yang cukup memahami situasi, apalagi sudah pernah berada di ujung tandu karena Racun Bambu Hitam, Maorong segera berlari secepat seekor harimau yang akan menerkam mangsanya. Namun di saat bersamaan dia juga merasa bersalah jika harus meninggalkan Xi Wei seorang diri melawan segerombol Kunang-Kunang Cahaya Api Biru. Dia berada di posisi serba salah.


Aku tidak perlu mengkhawatirkan Pangeran Kecil, bukan? pikir Maorong.


Di sisi lain, Xi Wei berusaha mengalihkan perhatian Kunang-Kunang Cahaya Api Biru yang awalnya terpecah menjadi dua bagian—sebagian mengejar dirinya dan sebagian lagi mengejar Maorong.


Bukankah situasi ini menguntungkan diriku? Kunang-Kunang Cahaya Api Biru mengeluarkan cahaya. Aku bisa saja membasmi mereka menggunakan sihir elemen cahaya milikku. Tapi, ini akan sangat menguras energi, pikir Xi Wei.


Benar juga, semenjak mengetahui elemen yang dimiliki olehnya, Xi Wei belum memutuskan apa pun.

__ADS_1


Kalau begitu, apakah aku boleh menggunakan familiar seperti Ayahanda?


Xi Wei bimbang. Dia belum pernah mencoba membuat familiar sama sekali. Sedangkan Xi Chen, walaupun familiarnya adalah bunga-bunga dan kupu-kupu, tetap saja kekuatannya sangat hebat dan dahsyat.


Xi Wei tentu saja tidak ingin kalah dari Xi Chen.


"Ah…! Tunggu aku kau, Pak Tua menyebalkan! Aku akan menghajarmu jika bertemu! Kau sangat menyebalkan hingga aku tak ingin kalah darimu!" seru Xi Wei emosi sendiri.


"Pufff…!" Karena tidak fokus, Xi Wei hampir saja menjadi mayat. Dua ekor Kunang-Kunang Cahaya Api Biru meledak tepat di sebelahnya. Untungnya dia sadar dan segera menghindar


"Hah! Gara-gara memikirkannya, aku jadi lupa kalau sedang melawan kalian. Benar, semua adalah salah Xi Chen! Kau tunggu aku, Pak Tua! Aku akan membuktikan kalau aku lebih kuat darimu!" Xi Wei masih melanjutkan umpatan untuk Xi Chen.


"Nah, sekarang aku harus mencobanya, kan?" Xi Wei bertanya kepada dirinya sendiri.


Xi Wei melenturkan semua otot di tubuhnya. Dia memejamkan mata dan fokus kepada hal-hal yang pernah diajarkan oleh Xiangheng dan Xincai kepadanya.


Aku akan memilih Kultivasi Teknik Pedang seperti yang Ayahanda lakukan. Aku harus bertambah kuat dan bertambah cepat. Kuat dan cepat lebih daripada yang dia bisa lakukan! seru Xi Wei di dalam hati.


Saat Xi Wei membuka mata, dia bisa melihat pedangnya dilapisi cahaya terang. Dia telah menentukan apa yang harus dipilihnya. Juga, dia telah menentukan apa yang akan menjadi familiarnya.


Ternyata mengeluarkan familiar adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Sekeras apa pun Xi Wei mencoba, hanya gelembung-gelembung berukuran sedang yang dapat dibentuk.


Ah! Kenapa ini sulit sekali?! batinnya menggerutu.


Karena tidak memiliki pilihan lain, Xi Wei pun menggunakan cahaya yang didapat dari Kunang-Kunang Cahaya Api Biru dan mengubahnya menjadi gelembung-gelembung untuk memerangkap tiga sampai lima ekor makhluk itu sekaligus.


Kunang-Kunang Cahaya Api Biru mendesis ketika melihat segerombolan kawanan mereka habis oleh sihir yang dimiliki oleh Xi Wei.

__ADS_1


"Oh ayolah… aku hanya beruntung karena kalian memiliki cahaya. Tapi, tanpa cahaya pun kalian tak bisa membunuhku. Sekarang kita impas kan?"


__ADS_2