Mysterious Shender

Mysterious Shender
第四十二集 : Elena Ashvorsky, Blond Girl in Unusual Store


__ADS_3

Kalau mau promosi, tolong GAUSAH SPAM SETIAP CHAPTER ya! Ga enak dilihat tahu ga? Dan, setiap orang yang udah berkunjung pasti aku lihatin kok dianya ada buat novel ga. Kalau ada, pasti aku kunjungin balik + spam like kok. Ga usah ngemis! Aku juga orang yang tahu terima kasih.


谢谢! 再见!


***


"Bagaimana dengan Atlanta?"


Ying Yue sepertinya sangat penasaran dan ingin mendengar lebih banyak penjelasan Xi Wei.


"Atlanta adalah sebuah Negeri di utara Tingkok. Sebenarnya, orang-orang menyebutnya Negeri Dewa Laut. Ada juga yang menyebutnya Negeri Para Siren."


"Kenapa demikian? Dan, apa itu Siren?"


Xi Wei tersenyum penuh arti. Dia tidak ingin menjelaskan lebih dulu pada Ying Yue. Dia pun masuk ke dalam kedai dan melihat-lihat berbagai jenis produk dari luar Yinying. Pemuda berkulit sawo matang sedikit terkesima.


"Kau belum menjawab pertanyaan yang kutanyakan!"


Xi Wei meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Ying Yue untuk mendiamkan sang Putri.


"Akan ku jelaskan satu per satu. Negeri lain di luar Yinying. Sebelum itu, aku ingin melihat-lihat camilan di sini dulu. Jangan lupa menghitung jumlah uang yang kau bawa. Barang-barang di sini harganya sangat mahal."


Ying Yue melirik ke sana-sini untuk melihat apa saja camilan yang dijual di kedai itu.


Beberapa kegaduhan terdengar. Seorang gadis muda berambut pirang muncul dari sebuah pintu. Ying Yue baru pertama kali melihatnya.


"Elena? Apakah kau baik-baik saja?"


Xi Wei membantu gadis pirang tersebut. Dia memindahkan balok dari tangan Elena ke atas lantai.


"Oh? Terima kasih, Serigala Salju."


Walau Elena adalah orang asing, tapi dia fasih sekali menggunakan bahasa Tiongkok dikarenakan Ibundanya adalah seseorang dari Negeri Yinying.


Ying Yue baru pertama kali melihat warna rambut pirang seperti itu. Sebenarnya beberapa kali. Namun dia tidak begitu yakin.


"Kau membawa teman, Serigala Salju?"


"Serigala Salju?"


Elena tertawa. Tawanya sangat elegan. Itu membuat Ying Yue merona.


"Itu adalah sebutan yang kuberikan untuk Xi Wei. Matanya mirip mata seekor serigala. Rambutnya juga berwarna putih perak."


"Perkenalkan Elena, ini adalah Li Ying Yue. Tuan Putri Agung. Anak Kesembilan dari Kaisar. Perkenalkan Li Ying Yue, ini adalah Elena Ashvorsky. Pemilik kedai camilan tidak biasa ini."


"Eh?! Seorang Tuan Putri sama seperti Tuan Putri Xincai?!"

__ADS_1


Elena menatap Ying Yue dari atas ke bawah.


"Maafkan ketidaktahuan saya, Tuan Putri!"


Elena menundukkan kepalanya.


"Itu bukan masalah besar sih ...."


Ying Yue juga gugup karena baru pertama kali melihat gadis secantik Elena. Berambut pirang pula.


"Apa yang kau cari, Serigala Salju?"


"Aku mendengar para pelaut baru pulang dari Tir Na Nog. Aku ingin membeli beberapa makanan manis."


"Dari Tir Na Nog ya? Produk mereka sangat tidak biasa. Katanya mereka baru saja menemukan bahan mentah sihir yang bisa dijadikan camilan. Tunggu sebentar, akan aku keluarkan beberapa dari gudang."


Elena masuk kembali ke dalam dan terdengar suara barang-barang jatuh yang sudah sering didengar oleh Xi Wei.


:Elena? Apakah dia baik-baik saja? Aku mendengar banyak barang yang jatuh di dalam sana."


"Hal itu sudah biasa terdengar di sini. Elena memang sedikit ceroboh, tapi dia akan baik-baik saja di dalam sana.Lagipula, jatuh berapa kali pun barang-barang itu tidak akan rusak. Mereka akan kembali ke tempatnya semula. Kedai ini nerada di bawah perlindungan sihir magis kuno dari Tir Na Nog."


Xi Wei melihat-lihat produk-produk baru yang belum pernah dicobanya. Beberapa dari mereka sudah terkemas rapi di dalam wadah-wadah yang berbeda dan unik. Setiap pembuatnya memiliki keunikan tersendiri dalam membungkus karyanya.


Pencarian Xi Wei berhenti di salah satu manisan dengan kemasan yang unik. Pemuda berkulit sawo matang mendongak untuk melihat dari mana produk itu berasal. SKADINAVIA.


"Bingo!"


Elena sudah kembali dari dalam. Dia mengagetkan Ying Yue.


'Orang ini sudah seperti Kakak Xi Wei saja. Datang bagai hantu. Untungnya perginya masih terlihat oleh mata.'


Elena meletakkan beberapa macam wadah di atas meja. Dia membuka penutup-penutupnya untuk memperlihatkan yang ada di dalam sana kepada Xi Wei dan Ying Yue.


"Apa itu?"


Ying Yue merasa ngeri ketika melihat replika bola-bola mata yang terbuat dari coklat. Lebih ngeri lagi saat melihat Elena memasukkan bola mata palsu itu ke dalam mulutnya.


"Oh ini? Ini namanya Coklat Bola Mata Sihir Hujan Murni."


Xi Wei dan Ying Yue masing-masing dijejali satu oleh Elena. Ying Yue tidak memiliki kesempatan untuk menolak. Sedangkan Xi Wei, si Pemuda masih saja sangat tenang bahkan mengemutnya dengan wajah bahagia.


'Orang-orang ini s- tunggu! Apa ini? Kenapa sangat manis?'


Ying Yue merasakan ada sesuatu yang meleleh di mulutnya. Setelahnya, rasa manis memenuhi indera pengecap. Rasanya lebih manis daripada manisan Tanghulu yang dimakannya.


"Tidak perlu takut. Ini hanya replika bola mata, alias bola mata palsu. Salah satu pedagang dari Tir Na Nog mengimpor banyak sekali kokoa. Dia memberikannya kepada seorang Ahli Sihir Dapur dan terciptalah manisan coklat bola mata palsu ini."

__ADS_1


"Ahli Sihir Dapur?"


"Ahli Sihir Dapur adalah penyihir yang bekerja di dapur seumur hidup mereka untuk menciptakan ataupun membuat makanan yang mengandung sihir. Istilah ini masih sangat langka di Negeri Yinying. Tapi, di Yuantai, mereka sudah mengenal hal ini beberapa dekade yang lalu."


"Benar! Serigala Salju memang sangat pandai."


"Aku hanya membaca buku-buku harian para pelaut yang kau pinjamkan kepadaku, Elena. Aku mengingat sebagian besar cerita mereka."


Elena tertawa. Dia menunjuk wadah selanjutnya. Xi Wei dan Ying Yue bisa melihat cacing-cacing gemuk yang sudah goreng dan dikeringkan. Bagi Xi Wei, itu jelas bukan dari Tir Na Nog. Ying Yue sendiri ingin muntah ketika melihatnya.


"Yang ini dari Nusantara. Di daerah yang diberi nama Merauke oleh orang-orangnya, orang-orang makan ini sebagai lauk mereka. Namanya Ulat Sagu. Penampilannya mungkin sedikit ya ... kalian tahulah. Tapi, ini sangat renyah dan garing! Krauk!"


Xi Wei dan Ying Yue bisa mendengar suara nyaring yang timbul ketika Elena mulai mengunyah ulat goreng itu.


"Kalian ingin coba?"


Xi Wei tidak ragu mengambil dan mencobanya. Berbeda dengan Ying Yue yang menolak secara halus.


"Tidak, terima ka-"


Namun Elena langsung menjejali ulat sagu goreng ke dalam mulut Ying Yue. Sang Putri jelas tidak bisa menolaknya ataupun membuangnya.


"Lumayan enak."


"Kan?"


Xi Wei dan Elena sepertinya sangat menikmati camilan aneh itu. Ying Yue harus mengakui kalau penampilannya saja yang buruk, untuk rasa tidak ada yang salah sama sekali.


"Selanjutnya, Tir Na Nog baru saja mengeluarkan hal ini."


Elena menunjukkan wadah berisi bola-bola kecil berwarna-warni. Dia tidak mencobanya lantaran merasa aneh. Namun Ying Yue tertarik untuk mencobanya.


"Jangan!"


Xi Wei langsung menghalangi Ying Yue untuk mencobanya. Sama seperti Elena, dia juga merasa aneh.


"Tidak akan ada apa-apa."


Ying Yue mengambil satu dan langsung memasukkannya ke dalam mulut. Rasa asin, manis, dan segar langsung memenuhi indera pengecap.


"Enak!"


Elena yang penasaran langsung mencobanya.


"Oh! Ternyata kaviar! Aku kira apa!"


Elena tertawa.

__ADS_1


"Jadi, sudah memutuskan ingin membeli apa, Serigala Salju dan Tuan Putri?"


__ADS_2