Mysterious Shender

Mysterious Shender
第二十三集 : Ruofan's Confession Of Sin


__ADS_3

Ruofan tidak bisa apa-apa selain menuntaskan ceritanya. Seberapa berusaha pun Sang Gadis Assassin memikirkan cara untuk kabur, dia tidak akan bisa kabur tanpa terluka sama sekali.


"Karena sudah terlibat, mau tak mau aku harus mematuhi semua perintah, termasuk perintah untuk membunuh sekali pun."


Ruofan meneguk ludah dengan kasar. Sudah mencapai puncak pengakuan dosa, tapi dia masih begitu gugup, begitu ragu. Dia tidak mau mengkhianati Zixuan. Xi Wei memaksanya untuk bercerita sampai habis.


"Jadi, kau benar-benar membunuh, begitu? Bagaimana caranya kau membunuh Mendiang Selir Li?"


Xi Wei merebut pisau yang ada di tangan Ruofan dan membuangnya ke dalam Arena Tantangan Pertama. Pisau itu terbelah menjadi dua bagian. Bagian pegangan dan mata pisau terlepas. Ruofan sudah menyaksikan kalau Arena Tantangan Pertama itu bisa dengan mudah merusak sesuatu, apalagi tubuh manusia! Pemuda berkulit sawo matang hanya sekedar mengingatkan Sang Gadis Assassin.


"Bukan aku yang merencanakan. Aku hanya menjalankan perintah. Setiap partai memiliki aturan mainnya sendiri. Partai Wanwei juga begitu. Karena kami sudah direkrut menjadi bagian dari anggota fraksi Putra Mahkota, mau tak mau kami harus menjalankan setiap perintah yang diberikan. Yang memberikan ide tersebut adalah salah satu Tabib Istana yang menjadi anggota fraksi Putra Mahkota. Permaisuri dan Putra Mahkota mendengarkan, lalu setuju dengan usulannya. Mereka memberi perintah untuk segera melaksanakan."


Xi Wei menyela cerita Ruofan.


"Kau tahu apa yang menjadi motif mereka mendalangi pembunuhan ini?"


Ruofan berpikir sejenak.


"Yang aku tahu adalah karena Mendiang Selir Li sangat difavoritkan oleh Kaisar. Permaisuri merasa kalau hal itu terus terjadi, kekuasaan yang berada dalam genggamannya akan langsung dilengserkan. Meski Kaisar tidak menunjukkan bahwa dia memfavoritkan Mendiang Selir Li terang-terangan, tapi dari semua Harem yang ada di Istana Dalam, Mendiang Selir Li-lah yang selalu mendapatkan hadiah dan perjamuan besar setiap Ulang Tahun-nya. Belum lagi jika Tuan Putri Agung Li Ying Yue mendapatkan prestasi. Putra Mahkota merasa kalau Kaisar sudah terlalu memanjakannya. Mencarikan jodoh untuk Tuan Putri Agung. Dia dan suaminya kelak seakan akan ditunjuk menjadi Pewaris Takhta. Penerus Pemimpin Negeri Yinying."


Ying Yue hampir goyah. Untungnya dia tetap bisa bertahan. Sang Putri amat marah. Namun wajahnya tak bisa menunjukkan hal itu.


Xi Wei tertawa keras, membuat Ruofan dan Ying Yue bingung seketika. Entah apa yang ditertawakan Sang Pemuda.

__ADS_1


"Kalian sama sekali tidak mengenal jalan pikiran Kaisar. Kaisar memfavoritkan Mendiang Selir Li karena Li Ying Yue. Li Ying Yue adalah satu-satunya Tuan Putri dari Yongheng yang bisa mempelajari sebuah ilmu. Bahkan hampir masuk salah satu dari daftar lima puluh Pendekar Wanita yang tak terkalahkan. Kaisar melihat potensi ini dan tidak percaya kalau Li Ying Yue tidak akan memilih fraksi antara Putra Mahkota atau Pangeran Ke-Empat. Jika dia menikah, otomatis dia harus mengikuti jalan pikiran suaminya dan memilih salah satu fraksi. Fraksi yang mendapatkan dukungan dari Li Ying Yue otomatis akan mendapatkan dukungan dari Kaisar. Kaisar menjadikan Li Ying Yue sebagai patokan untuknya memilih Pewaris Takhta. Kalian berbuat seperti ini jika Li Ying Yue tahu, apakah kalian berpikir pihak Xiao Zixuan akan mendapatkan dukungan dari Li Ying Yue? Hah!"


Ying Yue ingin protes pada Xi Wei yang tahu segalanya. Bahkan hal yang tidak diketahui dirinya sendiri.


Ruofan mengatup mulutnya rapat-rapat. Dia antara percaya atau tidak dengan informasi yang disampaikan oleh Xi Wei. Menilik dari Xi Wei yang tahu segalanya tentang keadaan di dalam maupun di luar Kerajaan, Sang Gadis Assassin harus percaya dengan informasi dari Xi Wei.


"Lanjutkan ceritamu. Setelah salah satu Tabib Istana menyampaikan usulan rencana kepada Permaisuri dan Putra Mahkota, butuh waktu berapa lama bagimu untuk bertindak?"


Jantung Ruofan berdebar kencang, begitu juga dengan jantung Ying Yue.


'Sudah hampir puncaknya. Li Ying Yue ... oh, Li Ying Yue ... aku harus bisa menahannya sebentar lagi. Selesai bercerita, aku bersumpah aku akan membunuhnya! Semua penjahat yang sudah berani membunuh Ibunda-ku!'


"Tidak lama. Setelah mendapatkan perintah, kami. Maksudku, aku dan Adik Qin langsung menjalankannya. Kakak Caozai, Kakak Bing menculik Mendiang Tabib Mei untuk sementara waktu. Adik Qin bekerja sebagai seorang Pelayan di Istana Baige. Sudah tahu kalau Mendiang Tabib Mei Yinghua sering membuat sup obat untuk Mendiang Selir Li. Kami menggunakan kesempatan itu membunuh. Setelah semuanya selesai dan Mendiang Selir Li meninggal dunia karena racun, keadaan Istana menjadi kacau-balau. Kaisar sangat marah. Permaisuri menjalankan perannya dan menuduh Mendiang Tabib Mei Yinghua. Putra Mahkota mengajukan diri untuk mencari dan mengadili Mendiang Tabib Mei Yinghua. Semuanya berjalan sangat m-"


Ruofan yang diserang tidak memiliki persiapan apa pun. Dia kaget. Dia mengira kalau Ying Yue tidak sadar—memang terlihat sekali kalau Sang Putri tidak sadar. Dia memelototi Xi Wei yang sudah membohonginya, memancingnya menceritakan semua yang terjadi.


"Untuk apa kau melihatku seperti itu? Bukankah ada yang harus kau katakan kepada Li Ying Yue? Kebetulan sekali orangnya sangat sadar sekarang, kau boleh berbincang-bincang dengannya lebih dulu."


Xi Wei membuka peti besar yang selalu dibawanya ke sana-sini. Dia melempar sebuah tali untuk Ying Yue.


Ying Yue sangat berterima kasih karena dia sangat membutuhkannya.


Ying Yue mengikat Ruofan di sebuah batu besar. Dia menatap tajam ke arah Sang Gadis Assassin seolah-olah akan menelanjangi jiwanya jika berani bermacam-macam.

__ADS_1


"Hah ... hebat sekali! Aku harus berterima kasih kepada kalian karena sudah membodohi diriku selama dua tahun terakhir."


Ying Yue meninju keras batu tepat di sebelah kepala Ruofan. Meski tangannya berdarah-darah, tapi amarah sudah mencapai puncaknya hingga dia tidak merasakan apa-apa di tangan yang terluka.


"Sekarang jawab aku sebelum kepalamu hancur ku buat."


Ancaman Ying Yue dan netra hitam yang berkobar-kobar membuat nyali Ruofan menciut. Walau Ruofan adalah seorang Assassin, tapi Ying Yue juga tidak kalah kuat. Bahkan batu saja ditinju oleh Sang Putri.


"Dimana Qingqing?"


Ying Yue bertanya dengan penuh penekanan.


Ruofan yang ingin menjawab merasa bahwa lidahnya keluh hingga sangat sulit baginya untuk berbicara.


"Jangan sampai aku kehabisan kesabaran."


Meski mata Ying Yue berkaca-kaca, yang paling tampak adalah kemarahannya.


"A ... aku bisa membawa Tuan Putri un ... un- untuk pergi me ... me ... menemui Qingqing."


"Jika terjadi sesuatu yang buruk kepadanya—seperti mengantarnya pada maut, maka aku tidak akan segan mengantarmu pada maut juga. Bahkan Xiao Zixuan pun akan ku hancurkan jika berani menyentuh Qingqing-ku."


Pengakuan dosa Ruofan sudah selesai, tinggal memberitahu dan menunjukkan jalan untuk menemukan Qingqing saja.

__ADS_1


__ADS_2